Nomor 46 Milik Rossi Urung Jadi Sejarah
Minggu, 08 November 2015 - 21:07 WIB
Nomor 46 Milik Rossi Urung Jadi Sejarah
A
A
A
VALENCIA - Sederet prestasi membanggakan pernah diraih Valentino Rossi sepanjang menekuni dunia balap motor. Sayangnya, disaat tengah berada di puncak karier ia malah gagal menjadikan nomor 46 keramat. Padahal musim ini merupakan momentum yang tepat untuk menyimpan nomor tersebut dalam sejarah gelaran MotoGP.
Rossi sudah belasan tahun menekuni profesi sebagai pembalap. Dia tak hanya dikenal dengan gaya balapnya yang berani dalam bermanuver, kekasih Linda Morselli itu juga identik dengan nomor 46. Bahkan pendukung setianya yang dikenal dengan sebutan Rossifummi rela membawa spanduk 46 setiap kali jagoannya tampil.
Pembalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu memilih nomor 46 setelah menyaksikan aksi pembalap wildcard Jepang di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh ayahnya Graziano Rossi ketika memenangkan lomba pertama dengan Morbidelli pada 1979.
Andai Rossi juara musim ini, mungkin nomor 46 bakal kramat. Karena bila dihitung jumlah trofi (sepuluh) ditambah usianya (36 tahun), maka total yang dikumpulkan 46. Artinya, ini akan menarik bahkan masuk dalam sejarah gelaran balap kuda besi.
Sayang, kesempatan langka untuk menjadikan nomor 46 tetap kramat tak terealisasi. Sebab The Doctor gagal menggabungkan jumlah trofi juara dan usianya lantaran tak mampu menjadi juara di ajang kuda besi musim ini. Padahal banyak yang mengharapkan hal itu terjadi di tahun ini mengingat kontraknya bersama tim Garpu Tala tinggal menyisakan satu tahun lagi.
Rossi diketahui telah membaharui kontrak hingga 2016 mendatang bersama tim Garpu Tala. Mengingat komunikasi yang kurang bagus antara dia dengan Jorge Lorenzo, memunculkan banyak spekulasi apakah salah satu dari mereka akan bertahan di Tim Pabrikan Jepang pada 2017 mendatang? (Baca juga: 2017, Rossi Pertimbangkan Pensiun)
Ditanya mengenai hal tersebut, Rossi mengaku masih mempertimbangkannya. "Jangan khawatir saya akan tetap ikut balap MotoGP 2016, karena saya sudah lama menandatangani kontrak. Tahun depan akan banyak berubah, sehingga keseimbangan kekuasaan akan juga berubah dan setelah musim 2016 berakhir selanjutnya saya akan mempertimbangkan apakah akan terus hingga 2017 atau tidak," tutup Rossi.
Rossi sudah belasan tahun menekuni profesi sebagai pembalap. Dia tak hanya dikenal dengan gaya balapnya yang berani dalam bermanuver, kekasih Linda Morselli itu juga identik dengan nomor 46. Bahkan pendukung setianya yang dikenal dengan sebutan Rossifummi rela membawa spanduk 46 setiap kali jagoannya tampil.
Pembalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu memilih nomor 46 setelah menyaksikan aksi pembalap wildcard Jepang di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh ayahnya Graziano Rossi ketika memenangkan lomba pertama dengan Morbidelli pada 1979.
Andai Rossi juara musim ini, mungkin nomor 46 bakal kramat. Karena bila dihitung jumlah trofi (sepuluh) ditambah usianya (36 tahun), maka total yang dikumpulkan 46. Artinya, ini akan menarik bahkan masuk dalam sejarah gelaran balap kuda besi.
Sayang, kesempatan langka untuk menjadikan nomor 46 tetap kramat tak terealisasi. Sebab The Doctor gagal menggabungkan jumlah trofi juara dan usianya lantaran tak mampu menjadi juara di ajang kuda besi musim ini. Padahal banyak yang mengharapkan hal itu terjadi di tahun ini mengingat kontraknya bersama tim Garpu Tala tinggal menyisakan satu tahun lagi.
Rossi diketahui telah membaharui kontrak hingga 2016 mendatang bersama tim Garpu Tala. Mengingat komunikasi yang kurang bagus antara dia dengan Jorge Lorenzo, memunculkan banyak spekulasi apakah salah satu dari mereka akan bertahan di Tim Pabrikan Jepang pada 2017 mendatang? (Baca juga: 2017, Rossi Pertimbangkan Pensiun)
Ditanya mengenai hal tersebut, Rossi mengaku masih mempertimbangkannya. "Jangan khawatir saya akan tetap ikut balap MotoGP 2016, karena saya sudah lama menandatangani kontrak. Tahun depan akan banyak berubah, sehingga keseimbangan kekuasaan akan juga berubah dan setelah musim 2016 berakhir selanjutnya saya akan mempertimbangkan apakah akan terus hingga 2017 atau tidak," tutup Rossi.
(bbk)