2 Tahun Menuju Motogp

Minggu, 02 Agustus 2015 - 10:18 WIB
2 Tahun Menuju Motogp
2 Tahun Menuju Motogp
A A A
SENTUL - Keseriusan Indonesia menggelar ajang MotoGP pada 2017 berpacu dengan waktu. Tujuannya agar pada Agustus 2017 Indonesia bisa menggelar adu balap motor terbesar dunia, MotoGP.

Sejauh ini pengelola sirkuit sudah mendatangkan tiga arsitek yang diharapkan bisa memberikan desain yang sesuai standar GP dan budget pemerintah. Setelah mendatangkan dua desainer Herman Tilke, Jarno Zaffeli (Dromo Cirkuit), pengelola mengundang Arsitek asal Inggris Dafydd Broom (Apex). Mereka diberikan kesempatan memaparkan desain mereka.

”Nama terakhir kemungkinan besar menjadi calon kuat mengambil alih merenovasi sirkuit. Tapi, semua tergantung pemerintah mana yang paling pas untuk Indonesia,” kata Direktur PT Sarana Sirkuitindo Utama selaku pengelola Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto. Tinton mengatakan, harus melihat proposal dari ketiga desainer untuk dilaporkan ke pemerintah.

Sebab, keputusan terakhir ada di pemerintah. Kemungkinan akhir Agustus, Pemerintah Indonesia, Menteri Pariwisata dan Menpora, akan melakukan kesepakatan lattern of intern (LoI). ”Tapi, saya yakin APEX menang. Apalagi mereka baru membangun sirkuit jalan raya KL City GP di Kuala Lumpur Malaysia,” ujarnya. Meski begitu, Tinton sangat antusias dengan rencana tersebut.

Dia berjanji akan berusaha melakukan semua tugas dan tanggung jawab sesuai program Federasi Internasional Motor (FIM) yang telah ditetapkan. Saat ini Sirkuit Sentul masih gradeC dan untuk bisa menggelar MotoGP harus gradeA. Mantan pembalap asal Indonesia itu mengaku tidak mempermasalahkan siapa desainer yang akan merenovasi sirkuit Sentul nanti.

Dia hanya berharap perubahannya bisa membuat CEO Dorna (promotor MotoGP) Carmelo Ezpelata, terkesan dengan lintasan yang akan lebih panjang dari 3,9 km menjadi 4,15 km tersebut. Akan ada beberapa tikungan diubah agar FIM menilai Sirkuit Sentul menjadi gradeA. ”Lintasan akan dirombak. Apalagi, ini kanumurnya sudah 25 tahun (1990–2015).

Untuk bentuk lintasan, kami masih ingin seperti ini. Cuma ada beberapa titik yang akan diubah, seperti tikungan 1, tikungan 3, tikungan, 4, tikungan 6, tikungan 9. Sementara untuk tikungan S, Dorna tidak menyukainya karena terlalu ketat dan patah,” ujar Tinton. Sebelumnya Sirkuit Sentul Indonesia pernah menjadi bagian dari kalender MotoGP, yaitu pada 1996 dan 1997.

Namun, masalah krisis moneter membuat Indonesia harus kehilangan jatah sebagai tuan rumah. Setelah hampir 20 tahun, Dorna kembali ingin menghidupkan Sirkuit Sentul menggelar MotoGP. Alasannya, Indonesia memiliki keistimewaan yang besar dari market penjualan motor, khususnya motor Jepang.

”Kita akan mengalami keuntungan besar dari segi pariwisata. Saat ini Indonesia setahun hanya menyerap 9 juta wisatawan, sedangkan Malaysia 29 juta, Thailand 31 juta. Kita benar-benar ketinggalan,” ujarnya. Meski masih dalam tahap rencana melakukan renovasi, Tinton sudah memperkirakan awal tahun depan akan segera dilakukan. Ayah mantan pembalap Ananda Mikola ini juga mengaku telah meminta agar balapan dilangsungkan pada Agustus ini.

”Kami akan memulai pembangunan mulai tahun depan. Kemungkinan setengah tahun selesai. Kami akan menggelar MotoGP pada Agustus 2017, menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Kami juga meminta kontrak selama lima tahun hingga 2021,” tuturnya.

Dalam pertemuan dengan wartawan di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (20/5), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan MotoGP 2017 akan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dalam kegiatan pariwisata. ”Perhitungan sementara selama empat hari berlangsungnya MotoGP akan terjadi pengeluaran sekitar Rp1,4 triliun,” ungkapnya.

Menurut Arief, Indonesia mendapat tawaran dari Dorna SL untuk mengisi dua slot tersisa. Satu slot lagi sudah dipesan Thailand. Karena itu, menurut dia, waktu itu kesempatan bagus ini harus kita ambil. Ezpelata mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara besar. ”Indonesia diharapkan menjadi negara yang sukses menggelar seri MotoGP. Kami berjanji akan bekerja sama untuk menyukseskan perhelatan ini di Indonesia,” kata Ezpelata.

Raikhul amar
(bbg)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
5 menit yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
13 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
13 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
15 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
17 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved