Soal MotoGP, Menpora: DPR Pertanyakan Status Sirkuit Sentul

Kamis, 08 Oktober 2015 - 00:14 WIB
Soal MotoGP, Menpora:...
Soal MotoGP, Menpora: DPR Pertanyakan Status Sirkuit Sentul
A A A
JAKARTA - Masalah status Sirkuit Sentul dipertanyakan dalam rapat terbatas menjajaki kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara Grand Prix MotoGP di Kantor Wantimpres, Rabu (7/10/2015) kemarin. Menpora Imam Nahrawi menjelaskan bahwa DPR pernah menanyakan soal status Sirkuit Sentul, namun demikian itu bukan masalah besar.

"Yang ditanyakan anggota DPR adalah status Sirkuit Sentul. Jika statusnya jelas, maka DPR akan lebih mudah menyetujui," ungkap Imam, seperti dikutip situs resmi Kemenpora, Kamis (8/10/2015).

Dalam rapat terbatas tersebut hadir Menteri PUPR Basuki Hadimoelyono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Tinton Suprapto, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nanan Soekarna, hingga Ananda Mikola. Tinton menjelaskan bahwa kepemilikan Sirkuit Sentul milik perusahaan swasta pindahan dari Ancol. (Baca juga: Presiden Jokowi Antusias Gelar MotoGP di Indonesia)

"Jangan dibeli, tapi manfaatkan saja. Sirkuit Sentul terkategori grade 3, untuk bisa masuk grade 1, perlu di-makeup lagi. Luas tanah 75 hektar," sahut Tinton.

Sekadar informasi, Indonesia sudah sejak lama dianggap mempunyai pangsa pasar yang besar untuk menggelar balapan MotoGP pada 2017 mendatang. Fanatisme masyarakat Tanah Air terhadap gelaran kuda besi tak diragukan lagi, tapi persoalannya sekarang apakah pemerintah mampu mengebut perbaikan Sirkuit Sentul yang dianggap CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, masih memiliki sejumlah kekurangan.

Seperti yang pernah dikatakan Kepala Bidang Olahraga Roda Dua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat, Sony Muhammad Heryadi bahwa jika Indonesia ingin mendapat izin resmi masuk kalender MotoGP 2017 di Sentul, maka harus ada perombakan total dari sirkuit yang pernah dipakai juga menjadi salah satu seri di musim MotoGP 1997.

Menurutnya, cukup berat jika Sirkuit Sentul harus menjadi venue balapan motor kelas dunia. Kategori grade 3 bisa dikatakan bakal menghambat rencana Indonesia mendatangkan sirkus MotoGP ke Tanah Air. (Baca juga: Sentul Ingin Gelar MotoGP, Ini Syaratnya)

"Sentul sekarang hanya bisa digunakan untuk kejuaraan kelas 250cc racing dan kelas 600cc standar. Jika tidak ada pembenahan total akan sulit, terlebih sekarang saja safety FIM belum memadai,"ujar Sony.
(bbk)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
20 menit yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
3 jam yang lalu
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
6 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved