Batalkan Jadwal Latihan, Ini Jawaban Pelatih Persib Bandung
Rabu, 28 Oktober 2015 - 14:15 WIB
Batalkan Jadwal Latihan, Ini Jawaban Pelatih Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman terpaksa membatalkan jadwal sesi latihan yang seharusnya dilakukan Rabu (28/10) hari ini. Banyaknya undangan untuk mengisi acara stasiun televisi maupun kegiatan lainnya menjadi salah satu alasannya.
Pasca menjuarai turnamen Piala Presiden 2015, Minggu (18/10) lalu, beberapa undangan menghampiri tim berjuluk Maung Bandung ini. Dari mulai manajer, pelatih hingga pemain diminta untuk menghadiri berbagai acara, baik off air maupun on air.
"Ya, latihan diundur menjadi Senin (2/11) depan. Alasannya karena masih ingin memberikan kesempatan untuk istirahat. Karena cukup melelahkan dengan kegiatan-kegiatan yang menyita energi. Jadi fokus dulu selesaikan acara dan kegiatan," ujar Djanur saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Selain banyaknya acara, beberapa pemain Persib di antaranya memilih pulang kampung. Wajar, sebab mayoritas pemain Persib tidak seluruhnya berasal dari Kota Bandung. Sehingga pelatih asal Majalengka ini terpaksa mengundurkan jadwal latihan.
"Kita juga ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk bertemu dengan keluarga mereka. Karena tidak semua pemain orang Bandung. Dan rencananya saya juga akan pulang kampung ke Majalengka," tuturnya.
Banyak keuntungan yang dialami Persib, selepas menjuarai turnamen Piala Presiden 2015. Seperti yang terjadi pada kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep. Setidaknya, hampir setiap harinya undangan untuk mengisi acara menghampirinya.
Namun pemilik nomor punggung 7 ini mengaku tidak semua undangan diterimanya. Ditakutkan, hal itu akan berdampak negatif, terutama bagi kebugarannya. "Dan kebetulan sekarang lagi tidak ada kegiatan. Jadi ketika ada tawaran yang datang, ya diterima," ungkap Atep.
Baginya undangan yang menghampirinya jelas sangat menguntungkan. Mengingat saat ini tidak ada pertandingan yang harus dihadapi. "Yang jelas ada suasana baru yang digeluti. Kalau dulu kayak talkshow jarang, malah gak pernah. Kita kebanyakan di lapangan," katanya.
Meski merasa enjoy, Atep menegaskan tidak mengubah profesinya dan akan tetap menjadi seorang pesepakbola. Sebab olahraga 11 lawan 11 tersebut sudah menjadi hobinya hingga saat ini.
"Kalau dibilang enak, ya tetap enakan di lapangan. Karena kegiatan saat ini hanya hiburan. Istilahnya, pengen tau aja. Kalau sudah tau ya cukup," tandasnya.
Pasca menjuarai turnamen Piala Presiden 2015, Minggu (18/10) lalu, beberapa undangan menghampiri tim berjuluk Maung Bandung ini. Dari mulai manajer, pelatih hingga pemain diminta untuk menghadiri berbagai acara, baik off air maupun on air.
"Ya, latihan diundur menjadi Senin (2/11) depan. Alasannya karena masih ingin memberikan kesempatan untuk istirahat. Karena cukup melelahkan dengan kegiatan-kegiatan yang menyita energi. Jadi fokus dulu selesaikan acara dan kegiatan," ujar Djanur saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Selain banyaknya acara, beberapa pemain Persib di antaranya memilih pulang kampung. Wajar, sebab mayoritas pemain Persib tidak seluruhnya berasal dari Kota Bandung. Sehingga pelatih asal Majalengka ini terpaksa mengundurkan jadwal latihan.
"Kita juga ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk bertemu dengan keluarga mereka. Karena tidak semua pemain orang Bandung. Dan rencananya saya juga akan pulang kampung ke Majalengka," tuturnya.
Banyak keuntungan yang dialami Persib, selepas menjuarai turnamen Piala Presiden 2015. Seperti yang terjadi pada kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep. Setidaknya, hampir setiap harinya undangan untuk mengisi acara menghampirinya.
Namun pemilik nomor punggung 7 ini mengaku tidak semua undangan diterimanya. Ditakutkan, hal itu akan berdampak negatif, terutama bagi kebugarannya. "Dan kebetulan sekarang lagi tidak ada kegiatan. Jadi ketika ada tawaran yang datang, ya diterima," ungkap Atep.
Baginya undangan yang menghampirinya jelas sangat menguntungkan. Mengingat saat ini tidak ada pertandingan yang harus dihadapi. "Yang jelas ada suasana baru yang digeluti. Kalau dulu kayak talkshow jarang, malah gak pernah. Kita kebanyakan di lapangan," katanya.
Meski merasa enjoy, Atep menegaskan tidak mengubah profesinya dan akan tetap menjadi seorang pesepakbola. Sebab olahraga 11 lawan 11 tersebut sudah menjadi hobinya hingga saat ini.
"Kalau dibilang enak, ya tetap enakan di lapangan. Karena kegiatan saat ini hanya hiburan. Istilahnya, pengen tau aja. Kalau sudah tau ya cukup," tandasnya.
(aww)