Sriwijaya FC Harus Menang Lawan Persela agar Lolos
Minggu, 06 September 2015 - 00:06 WIB
Sriwijaya FC Harus Menang Lawan Persela agar Lolos
A
A
A
MALANG - Armada Sriwijaya FC (SFC) dipaksa mengakui keperkasaan tuan rumah Arema Cronus skor 1-3 di laga kedua Grup B Piala Presiden, Sabtu (5/9) malam. Kekalahan itu sedikit memperberat peluang Sriwijaya FC lolos dari penyisihan.
Laskar Wong Kito harus mengalahkan Persela Lamongan di laga terakhir Grup B pada Rabu, (9/9) untuk memastikan tiket lolos ke babak berikutnya. "Dengan kekalahan ini, tidak ada jalan lain kesempatan kita di laga terakhir penyisihan Grup B. Kami harus menang melawan Persela kalau ingin lolos,"kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan.
Menyikapi kekalahan cukup besar malam ini, Hartono tidak menumpahkan kesalahan kepada Dian Agus Prasetyo, kiper utama SFC. Menurutnya timnya sudah kalah dalam penguasaan bola dan duel bola di udara."Kami juga di laga ini lemah di set-piece dan bola udara. Terlihat sekali pemain juga tidak tenang menyelesaikan eksekusi bola kepada lawan,"tuturnya.
Menurut mantan asisten Kas Hartadi ini, setidaknya Sriwijaya FC bisa bermain imbang alias berbagi poin. Lantaran T.A. Musafri di menit ke-66 dan Patrich Wanggai di masa injury time babak kedua memiliki peluang mendulang dua gol keseimbangan. "Dua peluang Musafri dan Wanggai nyaris membuat kita berhasil tahan imbang lawan. Tetapi mereka tidak tenang dan peluang itu terbuang percuma,"keluhnya.
Secara keseluruhan, Hartono memberikan apresiasi kepada anak asuhnya mampu memberikan penampilan terbaiknya. Terbukti di babak kedua Sriwijaya FC membuat tuan rumah kelabakan beragam tusukan ke lini belakang Arema Cronus membuat publik Malang tercengang.
"Kita harus optimalkan babak terakhir di Grup B ini. Semoga kita beruntung dan pemain mampu meningkatkan tensi pertandingan,"pungkasnya.
Laskar Wong Kito harus mengalahkan Persela Lamongan di laga terakhir Grup B pada Rabu, (9/9) untuk memastikan tiket lolos ke babak berikutnya. "Dengan kekalahan ini, tidak ada jalan lain kesempatan kita di laga terakhir penyisihan Grup B. Kami harus menang melawan Persela kalau ingin lolos,"kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan.
Menyikapi kekalahan cukup besar malam ini, Hartono tidak menumpahkan kesalahan kepada Dian Agus Prasetyo, kiper utama SFC. Menurutnya timnya sudah kalah dalam penguasaan bola dan duel bola di udara."Kami juga di laga ini lemah di set-piece dan bola udara. Terlihat sekali pemain juga tidak tenang menyelesaikan eksekusi bola kepada lawan,"tuturnya.
Menurut mantan asisten Kas Hartadi ini, setidaknya Sriwijaya FC bisa bermain imbang alias berbagi poin. Lantaran T.A. Musafri di menit ke-66 dan Patrich Wanggai di masa injury time babak kedua memiliki peluang mendulang dua gol keseimbangan. "Dua peluang Musafri dan Wanggai nyaris membuat kita berhasil tahan imbang lawan. Tetapi mereka tidak tenang dan peluang itu terbuang percuma,"keluhnya.
Secara keseluruhan, Hartono memberikan apresiasi kepada anak asuhnya mampu memberikan penampilan terbaiknya. Terbukti di babak kedua Sriwijaya FC membuat tuan rumah kelabakan beragam tusukan ke lini belakang Arema Cronus membuat publik Malang tercengang.
"Kita harus optimalkan babak terakhir di Grup B ini. Semoga kita beruntung dan pemain mampu meningkatkan tensi pertandingan,"pungkasnya.
(aww)