Juara Liga, Impian yang Tak Jadi Nyata

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 08:50 WIB
Juara Liga, Impian yang...
Juara Liga, Impian yang Tak Jadi Nyata
A A A
MALANG - Almarhum Pelatih Arema Cronus Suharno meninggal dengan membawa satu impian, yakni membawa timnya menjuarai liga. Sebenarnya tahun 2015 ini menjadi musim yang diharapkan bisa membuat keinginan tersebut menjadi nyata.

Saat berbincang dengan wartawan media ini beberapa waktu lalu, Suharno menyatakan penyesalannya kompetisi mengalami kekacauan dan terhenti di tengah jalan. Padahal, menurutnya, tahun ini menjadi momentum yang bagus bagi Arema. Selama pramusim, Singo Edan menjalani turnamen dengan sempurna dan meraih beberapa trofi.

Penuturan Suharno kala itu, timnya berjalan di jalur tepat memburu gelar juara di QNB League 2015. Apalagi, format kompetisi kembali ke satu wilayah. Pada 2014 Arema yang bermain stabil selama semusim di Wilayah Barat harus takluk di tangan Persib Bandung dan gagal ke semifinal. Dengan format satu wilayah, Singo Edantak perlu ditentukan hanya oleh satu pertandingan.

“Sebenarnya saya ingin musim ini Arema juara, momennya sangat tepat. Tapi, nyatanya kompetisi seperti ini,” ujar Suharno, waktu itu. Dengan hancurnya sepak bola Indonesia, dia terpaksa menunggu hingga musim depan. Sayang, pelatih bersapa Once ini keburu meninggal sebelum impiannya membawa Arema menjuarai liga menjadi kenyataan.

Arema pun bakal menjadikan tekad dan impian Suharno tersebut sebagai inspirasi untuk melangkah lebih mantap di sepak bola Indonesia. “Suharno pelatih yang memiliki ambisi besar. Itu terlihat dari cara bekerja dan bagaimana visinya dalam mengarahkan tim. Semangat dan ambisinya akan tetap bersama Arema dan menjadi inspirasi tersendiri bagi kami,” ungkap General Manager Arema Ruddy Widodo.

Kinerja Suharno selama di Arema dua musim terakhir mendapat penilaian bagus dari manajemen. Walau gagal menembus semifinal 2014, itu bukan karena kinerjanya buruk, tapi juga dipengaruhi format kompetisi yang mengharuskan pertarungan hidup-mati di satu laga.

Sepanjang fase wilayah, Suharno hanya merasakan dua kali kekalahan dan dua kali imbang. Catatan tersebut dianggap cukup positif bagi manajemen Singo Edanuntuk memperpanjang kontraknya untuk musim 2015.

Kukuh Setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Sebanyak 12 Klub Liga...
Sebanyak 12 Klub Liga 1 Ramaikan Persaingan di Nusapay Indonesian Football e-League
INAF Gelar Audiensi...
INAF Gelar Audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Berita Terkini
Para Legenda Bola Kecam...
Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
2 jam yang lalu
Kartu Merah Kontroversial...
Kartu Merah Kontroversial Warnai Langkah Amerika Serikat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
6 jam yang lalu
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
6 jam yang lalu
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
8 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved