Setahun Pemerintahan Jokowi, Menpora: Saya Bangga Pada Beliau!
Selasa, 20 Oktober 2015 - 11:37 WIB
Setahun Pemerintahan Jokowi, Menpora: Saya Bangga Pada Beliau!
A
A
A
JAKARTA - Meski kondisi olah raga nasional bisa dikatakan jalan di tempat, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi justru memuji kepempinan Presiden Joko Widodo yang genap setahun memeritah. Di matanya, Jokowi telah memberikan arahan dan perhatian terhadap perkembangan olah raga di tanah air.
Hari ini, Selasa (20/10/2015), Jokowi tepat setahun memimpin Indonesia. Dari catatan Sindonews, prestasi Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi di berbagai ajang internasional harus jujur berada dalam titik nadir. Di ajang multievent seperti SEA Games dan Asian Games, prestasi atlet Indonesia mulai tersingkirkan negara lain.
Di gelaran SEA Games Singapura tahun lalu, catatan prestasi terburuk dibuat kontingen Merah Putih. Tanpa dinyana Indonesia keluar dari posisi tiga besar dan hanya berada di peringkat kelima di bawah Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia.
Prestasi tersebut menyamai prestasi yang dibuat pada 2005. Namun kala itu dari sisi raihan medali SEA Games 2005 bisa dikatakan prestasi Indonesia lebih baik unggul tiga emas dengan total keseluruhan 50 emas, 79 perak, dan 89 perunggu. Tahun lalu, di bawah pemerintahan Jokowi, Indonesia hanya bisa mendulang 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu.
Persoalan olah raga Indonesia sepertinya tidak berhenti di situ saja. Sepak bola yang menjadi salah satu cabang favorit masyarakat Indonesia juga terkena imbas. Sampai saat ini sepak bola Indonesia dikucilkan dunia internasional menyusul pembekuan PSSI oleh FIFA.
Hingga kini pun tanda-tanda perbaikan hubungan antara PSSI dan pemerintah dalam hal ini Menpora belum menunjukkanada perbaikan. Padahal FIFA hanya meminta pemerintah tidak ikut campur tangan urusan PSSI.
Namun kenyataan mengenai prestasi buruk Indonesia ajang SEA Games dan Asian Games tidak menyurutkan Imam Nahrawi untuk terus memuji Jokowi yang dinilainya telah memberikan arahan yang jelas pada dunia olah raga. Imam berpendapat Presiden Jokowi memberikan perhatian penuh kepada reformasi dan tata kelola ola hraga.
"Jadi tidak boleh lagi berdiam diri menyerahkan pada pihak lain, tapi harus terlibat berkoordinasi dan memberikan kepastian pada olah raga, atlet, pelatih dan seluruh pelaku olah raga," kata Imam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2015) lalu.
"Saya bangga punya pemimpin seperti beliau, pak Jokowi dan pak JK, sangat tegas, sangat luas, bijak," pungkas Imam.
Hari ini, Selasa (20/10/2015), Jokowi tepat setahun memimpin Indonesia. Dari catatan Sindonews, prestasi Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi di berbagai ajang internasional harus jujur berada dalam titik nadir. Di ajang multievent seperti SEA Games dan Asian Games, prestasi atlet Indonesia mulai tersingkirkan negara lain.
Di gelaran SEA Games Singapura tahun lalu, catatan prestasi terburuk dibuat kontingen Merah Putih. Tanpa dinyana Indonesia keluar dari posisi tiga besar dan hanya berada di peringkat kelima di bawah Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia.
Prestasi tersebut menyamai prestasi yang dibuat pada 2005. Namun kala itu dari sisi raihan medali SEA Games 2005 bisa dikatakan prestasi Indonesia lebih baik unggul tiga emas dengan total keseluruhan 50 emas, 79 perak, dan 89 perunggu. Tahun lalu, di bawah pemerintahan Jokowi, Indonesia hanya bisa mendulang 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu.
Persoalan olah raga Indonesia sepertinya tidak berhenti di situ saja. Sepak bola yang menjadi salah satu cabang favorit masyarakat Indonesia juga terkena imbas. Sampai saat ini sepak bola Indonesia dikucilkan dunia internasional menyusul pembekuan PSSI oleh FIFA.
Hingga kini pun tanda-tanda perbaikan hubungan antara PSSI dan pemerintah dalam hal ini Menpora belum menunjukkanada perbaikan. Padahal FIFA hanya meminta pemerintah tidak ikut campur tangan urusan PSSI.
Namun kenyataan mengenai prestasi buruk Indonesia ajang SEA Games dan Asian Games tidak menyurutkan Imam Nahrawi untuk terus memuji Jokowi yang dinilainya telah memberikan arahan yang jelas pada dunia olah raga. Imam berpendapat Presiden Jokowi memberikan perhatian penuh kepada reformasi dan tata kelola ola hraga.
"Jadi tidak boleh lagi berdiam diri menyerahkan pada pihak lain, tapi harus terlibat berkoordinasi dan memberikan kepastian pada olah raga, atlet, pelatih dan seluruh pelaku olah raga," kata Imam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2015) lalu.
"Saya bangga punya pemimpin seperti beliau, pak Jokowi dan pak JK, sangat tegas, sangat luas, bijak," pungkas Imam.
(bbk)