Perdana Menteri Italia Tak Terima Rossi Disalahkan
Selasa, 27 Oktober 2015 - 19:20 WIB
Perdana Menteri Italia Tak Terima Rossi Disalahkan
A
A
A
ROMA - Sebagai sosok yang dinilai berjasa buat negara, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi tak menerima kalau pahlawan negaranya disalahkan. Renzi menelepon langsung Rossi untuk memberi dukungan setelah mengetahui adanya insiden dengan Marc Marquez di Sepang, Malaysia akhir pekan lalu.
Seperti diberitakan, Ansa, Selasa (27/10/2015), tidak diketahui apa isi pembicaraan antara Renzi dan Rossi. Namun sumber terdekat mengatakan kalau Renzi memberikan perhatian khusus pada Rossi yang terus dipojokkan dalam upayanya meraih gelar juara dunia MotoGP untuk kali kedelapannya. (Baca juga : Seketika Ramai-ramai Memusuhi Rossi)
Renzi sendiri ketika insiden tersebut sedang melakukan lawatan ke Amerika Selatan atau tepatnya Peru. Di Italia sendiri dukungan terus mengalir pada The Doctor. Ketua Olimpiade Italia, Giovanni Malago berkeyakinan kalau pahlawan mereka tidak melakukan tindakan apapun yang membuat Marquez terjatuh.
"Rossi mengakui kalau dirinya memang terkena provokasi Marquez. Sama halnya dengan orang lain bertanggung jawab pada diri sendir dan ini bukan alasan institusional. Saya pikir ini Rossi sedang dihalangi menjadi juara dunia," ucap Malago.
Tampaknya insiden Sepang mau tak mau menyeret kepentingan negara, Spanyol dan Italia. Bisa dimaklumi mengingat saat ini Rossi sedang bertarung secara langsung dengan pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo meski berada dalam satu tim Yamaha. (Baca juga : Perdana Menteri Spanyol Ikutan Kutuk Rossi)
Sialnya walau berada dalam satu tim, Lorenzo tidak memberikan dukungan pada Rossi. Sebaliknya, Lorenzo menilai hukuman yang dijatuhkan pada rekannya terlalu ringan. (Baca juga : Lorenzo Kecewa Hukuman Rossi Terlalu Ringan)
Sementara Rossi sudah memberikan isyarat tidak akan tampil di Valencia yang akan menjadi seri terakhir MotoGP musim ini. Ia sadar kalau peluangnya kecil setelah mendapatkan hukuman harus start dari posisi belakang.
Seperti diberitakan, Ansa, Selasa (27/10/2015), tidak diketahui apa isi pembicaraan antara Renzi dan Rossi. Namun sumber terdekat mengatakan kalau Renzi memberikan perhatian khusus pada Rossi yang terus dipojokkan dalam upayanya meraih gelar juara dunia MotoGP untuk kali kedelapannya. (Baca juga : Seketika Ramai-ramai Memusuhi Rossi)
Renzi sendiri ketika insiden tersebut sedang melakukan lawatan ke Amerika Selatan atau tepatnya Peru. Di Italia sendiri dukungan terus mengalir pada The Doctor. Ketua Olimpiade Italia, Giovanni Malago berkeyakinan kalau pahlawan mereka tidak melakukan tindakan apapun yang membuat Marquez terjatuh.
"Rossi mengakui kalau dirinya memang terkena provokasi Marquez. Sama halnya dengan orang lain bertanggung jawab pada diri sendir dan ini bukan alasan institusional. Saya pikir ini Rossi sedang dihalangi menjadi juara dunia," ucap Malago.
Tampaknya insiden Sepang mau tak mau menyeret kepentingan negara, Spanyol dan Italia. Bisa dimaklumi mengingat saat ini Rossi sedang bertarung secara langsung dengan pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo meski berada dalam satu tim Yamaha. (Baca juga : Perdana Menteri Spanyol Ikutan Kutuk Rossi)
Sialnya walau berada dalam satu tim, Lorenzo tidak memberikan dukungan pada Rossi. Sebaliknya, Lorenzo menilai hukuman yang dijatuhkan pada rekannya terlalu ringan. (Baca juga : Lorenzo Kecewa Hukuman Rossi Terlalu Ringan)
Sementara Rossi sudah memberikan isyarat tidak akan tampil di Valencia yang akan menjadi seri terakhir MotoGP musim ini. Ia sadar kalau peluangnya kecil setelah mendapatkan hukuman harus start dari posisi belakang.
(bbk)