Nama Widodo Muncul Saat Liestiadi Diambang Pemecatan

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 17:20 WIB
Nama Widodo Muncul Saat...
Nama Widodo Muncul Saat Liestiadi Diambang Pemecatan
A A A
GRESIK - Persegres Gresik United berencana merombak tim jelang tampil di Piala Jenderal Soedirman, November 2015. Tim kepelatihan yang dipimpin Liestiadi menjadi bagian yang tersentuh perubahan. Manajemen klub siap melengserkan pelatih asal Medan tersebut.

Manajer Persegres Bagoes Cahyo Yuwono mengatakan pihaknya ingin melakukan penyegaran di tim Laskar Jaka Samudra, termasuk pembaruan di sektor pelatih. Namun, Bagoes belum mau mengungkapkan detail status Liestiadi.

"Penyegaran dilakukan agar ada suasana baru. Akan ada perubahan dari komposisi pelatih maupun pemain. Yang pasti kami akan melakukan pembenahan dengan harapan bisa lebih baik dibanding keikutsertaan di turnamen sebelumnya," ucap Bagoes.

Liestiadi gagal total di Piala Presiden 2015. Di tiga pertandingan Grup D di Makassar, Laskar Jaka Samudra menelan tiga kekalahan beruntun dengan torehan satu gol dan kebobolan delapan kali. Rekor itu memunculkan wacana pencoptoan Liestiadi. Namun, pernyataan Bagoes masih mengambang karena menyebut penyegaran ini bersifat sementara karena hanya terlibat di turnamen.

Bagoes juga menampik perubahan pelatih berkaitan langsung dengan kegagalan Persegres di Piala Presiden 2015. Di Gresik, sudah beredar kabar bahwa Widodo C Putro menjadi kandidat pelatih Persegres yang baru.

"Tunggu saja perkembangannya. Pastinya akan ada perubahan," demikian penegasan Bagoes. Dia hanya membeberkan konsep tim kuning yang bakal lebih banyak mengoptimalkan pemain muda dan asli Gresik. Rekrutmen bakal secepatnya dilakukan setelah tim memulai latihan.

Persegres ingin komposisi tim dihuni 90% pemain lokal Persegres, yang berarti butuh sekitar 13 pemain. Konsep itu dipakai dengan alasan ingin memberikan ruang berkembang bagi pemain-pemain muda Gresik. "Kami juga harus memperhatikan progres pemain muda dan asli Gresik," katanya.

Perubahan ini terhitung mengejutkan dan membuat supporter Ultrasmania penasaran, apalagi dengan konsep membawa pemain-pemain muda lokal di turnamen yang dihuni klub-klub ISL. Terutama jika dikomparasi dengan hasil Piala Presiden, di mana mereka gagal total walau memakai banyak pemain berpengalaman.

Ultrasmania sebenarnya memimpikan timnya melupakan hasil di Piala Presiden dan berbenah lebih serius. Namun harapan tersebut menemui kendala besar karena manajemen sendiri tak memiliki banyak dana untuk belanja pemain, apalagi hanya dipakai untuk turnamen.
(sha)
Berita Terkait
Kepala BPBD Tarso Soegito...
Kepala BPBD Tarso Soegito Datangi Kejari Gresik, Ada Apa?
Petrokimia Gresik Raih...
Petrokimia Gresik Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Delapan Kecamatan di...
Delapan Kecamatan di Gresik Masuk Kawasan PSBB
Pangkas Penyebaran Covid-19,...
Pangkas Penyebaran Covid-19, Seluruh Wilayah Gresik Disemprot Disinfektan
Lamban Tangani Kebakaran,...
Lamban Tangani Kebakaran, DPRD Gresik Minta Tambahan UPT Damkar
Penghasilan Nelayan...
Penghasilan Nelayan Anjlok, Satpolair Polres Gresik Bantu Nelayan
Berita Terkini
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
2 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin ke Perempat Final!
3 jam yang lalu
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
3 jam yang lalu
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
11 jam yang lalu
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
14 jam yang lalu
Gelandang Meksiko Gilberto...
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
15 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved