Persib Bandung Ke Final, Djanur Evaluasi Total
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 23:37 WIB
Persib Bandung Ke Final, Djanur Evaluasi Total
A
A
A
BANDUNG - Euforia menyelimuti skuat Persib Bandung setelah memastikan diri lolos ke babak final Turnamen Piala Presiden 2015. Sukses melibas Mitra Kukar 3-1 di leg kedua semifinal di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/10) tadi malam menjadi pembalasan setimpal atas kekalahan di leg pertama 1-0.
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman memberikan apresiasi kepada seluruh pemainnya. Sebab, mengejar defisit dua gol tentu bukan hal yang mudah untuk digapai. Beruntung kata dia, para pemainnya memiliki tekad yang kuat hingga akhirnya keinginan untuk menembus babak final tercapai.
"Tidak gampang menang dengan dua gol. Tapi Alhamdulillah keinginan kita tercapai dan bisa memenangkan pertandingan sekaligus lolos ke babak final," ujar Djanur saat ditemui seusai pertandingan.
Tiga gol Persib berhasil tercipta dari gol bunuh diri OK John di menit ke-7, Atep menit ke-20 dan Ilija Spasojevic di menit ke-26. Sementara satu-satunya gol Mitra Kukar diciptakan Carlos Raul Sciucatti di menit ke-8.
Sebenarnya, lanjut Djanur, motivasi lawan cukup terangkat setelah melihat kondisi Stadion Si Jalak Harupat dipenuhi ribuan bobotoh. "Tapi kami kerja keras, akhirnya kami bisa mencuri gol di menit-menit awal itu yang kita harapkan," katanya.
Hanya saja, saat unggul 1-0, para pemainnya seakan hilang konsentrasi. Imbasnya, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan tepat satu menit setelah Persib berhasil mencetak gol pertamanya. "Tapi anak-anak berhasil membayar kesalahannya hingga kita leading tiga gol," tuturnya.
Dari awal, Djanur mengaku sudah menekankan kepada pemainnya untuk tetap memiliki konsentrasi yang tinggi dan waspada. Sebab tim Mitra Kukar bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Apalagi tepat di menit 81, timnya kehilangan satu pemainnya setelah Hariono mendapatkan dua kartu merah.
"Saya termasuk semua pemain juga deg-degan. Karena satu gol saja mereka (Mitra Kukar) masukkan, berarti mereka yang lolos (ke Final). Saya langsung cepat memasukkan dua pemain holding midfield agar pertahanan kita semakin kuar. Akhirnya kemenangan bisa dipertahankan," bebernya.
Meski sudah dipastikan lolos melaju ke babak final, bukan berarti tidak ada evaluasi yang dilakukan. Justru dia menilai para pemainnya masih memiliki kekurangan. Terbukti dari banyaknya kartu kuning yang didapat timnya. Setidaknya 6 kartu kuning diberikan wasit kepada Persib Bandung.
"Setiap pertandingan pasti ada evaluasi. Mau menang mau kalah pasti ada evaluasi termasuk gol cepat yang berhasil dilakukan lawan termasuk pertahanan kita," katanya.
Dengan begitu, Djanur berharap di babak final nanti, segala kekurangan yang didapat di laga ini tidak terjadi. Agar keinginan untuk menjadi juara tercapai.
"Kalau lawan, saya tidak akan memilih. Karena dua-duanya baik Sriwijaya maupun Arema adalah tim hebat. Tapi kita punya keinginan di babak final nanti kita bisa main di tempat netral. Kalau di GBK (Gelora Bung Karno) saya rasa riskan. Kasihan bobotoh. Buat kami, tim pasti aman, tapi yang saya khawatirkan yang di luar lapangan. Mudah-mudahan kita bisa main di tempat netral," harapnya.
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman memberikan apresiasi kepada seluruh pemainnya. Sebab, mengejar defisit dua gol tentu bukan hal yang mudah untuk digapai. Beruntung kata dia, para pemainnya memiliki tekad yang kuat hingga akhirnya keinginan untuk menembus babak final tercapai.
"Tidak gampang menang dengan dua gol. Tapi Alhamdulillah keinginan kita tercapai dan bisa memenangkan pertandingan sekaligus lolos ke babak final," ujar Djanur saat ditemui seusai pertandingan.
Tiga gol Persib berhasil tercipta dari gol bunuh diri OK John di menit ke-7, Atep menit ke-20 dan Ilija Spasojevic di menit ke-26. Sementara satu-satunya gol Mitra Kukar diciptakan Carlos Raul Sciucatti di menit ke-8.
Sebenarnya, lanjut Djanur, motivasi lawan cukup terangkat setelah melihat kondisi Stadion Si Jalak Harupat dipenuhi ribuan bobotoh. "Tapi kami kerja keras, akhirnya kami bisa mencuri gol di menit-menit awal itu yang kita harapkan," katanya.
Hanya saja, saat unggul 1-0, para pemainnya seakan hilang konsentrasi. Imbasnya, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan tepat satu menit setelah Persib berhasil mencetak gol pertamanya. "Tapi anak-anak berhasil membayar kesalahannya hingga kita leading tiga gol," tuturnya.
Dari awal, Djanur mengaku sudah menekankan kepada pemainnya untuk tetap memiliki konsentrasi yang tinggi dan waspada. Sebab tim Mitra Kukar bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Apalagi tepat di menit 81, timnya kehilangan satu pemainnya setelah Hariono mendapatkan dua kartu merah.
"Saya termasuk semua pemain juga deg-degan. Karena satu gol saja mereka (Mitra Kukar) masukkan, berarti mereka yang lolos (ke Final). Saya langsung cepat memasukkan dua pemain holding midfield agar pertahanan kita semakin kuar. Akhirnya kemenangan bisa dipertahankan," bebernya.
Meski sudah dipastikan lolos melaju ke babak final, bukan berarti tidak ada evaluasi yang dilakukan. Justru dia menilai para pemainnya masih memiliki kekurangan. Terbukti dari banyaknya kartu kuning yang didapat timnya. Setidaknya 6 kartu kuning diberikan wasit kepada Persib Bandung.
"Setiap pertandingan pasti ada evaluasi. Mau menang mau kalah pasti ada evaluasi termasuk gol cepat yang berhasil dilakukan lawan termasuk pertahanan kita," katanya.
Dengan begitu, Djanur berharap di babak final nanti, segala kekurangan yang didapat di laga ini tidak terjadi. Agar keinginan untuk menjadi juara tercapai.
"Kalau lawan, saya tidak akan memilih. Karena dua-duanya baik Sriwijaya maupun Arema adalah tim hebat. Tapi kita punya keinginan di babak final nanti kita bisa main di tempat netral. Kalau di GBK (Gelora Bung Karno) saya rasa riskan. Kasihan bobotoh. Buat kami, tim pasti aman, tapi yang saya khawatirkan yang di luar lapangan. Mudah-mudahan kita bisa main di tempat netral," harapnya.
(aww)