Perburuan Gelar Juara Dunia ala Rossi-Lorenzo Bukan yang Pertama
Rabu, 04 November 2015 - 17:09 WIB
Perburuan Gelar Juara Dunia ala Rossi-Lorenzo Bukan yang Pertama
A
A
A
VALENCIA - Pecinta MotoGP harus menahan nafas lebih panjang musim ini. Pasalnya, juara dunia MotoGP 2015 baru akan diketahui sampai GP Valencia rampung digelar. Kejadian perburuan gelar juara dunia yang saat ini tengah diperebutkan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sebenarnya yang pertama di dunia.
Persaingan kedua pembalap Yamaha tersebut membuat susana makin panas. Bukan hanya di lintasan tapi juga di luar lapangan. Puncaknya, Rossi pun sempat mengungkapkan adanya konspirasi yang dilakukan Lorenzo dan Marc Marquez untuk menjegal dirinya menjadi juara dunia.
Terlepas dari perseteruan para pembalap tersebut, MotoGP, Rabu (4/11/2015), telah merangkum kejadian perburuan gelar sampai akhir seri. Sejak diperkenalkan pada 1949, setidaknya sudah 16 kali kejadian seperti yang dialami Rossi dan Lorenzo.
1950 – Monza, Italia menjadi saksi bagaimana Umberto Masetti, menjadi juara dunia setelah finis di posisi kedua. Kala itu ia bersaing dengan pembalap tim Norton, Geoff Duke yang masuk finis di posisi pertama. Keunggulan satu poin membuat Masetti dinobatkan sebagai kampiun.
1952 – Musim itu Umberto Masseti kembali menjadi pusat perhatian setelah menjadi juara dunia. Kejadiannya pun tak jauh berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Tapi kali ini, Masseti harus bersaing dengan juara dunia 1949, Les Graham (MV Agusta) dan Reg Armstrong (Norton). Seri terakhir yang berlangsung di Barcelona sebenarnya dimenangkan Graham. Lagi-lagi, Masseti masuk ke posisi kedua dan selisih angka keduanya begitu tipis hingga membuat Masseti memenangkan trofi.
1957 – Libero Liberati (Gilera) berhasil memenangkan seri akhir di Monza sekaligus mengalahkan Bob McIntyre (Gilera). Sukses Liberati tersebut juga terbilang luar biasa setelah di seri sebelumnya di Belgia, ia didiskualifikasi akibat mengganti mesin tanpa memberitahukan pejabat berwenang.
1966 – Rivalitas antara Mike Hailwood (Honda) dan Giacomo Agostini (MV Agusta) kala itu menjadi magnet. Mereka terus berjuang sampai akhir sampai akhirnya Hailwood gagal dan membuat Agostini meraih gelar pertamanya di kelas 500cc.
1967 – Persaingan Hailwood dan Agostini kembali terulang. Hailwood dan Agostini sempat mempunyai poin yang sama dan harus diselesaikan di Kanada. Agostini akhirnya beruntung setelah mencatat waktu lebih cepat tiga detik dibandingkan Hailwood.
1975 – Giacomo Agostini kali ini bersaing dengan pembalap Inggris, Phil Read. Brno menjadi penentu siapa dari kedua pembalap tersebut yang akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia. Agostini keluar sebagai juara dunia setelah finis di posisi kedua dan menjadikannya pembalap pertama jadi juara di kelas premier.
1978 – Kenny Roberts (Yamaha) hanya unggul delapan poin dengan Barry Sheene (Suzuki). Penuntasan gelar juara dunia terjadi di Sirkuit Nurburgring di mana saat ini Roberts menjaga posisi dengan finis di urutan ketiga. Roberts pun tercatat sebagai pembalap Amerika Serikat pertama yang menjadi juara dunia kelas premier.
1979 – Kenny Roberts mendapat tantangan dari pembalap muda Italia, Virginio Ferrari. Tapi pengalaman Roberts mengantarkannya menjadi juara dunia di seri terakhir di Le Mans.
1980 – Untuk kali ketiganya, Kenny Robert menjadi juara dunia setelah menjalin rivalitas dengan kompatriotnya, Randy Mamola. Lagi-lagi Nurburgring menjadi saksi keganasan Roberts.
1981 – Randy Mamola berhasil mengulangi sukses tahun sebelumnya untuk bersaing menjadi juara dunia sampai di seri terakhir. Kali ini ia harus bersaing dengan Marco Lucchinelli di Sirkuit Anderstorp. Sayangnya, Mamola yang membutuhkan kemenangan gagal meneruskan lomba setelah terjatuh akibat sepanjang lomba hujan ringan mengguyur lintasan. Lucchinelli akhirnya yang keluar sebagai juara.
1983 – Freddie Spencer (Honda) unggul lima poin dari Kenny Roberts saat berlomba di seri akhir di Imola. Sepanjang balapan, Robert mencoba memperlambat laju motornya untuk memberikan kesempatan pada rekan setimnya, Eddie Lawson agar bisa finis di depan Spencer. Sayangnya upaya ini gagal setelah di lap terakhir Spencer lepas dari kawalan dan berhasil masuk finis di posisi kedua hingga membuatnya menjadi juara dunia. Spencer pun tercatat sebagai pembalap Honda pertama yang menjadi juara di kelas 500cc.
1989 – Persaingan terjadi sesama pembalap AS antara Eddie Lawson (Honda) dan Wayne Rainey (Yamaha). Lawson berhasil finis di posisi kedua untuk meraih gelar juara dunia.
1992 – Mick Doohan (Honda) mengalami cedera serius saat menjalani sesi latihan di seri kedelapan di Assen. Padahal saat itu ia unggul 65 poin dari Wayne Rainey (Yamaha). Kondisi ini bisa dimanfaatkan Rainey untuk mengejar perolehan angka dan puncaknya saat tampil di Kyalami in South Africa. Doohan yang unggul dua poin gagal menambah poin lebih banyak setelah hanya finis di posisi keenam dan Rainey yang menjadi juara dunia usai masuk finis di urutan ketiga.
1993 – Kali ini perburuan gelar juara dunia melibatkan Kevin Schwantz (Suzuki) dan Wayne Rainey. Schwantz yang unggul 18 poin makin tak tertahankan setelah Rainey gagal melanjutkan lomba. Schwantz sendiri di seri terakhir itu hanya finis di posisi ketiga.
2006 – Valentino Rossi (Yamaha) bersaing ketat dengan Nicky Hayden (Honda) dengan keunggulan delapan poin. Sayangnya dalam pertarungan ketat tersebut, Rossi terjatuh dan membuat Hayden keluar sebagai juara dunia.
2013 – Valencia menjadi pertempuran terakhir antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Selisih keduanya hanya 13 poin untuk keunggulan Marquez. Lorenzo berhasil menjadi juara namun sayang Marquez bisa mengunci gelar juara dunia setelah masuk finis di posisi ketiga.
Persaingan kedua pembalap Yamaha tersebut membuat susana makin panas. Bukan hanya di lintasan tapi juga di luar lapangan. Puncaknya, Rossi pun sempat mengungkapkan adanya konspirasi yang dilakukan Lorenzo dan Marc Marquez untuk menjegal dirinya menjadi juara dunia.
Terlepas dari perseteruan para pembalap tersebut, MotoGP, Rabu (4/11/2015), telah merangkum kejadian perburuan gelar sampai akhir seri. Sejak diperkenalkan pada 1949, setidaknya sudah 16 kali kejadian seperti yang dialami Rossi dan Lorenzo.
1950 – Monza, Italia menjadi saksi bagaimana Umberto Masetti, menjadi juara dunia setelah finis di posisi kedua. Kala itu ia bersaing dengan pembalap tim Norton, Geoff Duke yang masuk finis di posisi pertama. Keunggulan satu poin membuat Masetti dinobatkan sebagai kampiun.
1952 – Musim itu Umberto Masseti kembali menjadi pusat perhatian setelah menjadi juara dunia. Kejadiannya pun tak jauh berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Tapi kali ini, Masseti harus bersaing dengan juara dunia 1949, Les Graham (MV Agusta) dan Reg Armstrong (Norton). Seri terakhir yang berlangsung di Barcelona sebenarnya dimenangkan Graham. Lagi-lagi, Masseti masuk ke posisi kedua dan selisih angka keduanya begitu tipis hingga membuat Masseti memenangkan trofi.
1957 – Libero Liberati (Gilera) berhasil memenangkan seri akhir di Monza sekaligus mengalahkan Bob McIntyre (Gilera). Sukses Liberati tersebut juga terbilang luar biasa setelah di seri sebelumnya di Belgia, ia didiskualifikasi akibat mengganti mesin tanpa memberitahukan pejabat berwenang.
1966 – Rivalitas antara Mike Hailwood (Honda) dan Giacomo Agostini (MV Agusta) kala itu menjadi magnet. Mereka terus berjuang sampai akhir sampai akhirnya Hailwood gagal dan membuat Agostini meraih gelar pertamanya di kelas 500cc.
1967 – Persaingan Hailwood dan Agostini kembali terulang. Hailwood dan Agostini sempat mempunyai poin yang sama dan harus diselesaikan di Kanada. Agostini akhirnya beruntung setelah mencatat waktu lebih cepat tiga detik dibandingkan Hailwood.
1975 – Giacomo Agostini kali ini bersaing dengan pembalap Inggris, Phil Read. Brno menjadi penentu siapa dari kedua pembalap tersebut yang akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia. Agostini keluar sebagai juara dunia setelah finis di posisi kedua dan menjadikannya pembalap pertama jadi juara di kelas premier.
1978 – Kenny Roberts (Yamaha) hanya unggul delapan poin dengan Barry Sheene (Suzuki). Penuntasan gelar juara dunia terjadi di Sirkuit Nurburgring di mana saat ini Roberts menjaga posisi dengan finis di urutan ketiga. Roberts pun tercatat sebagai pembalap Amerika Serikat pertama yang menjadi juara dunia kelas premier.
1979 – Kenny Roberts mendapat tantangan dari pembalap muda Italia, Virginio Ferrari. Tapi pengalaman Roberts mengantarkannya menjadi juara dunia di seri terakhir di Le Mans.
1980 – Untuk kali ketiganya, Kenny Robert menjadi juara dunia setelah menjalin rivalitas dengan kompatriotnya, Randy Mamola. Lagi-lagi Nurburgring menjadi saksi keganasan Roberts.
1981 – Randy Mamola berhasil mengulangi sukses tahun sebelumnya untuk bersaing menjadi juara dunia sampai di seri terakhir. Kali ini ia harus bersaing dengan Marco Lucchinelli di Sirkuit Anderstorp. Sayangnya, Mamola yang membutuhkan kemenangan gagal meneruskan lomba setelah terjatuh akibat sepanjang lomba hujan ringan mengguyur lintasan. Lucchinelli akhirnya yang keluar sebagai juara.
1983 – Freddie Spencer (Honda) unggul lima poin dari Kenny Roberts saat berlomba di seri akhir di Imola. Sepanjang balapan, Robert mencoba memperlambat laju motornya untuk memberikan kesempatan pada rekan setimnya, Eddie Lawson agar bisa finis di depan Spencer. Sayangnya upaya ini gagal setelah di lap terakhir Spencer lepas dari kawalan dan berhasil masuk finis di posisi kedua hingga membuatnya menjadi juara dunia. Spencer pun tercatat sebagai pembalap Honda pertama yang menjadi juara di kelas 500cc.
1989 – Persaingan terjadi sesama pembalap AS antara Eddie Lawson (Honda) dan Wayne Rainey (Yamaha). Lawson berhasil finis di posisi kedua untuk meraih gelar juara dunia.
1992 – Mick Doohan (Honda) mengalami cedera serius saat menjalani sesi latihan di seri kedelapan di Assen. Padahal saat itu ia unggul 65 poin dari Wayne Rainey (Yamaha). Kondisi ini bisa dimanfaatkan Rainey untuk mengejar perolehan angka dan puncaknya saat tampil di Kyalami in South Africa. Doohan yang unggul dua poin gagal menambah poin lebih banyak setelah hanya finis di posisi keenam dan Rainey yang menjadi juara dunia usai masuk finis di urutan ketiga.
1993 – Kali ini perburuan gelar juara dunia melibatkan Kevin Schwantz (Suzuki) dan Wayne Rainey. Schwantz yang unggul 18 poin makin tak tertahankan setelah Rainey gagal melanjutkan lomba. Schwantz sendiri di seri terakhir itu hanya finis di posisi ketiga.
2006 – Valentino Rossi (Yamaha) bersaing ketat dengan Nicky Hayden (Honda) dengan keunggulan delapan poin. Sayangnya dalam pertarungan ketat tersebut, Rossi terjatuh dan membuat Hayden keluar sebagai juara dunia.
2013 – Valencia menjadi pertempuran terakhir antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Selisih keduanya hanya 13 poin untuk keunggulan Marquez. Lorenzo berhasil menjadi juara namun sayang Marquez bisa mengunci gelar juara dunia setelah masuk finis di posisi ketiga.
(bbk)