Kisruh Kemenpora vs PSSI Ancam Tim Divisi Utama

Selasa, 18 Agustus 2015 - 16:14 WIB
Kisruh Kemenpora vs...
Kisruh Kemenpora vs PSSI Ancam Tim Divisi Utama
A A A
PEKALONGAN - Jadwal kompetisi Divisi Utama yang tidak jelas mengancam keberlangsungan tim-tim amatir di Kota Batik. Tim-tim Divisi 1 dan 2 di Pekalongan dikhawatirkan kehilangan semangat untuk melanjutkan kompetisi.

”Sepak bola di Pekalongan bisa hidup karena Persip promosi Divisi Utama. Banyak klub tumbuh, dan SSB (sekolah sepak bola) makin bersemangat, tapi kami khawatir eksistensi mereka surut setelah tidak ada kompetisi profesional,''ungkap Direktur Utama Persip Budi Setiawan.

Menurut Budi, keberadaan Persip, menjadi magnet bagi talenta-talena pemain klub lokal agar kelak bisa bergabung. Tapi jika kondisi persepakbolaan Tanah Air yang mati suri tidak segera bangkit, tidak menutup kemungkinan regenerasi bakal mandek. ”Tentu, regenerasi jadi kacau.Ini tidak bisa dibiarkan,” ucapnya.

Meski kompetisi profesional mandek, di Pekalongan kompetisi tim Divisi I dan II, akan diputar oleh PSSI Kota Pekalongan pada pertengahan September mendatang. Total klub Divisi 1 di Pekalongan ada 16, sementara Divisi 2 ada 27 klub. Para klub amatir tersebut ikut kompetisi tentu berharap bisa naik kasta ke profesional. Sementara, penyelenggaraan kompetisi profesional, khususnya Divisi Utama masih gelap.

Budi berharap segera ada kepastian dari PSSI atau pun Kemenpora. Dia mengingatkan jika musim depan ada kompetisi harus direstui oleh FIFA. Tidak akan bermanfaat bagi tim, dan negara,jika PSSI masih di-banned oleh FIFA setelah dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

”Syukur-syukur bisa direstui FIFA. Segala aspek yang melingkupi pertandingan, seperti perizinan kepolisian harus sudah clear, sehingga pertandingan berjalan lancar,” kata dia.

Saat ini Kemenpora berusaha mengganjal langkah PSSI yang akan menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015/2016 dengan melayangkan surat ke Kapolri agar tidak memberi izin.

Kemenpora segera bertindak karena PT Liga Indonesia berencana menggulirkan ISL pada pekan ketiga Oktober. Dia mengaku tidak akan mendukung Kemenpora ataupun PSSI. Siapapun yang akan menggelar kompetisi resmi akan tetap ambil bagian, sepanjang direstui oleh federasi sepak bola dunia.

Di sisi lain, setelah jatuhnya sanksi dari FIFA, diharapkan kompetisi musim depan lebih baik dari saat ini. Mafia pengaturan skor dan judi harus segera dituntaskan. ''Jadi kita tidak rugi dua kali. Sekarang sudah rugi sekali, dan harus ada perbaikan ke depan,''jelasnya.
(aww)
Berita Terkait
Bentrok Suporter Persip...
Bentrok Suporter Persip Pekalongan dan Persibat Batang, 10 Orang Ditetapkan Tersangka
Tokoh Sepak Bola Nasional,...
Tokoh Sepak Bola Nasional, Andi Darussalam Tabusalla Meninggal Dunia
Nostalgia Sepak Bola...
Nostalgia Sepak Bola 'Kampung' di atas Gedung Pasar Utara Jakarta
Tim Ismed Sofyan Mengaum,...
Tim Ismed Sofyan Mengaum, Raih Gelar Bintang Muda 2025 dan Bawa Hadiah Rp100 Juta
Profil Alistair Smith,...
Profil Alistair Smith, Rekrutan Anyar PSSI Pengembang Kurikulum Sepak Bola
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
Berita Terkini
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
3 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
4 jam yang lalu
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
6 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
12 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved