Dianggap sebagai Kecelakaan Mobil, Mehmet Topal Ditembak

Kamis, 13 Agustus 2015 - 10:05 WIB
Dianggap sebagai Kecelakaan...
Dianggap sebagai Kecelakaan Mobil, Mehmet Topal Ditembak
A A A
Aksi terorisme merambah sepak bola Eropa. Hanya beberapa hari setelah bus Hertha Berlin ditembak, giliran gelandang Fenerbahce Mehmet Topal yang menjadi sasaran.

Kendaraan yang dikendarai Topal, yang pulang bersama rekan setim Uygar Mert Zeybek sehabis latihan, ditembak di Samandira, Istanbul, Selasa (11/8). Kedua pemain selamat dari maut karena mobil Topal dilengkapi kaca antipeluru. Hingga saat ini pelaku masih bebas. “Ini ulah teroris. Kami mengutuk semua serangan yang diarahkan kepada kami dan berharap keadilan ditegakkan,” demikian tulis keterangan resmi Fenerbahce.

Sayang, keinginan juara Turki 19 kali itu kemungkinan tidak terwujud. Menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu Agency , polisi mendeskripsikan peristiwa ini sebagai kecelakaan dan tidak disengaja. Fenerbahce akan kecewa dan merasakan hal berbeda.

Sebab, pasukan Vitor Pereira sebelumnya sudah mengalami horor serupa. Bus tim menjadi target berondongan peluru ketika menuju Bandara Trabzon menyusul kemenangan 5-1 atas Caykur Rizespor, April 2015. Sopir bus Ufuk Kiran terkena tembakan dan dilarikan ke rumah sakit. Aparat kemudian sempat menahan dua tersangka yang berusia 27 dan 37 tahun.

Namun, tidak lama mereka bebas dan sampai sekarang penyelidikan kasus ini terus berlangsung. “Semoga polisi menemukan pelaku. Kami akan sangat gembira jika ada penangkapan, mengingat aktor penyerangan beberapa bulan lalu tetap berkeliaran,” kata juru bicara klub.

Federasi Sepak Bola Turki merespons peristiwa tersebut dengan menghentikan kompetisi selama sepekan. Organisasi itu berpotensi mengambil keputusan sama dan menunda pagelaran Liga Turki 2015/2016. Kompetisi musim ini semula dijadwalkan bergulir akhir pekan ini. Tidak diketahui apa motif serangan terbaru.

Sebagai anggota Fenerbahce, Topal disinyalir menjadi sasaran kekerasan pendukung klub rival Galatasaray. Namun, perselisihan tersebut dianggap tidak cukup untuk mendorong aksi kekerasan sebesar ini.

“Suporter yang berseberangan kerap melempar benda, termasuk petasan, ke bus tim pesaing. Namun, insiden ini jauh lebih buruk. Perilaku seperti ini semestinya dihindari,” tandas mantan punggawa Fenerbahce Kennet Andersson.

Harley Ikhsan
JAKARTA
(bbg)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
58 menit yang lalu
Ekshibisi Padel di Porprov,...
Ekshibisi Padel di Porprov, Senator Mirah Sebut Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi di NTB
2 jam yang lalu
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
3 jam yang lalu
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
6 jam yang lalu
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
7 jam yang lalu
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
18 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved