Pertama dan Terakhir

Senin, 14 September 2015 - 10:49 WIB
Pertama dan Terakhir
Pertama dan Terakhir
A A A
NEW YORK - Gelar Amerika Serikat (AS) Terbuka tunggal putri dipastikan menjadi yang pertama sekaligus terakhir dalam karier Flavia Pennetta. Petenis Italia yang mengguncang Arthur Ashe Stadium, New York, tersebut memutuskan pensiun dari tenis profesional setelah jadi juara.

Pennetta tahu bagaimana cara mengakhiri karier dengan indah. Dengan usia yang mencapai 33 tahun, petenis yang pernah berpasangan dengan Martina Hingis di sektor ganda putri tersebut tahu betul tak mungkin lagi bersaing di level tertinggi dunia tenis. Motivasi itu yang diperlihatkan ketika mengalahkan Roberta Vinci di Arthur Ashe Stadium, New York, dini hari kemarin.

Pennetta seperti tak menemui kesulitan untuk menang 7-6, 6-2 atas teman sejak kecilnya tersebut. Keberhasilan yang membuat dia menjadi petenis Italia pertama juara AS Terbuka serta petenis putri tertua yang meraih gelar juara Turnamen Grand Slam. “Satu bulan lalu, sebelum memulai turnamen ini, saya membuat keputusan besar dalam hidup saya,”kata Pennetta, dilansir wtatennis.

“Saya memutuskan akan mengundurkan diri dengan cara seperti sekarang. Ini Turnamen AS Terbuka terakhir buat saya dan saya pikir ini adalah cara yang terindah.” Meski begitu, Pennetta akan tampil di China pada bulan depan dan WTA Finals di Singapura jika berhasil memenuhi syarat perolehan poin di akhir musim.

“Saya senang sekali. Saya tak pernah membayangkan akan menjadi juara. Ini adalah satu turnamen kesukaan saya dan saya menikmati bermain di sini. Ini adalah kesempatan yang pas untuk mengucapkan selamat tinggal di dunia tenis,” kata Pennetta. Pennetta bukan petenis pertama yang mengundurkan diri setelah merebut gelar grand slam pertama. Sebelumnya petenis asal Prancis Marion Bartoli juga pernah melakukan hal yang sama ketika menjadi juara Wimbledon 2013.

Bedanya, dia memutuskan mundur dari dunia tenis setelah sebulan seusai merebut satu-satunya gelar grand slam dalam kariernya. Selain itu, keberhasilan kedua petenis mencapai final, juga mencatatkan sejarah sebagai finalis AS Terbuka yang berada di luar 20 besar dunia sejak era terbuka. Bahkan, keduanya memiliki modal yang kurang bagus sebelum bertarung di turnamen tersebut.

Pennetta hanya memiliki rekor 17-15 pada musim ini, sedangkan Vinci 20-20 sepanjang 2015 serta 40-43 selama berlaga di ajang grand slam. Sementara Vinci tidak terlalu kecewa dikalahkan rekannya. Dia mengaku senang dengan usahanya di babak final. Meski harus menelan kegagalan, petenis unggulan ke-43 dunia itu mengatakan telah memberikan semua yang terbaik. Apalagi, petenis berusia 32 tahun itu membuat kejutan dengan menyingkirkan petenis unggulan pertama Serena Williams di semifinal.

“Saya benar-benar bahagia untuk keberhasilan Pennetta menjadi juara. Sangat sulit melawan pemain yang Anda tahu punya pengalaman banyak. Saya mencoba memberikan yang terbaik, tapi dia bermain luar biasa. Saya harus mengucapkan selamat kepadanya. Saya senang dapat berhadapan dengan teman baik saya. Kami sudah saling mengenal sejak usia 9 tahun. Kami mungkin akan menuliskan buku tentang hidup kami,” papar Vinci.

Raikhul amar
(ars)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
1 jam yang lalu
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
1 jam yang lalu
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
2 jam yang lalu
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
5 jam yang lalu
Prancis vs Inggris:...
Prancis vs Inggris: Laga Penutup Didier Deschamps
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved