Penantian 11 Tahun Tandai Kembalinya Rooney, Mesin Gol United
Jum'at, 28 Agustus 2015 - 01:54 WIB
Penantian 11 Tahun Tandai Kembalinya Rooney, Mesin Gol United
A
A
A
BRUGGE - Laga leg kedua babak play-off Liga Champions 2015-2016 kontra Club Brugge menandai kembalinya ketajaman penyerang tumpuan Manchester United, Wayne Rooney. Saat kinerja Rooney menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir, juru gedor asal Inggris itu lantas unjuk gigi lewat hattrick ke gawang Brugge yang sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 11 tahun. Terakhir kali Rooney mencetak tiga gol di Liga Champions adalah saat United melumat Fenerbache 6-2 di Old Trafford pada 28 September 2004.
Gol tersebut seakan jadi pembuktian kualitas Rooney yang sebelumnya mandul dalam sembilan laga. Bahkan kinerja Rooney mulai diragukan saat Setan Merah -julukan United- tak mampu mendulang banyak gol dalam beberapa laga terakhir. Contohnya saat skuat besutan Louis van Gaal ditahan imbang tanpa gol oleh Newcastle United dipekan ketiga Liga Inggris 2015-2016. Sumbangan 17 gol Wazza – sapaan hangat Rooney, di seluruh kompetisi bersama Manchester United tahun lalu seakan tak berbekas.
Kondisi Rooney sempat membuat para fans United cemas, lantaran kini klub kesayangan mereka hanya menyisakan satu penyerang senior sepeninggal Robin Van Persie ke Fenerbache, serta Radamel Falcao yang habis masa pinjaman. Namun berkat tiga golnya di Jan Bredel Stadium, menjadi bukti Rooney yang selama ini jadi mesin gol United sudah terlahir kembali. "Jika saya tidak mencetak gol, mungkin itu akan mempengaruhi saya. Tetapi saya mengetahui kualitas saya. Jika gol tidak datang juga, saya masih memberikan kontribusi bagi rekan-rekan setim saya,” ucap Rooney dilansir BBC.
Sejak menggebrak lantai bursa musim panas, Agustus 2004 dengan kucuran dana sebesar 25,6 juta pounds atau sekira Rp551 miliar, Rooney telah menjelma jadi pilar utama United. Dana besar yang digelontorkan Setan Merah terbayar lunas saat Rooney mengukir hattrick dalam pertandingan Liga Champions 2004-2005 kontra Fenerbache. Tiga gol yang menahbiskannya sebagai pemain termuda yang mencetak hattrick di ranah Liga Champions. Ketika itu, Rooney baru menginjak 18 tahun, 335 hari.
Tidak terlalu bersinar di musim perdana dengan hanya mengantar United finish tiga besar, tapi penampilan individu Rooney berbuah penghargaan PFA Young Player of the Year. Torehan 11 gol cukup untuk menjadikannya top skor klub di akhir musim. Karier gemilang Rooney di Old Trafford tercipta seiring kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada 2009. Rooney kala itu langsung mengemban peran sebagai ikon klub.
Kini peran Rooney tidak tergantikan untuk United dengan mempersembahkan beberapa gelar bergengsi seperti lima gelar Liga Inggris, dua gelar Piala Liga, tiga gelar Community Shield, satu gelar Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub. Patut ditunggu apakah Rooney akan mampu mendongkrak prestasi United tidak hanya dilevel domestik, tapi juga pada kasta tertinggi Eropa.
Gol tersebut seakan jadi pembuktian kualitas Rooney yang sebelumnya mandul dalam sembilan laga. Bahkan kinerja Rooney mulai diragukan saat Setan Merah -julukan United- tak mampu mendulang banyak gol dalam beberapa laga terakhir. Contohnya saat skuat besutan Louis van Gaal ditahan imbang tanpa gol oleh Newcastle United dipekan ketiga Liga Inggris 2015-2016. Sumbangan 17 gol Wazza – sapaan hangat Rooney, di seluruh kompetisi bersama Manchester United tahun lalu seakan tak berbekas.
Kondisi Rooney sempat membuat para fans United cemas, lantaran kini klub kesayangan mereka hanya menyisakan satu penyerang senior sepeninggal Robin Van Persie ke Fenerbache, serta Radamel Falcao yang habis masa pinjaman. Namun berkat tiga golnya di Jan Bredel Stadium, menjadi bukti Rooney yang selama ini jadi mesin gol United sudah terlahir kembali. "Jika saya tidak mencetak gol, mungkin itu akan mempengaruhi saya. Tetapi saya mengetahui kualitas saya. Jika gol tidak datang juga, saya masih memberikan kontribusi bagi rekan-rekan setim saya,” ucap Rooney dilansir BBC.
Sejak menggebrak lantai bursa musim panas, Agustus 2004 dengan kucuran dana sebesar 25,6 juta pounds atau sekira Rp551 miliar, Rooney telah menjelma jadi pilar utama United. Dana besar yang digelontorkan Setan Merah terbayar lunas saat Rooney mengukir hattrick dalam pertandingan Liga Champions 2004-2005 kontra Fenerbache. Tiga gol yang menahbiskannya sebagai pemain termuda yang mencetak hattrick di ranah Liga Champions. Ketika itu, Rooney baru menginjak 18 tahun, 335 hari.
Tidak terlalu bersinar di musim perdana dengan hanya mengantar United finish tiga besar, tapi penampilan individu Rooney berbuah penghargaan PFA Young Player of the Year. Torehan 11 gol cukup untuk menjadikannya top skor klub di akhir musim. Karier gemilang Rooney di Old Trafford tercipta seiring kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada 2009. Rooney kala itu langsung mengemban peran sebagai ikon klub.
Kini peran Rooney tidak tergantikan untuk United dengan mempersembahkan beberapa gelar bergengsi seperti lima gelar Liga Inggris, dua gelar Piala Liga, tiga gelar Community Shield, satu gelar Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub. Patut ditunggu apakah Rooney akan mampu mendongkrak prestasi United tidak hanya dilevel domestik, tapi juga pada kasta tertinggi Eropa.
(akr)