Kabut Asap Indonesia Batalkan Final Piala Dunia Renang di Singapura
Sabtu, 03 Oktober 2015 - 19:01 WIB
Kabut Asap Indonesia Batalkan Final Piala Dunia Renang di Singapura
A
A
A
SINGAPURA - Kabut asap kebakaran hutan di Indonesia membuat final Piala Dunia renang 2015 yang diselenggarakan di Singapura, Sabtu (3/10/2015) terpaksa dibatalkan. Federasi Renang Internasional atau FINA ogah mengambil resiko pada para atlet meski acara berlangsung malam hari di OCBC Aquatic Center, Singapura.
"Mengingat pedoman dan peraturan yang disarankan oleh NEA (Badan Lingkungan Nasional Singapura) serta situasi kabut yang terus memburuk, kami memutuskan membatalkan final yang dijadwalkan malam ini," ucap direktur eksekutif FINA Cornel Marculescu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (3/10/2015). "Jadwal untuk besok masih tidak berubah tergantung pada kondisi cuaca," tambahnya.
FINA mulai membahas pembatalan final Piala Dunia renang edisi ke-27 sejak Jumat (2/10). Federasi renang dunia menggunakan tolak ukur dari Polutan Standar Indeks (PSI) yang dikeluarkan NEA per tiga jam. FINA mengatakan membatalkan perlombaan jika kualitas udara melebihi 200 yang dianggap sangat tidak sehat.
Sejak Sabtu pagi, PSI terus naik sepanjang hari. Bahkan dua jam sebelum dimulainya final telah naik ke angka 190. Atas dasar itu, FINA memutuskan untuk membatalkan sesi malam akibat kabut asap yang berasal dari Indonesia.
"Dengan kabut yang disebabkan kebakaran di Indonesia, kesehatan dan keselamatan semua atlet, tamu, pejabat, penonton, relawan dan staf tetap tetap jadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, dengan memburuknya PSI, kami membuat keputusan untuk membatalkan final dijadwalkan yang dijadwalkan pukul 06.00 malam ini," kata Ang Peng Wee, ketua panitia penyelenggara.
Bukan kali ini saja olah raga di Singapura terganggu asap akibat kebakaran hutan Indonesia. Beberapa waktu lalu pembalap Formula 1 mengeluhkan asap pekat ketika Grand Prix digelar di sana. (Baca Juga: Kabut Asap Hantui GP Singapura)
"Mengingat pedoman dan peraturan yang disarankan oleh NEA (Badan Lingkungan Nasional Singapura) serta situasi kabut yang terus memburuk, kami memutuskan membatalkan final yang dijadwalkan malam ini," ucap direktur eksekutif FINA Cornel Marculescu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (3/10/2015). "Jadwal untuk besok masih tidak berubah tergantung pada kondisi cuaca," tambahnya.
FINA mulai membahas pembatalan final Piala Dunia renang edisi ke-27 sejak Jumat (2/10). Federasi renang dunia menggunakan tolak ukur dari Polutan Standar Indeks (PSI) yang dikeluarkan NEA per tiga jam. FINA mengatakan membatalkan perlombaan jika kualitas udara melebihi 200 yang dianggap sangat tidak sehat.
Sejak Sabtu pagi, PSI terus naik sepanjang hari. Bahkan dua jam sebelum dimulainya final telah naik ke angka 190. Atas dasar itu, FINA memutuskan untuk membatalkan sesi malam akibat kabut asap yang berasal dari Indonesia.
"Dengan kabut yang disebabkan kebakaran di Indonesia, kesehatan dan keselamatan semua atlet, tamu, pejabat, penonton, relawan dan staf tetap tetap jadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, dengan memburuknya PSI, kami membuat keputusan untuk membatalkan final dijadwalkan yang dijadwalkan pukul 06.00 malam ini," kata Ang Peng Wee, ketua panitia penyelenggara.
Bukan kali ini saja olah raga di Singapura terganggu asap akibat kebakaran hutan Indonesia. Beberapa waktu lalu pembalap Formula 1 mengeluhkan asap pekat ketika Grand Prix digelar di sana. (Baca Juga: Kabut Asap Hantui GP Singapura)
(rus)