Akurasi Diragukan Terutama saat Pertandingan Malam

Selasa, 07 Juli 2015 - 09:33 WIB
Akurasi Diragukan Terutama...
Akurasi Diragukan Terutama saat Pertandingan Malam
A A A
Penggunaan teknologi hawk-eye menuai kritik di Turnamen Wimbledon 2015. Banyak kritik bahwa alat bantu tersebut dinilai tidak terlalu akurat dan justru merepotkan jalannya pertandingan.

Sistem hawk-eye menjadi bagian penting untuk memutuskan apakah bola mendarat di lapangan permainan atau tidak. Teknologi itu pertama kali digunakan di Wimbledon 2006. Namun, akurasi dari teknologi yang mulai digunakan di sepak bola itu ternyata banyak diragukan beberapa petenis.

Mereka terlihat tidak terlalu menyukai kinerja teknologi tersebut. Salah satunya petenis asal Swiss Roger Federer. Peraih 17 gelar grand slam ini memang sudah lama mengkritik hawk-eyedan pernah mengatakan bahwa tenis tidak membutuhkan bantuan seperti itu.

Dia menilai akurasi dalam keputusan bola masuk atau tidak sangat kecil, terutama saat kondisi lapangan yang sedikit gelap karena dilangsungkan pada malam hari. Wimbledon kali ini beberapa pertandingan memang dilangsungkan pada malam hari. Hal itu menyebabkan sebagian sisi lapangan jadi gelap akibat terpaan sinar matahari yang kurang merata.

Imbasnya, teknologi hawk-eye bekerja maksimal jika kondisi lapangan sedikit gelap. “Saya pikir tidak 100% akurat. Katakanlah hanya 99%, tapi menurut pendapat saya, itu masih belum 100%,” kata Federer, dilansir ibnlive. “Kami telah melihat hal itu terjadi setiap pertandingan malam hari, hawk-eyetidak tersedia.

Namun, para pemain tetap bermain. Itulah mungkin ketika butuh solusi, Anda membutuhkannya. Saya hanya berpikir, kami harus berhenti bermain ketika hawk-eyetidak tersedia lagi,” tambah peraih tujuh kali gelar wimbledontersebut. Selain Federer, beberapa petenis lain juga sempat mengalami kerugian dengan kontroversi hawk-eye.

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic sempat kecewa dengan hasil dari bantuan tersebut. Saat bertarung dengan Bernard Tomic di babak ketiga Wimbledon, dia melihat bola berada di dalam permainan. Namun, Tomic yang meminta hawk-eye justru memberikan hasil terbalik.

Meski begitu, Djokovic tidak mengeluh. Tapi, siapa yang tahu, tanpa bantuan ini, Tomic bisa saja mengalahkan peraih delapan gelar juara grand slam itu. Jelas, banyak petenis dunia mengaku sangat kecewa dengan adanya sistem seperti itu.

Raikhul Amar
Inggris
(bbg)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
4 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
5 jam yang lalu
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
8 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
14 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
14 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved