Kebobolan 114 Gol di Tiga Laga, Timnas Terburuk Ini Minta Tolong FIFA
Selasa, 07 Juli 2015 - 15:09 WIB
Kebobolan 114 Gol di Tiga Laga, Timnas Terburuk Ini Minta Tolong FIFA
A
A
A
PORT MORESBY - Tim nasional (timnas) U-23 negara Federasi Mikronesia melanjutkan mimpi buruk pada debut mereka di ajang Pacific Games 2015. Dalam event yang juga dijadikan kualifikasi Olimpiade Brazil 2016 zona Oceania itu, Federasi Mikronesia menelan kekalahan ketiga dengan skor fantastis 0-46 dari Vanuatu pada penyisihan Grup A di Bisini Sports Complex, Port Moresby, Papua Nugini, Selasa (7/7/2015).
Pemain Vanuatu Jean Kaltack mencetak 16 gol dalam laga itu, sekaligus menancapkan namanya sebagai top skor sementara dengan 17 gol.
Total, Federasi Mikronesia U-23 sudah kebololan 114 gol dalam tiga laga dan belum pernah mencetak satu gol pun. Sebelumnya, tim yang diarsiteki Stanley Foster itu di menelan kelahan dari Tahiti dengan berondongan 30 gol tanpa balas, Jumat (3/7/2015) . Setelah itu, giliran Fiji yang menembus gawang mereka dengan 38 gol, Minggu (5/7/2015). (Baca juga: Rekor? Kebobolan 68 Gol dalam Dua Laga)
Sementara dengan torehan 46 gol, Vanuatu menciptakan rekor baru di ajang Pacific Games. Rekor sebelumnya, dicatat Tahiti yang memetik kemenangan 30-0 atas Cook Islands pada Pacific Games 1971. Pacific Game merupakan pesta olahraga multievent yang diadakan setiap empat tahun. Pada edisi ke-15 ini, digelar di Port Moresby, Papua Nugini, mulai 4-18 Juli.
Pelatih timnas Federasi Mikronesia Stan Foster mengakui laga kontra Vanuatu ibarat pertandingan antara bocah dengan lelaki dewasa. Itu sebabnya, Foster meminta FIFA secara resmi mengakui Federasi Mikronesia sebagai anggotanya dan memberi mereka peringkat dunia, sehingga akan membuka pintu untuk bantuan teknis.
Sejauh ini Federasi Mikronesia belum diakui FIFA, AFC, ataupun Oceania Football Confederation (OFC). Mereka tampil di Pacific Games di bawah bendera International Olympic Committee (IOC).
"Saya berharap bahwa FIFA akan datang (ke Mikronesia) pekan depan untuk pemeriksaan dan mudah-mudahan afiliasi kami dengan Konfederasi Sepak Bola Asia," kata Foster dilansir gulf-times.com.
"Jika mereka melakukannya, akan membuat kami mendapat bantuan teknis dan bantuan apapun. Itu akan sangat menjadi dorongan besar," kata Foster yang takut timnya dicoret dari kesertaan lantaran kekalahan besar tersebut.
"Saya yakin bahwa kami akan diizinkan untuk tampil kembali dan mereka menyadari tim kami dalam proses berkembang. Itu bantuan besar bagi saya, karena saya benar-benar khawatir panitia akan mencoret kami dari kompetisi karena nilai kami," kata Foster.
Pemain Vanuatu Jean Kaltack mencetak 16 gol dalam laga itu, sekaligus menancapkan namanya sebagai top skor sementara dengan 17 gol.
Total, Federasi Mikronesia U-23 sudah kebololan 114 gol dalam tiga laga dan belum pernah mencetak satu gol pun. Sebelumnya, tim yang diarsiteki Stanley Foster itu di menelan kelahan dari Tahiti dengan berondongan 30 gol tanpa balas, Jumat (3/7/2015) . Setelah itu, giliran Fiji yang menembus gawang mereka dengan 38 gol, Minggu (5/7/2015). (Baca juga: Rekor? Kebobolan 68 Gol dalam Dua Laga)
Sementara dengan torehan 46 gol, Vanuatu menciptakan rekor baru di ajang Pacific Games. Rekor sebelumnya, dicatat Tahiti yang memetik kemenangan 30-0 atas Cook Islands pada Pacific Games 1971. Pacific Game merupakan pesta olahraga multievent yang diadakan setiap empat tahun. Pada edisi ke-15 ini, digelar di Port Moresby, Papua Nugini, mulai 4-18 Juli.
Pelatih timnas Federasi Mikronesia Stan Foster mengakui laga kontra Vanuatu ibarat pertandingan antara bocah dengan lelaki dewasa. Itu sebabnya, Foster meminta FIFA secara resmi mengakui Federasi Mikronesia sebagai anggotanya dan memberi mereka peringkat dunia, sehingga akan membuka pintu untuk bantuan teknis.
Sejauh ini Federasi Mikronesia belum diakui FIFA, AFC, ataupun Oceania Football Confederation (OFC). Mereka tampil di Pacific Games di bawah bendera International Olympic Committee (IOC).
"Saya berharap bahwa FIFA akan datang (ke Mikronesia) pekan depan untuk pemeriksaan dan mudah-mudahan afiliasi kami dengan Konfederasi Sepak Bola Asia," kata Foster dilansir gulf-times.com.
"Jika mereka melakukannya, akan membuat kami mendapat bantuan teknis dan bantuan apapun. Itu akan sangat menjadi dorongan besar," kata Foster yang takut timnya dicoret dari kesertaan lantaran kekalahan besar tersebut.
"Saya yakin bahwa kami akan diizinkan untuk tampil kembali dan mereka menyadari tim kami dalam proses berkembang. Itu bantuan besar bagi saya, karena saya benar-benar khawatir panitia akan mencoret kami dari kompetisi karena nilai kami," kata Foster.
(sha)