Jorge Lorenzo: Sempat Dilarang Balapan, Malah Juara Dunia Lima Kali
Minggu, 08 November 2015 - 23:00 WIB
Jorge Lorenzo: Sempat Dilarang Balapan, Malah Juara Dunia Lima Kali
A
A
A
VALENCIA - Jorge Lorenzo sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2015. Gelar ini adalah yang ketiga sepanjang kariernya di kelas premier atau yang kelima setelah sebelumnya mengoleksi dua gelar kelas 250cc.
Lorenzo memenangi seri balap pemungkas di Valencia, Minggu (8/11/2015). Start dari posisi terdepan, ia tak mampu terkejar oleh rival sekaligus rekan satu timnya Valentino Rossi yang hanya finish di posisi keempat. (Baca Juga: Dikawal Marquez, Lorenzo Juara Dunia MotoGP 2015)
Podium pertama yang diraih Lorenzo membuat perolehan poinnya jadi 330, unggul lima poin dari Rossi. Kemenangan tersebut pun mengantar pembalap Spanyol merengkuh gelar ketiganya.
Gelar ini membuat Lorenzo sudah mengoleksi tiga gelar MotoGP pada musim 2010, 2012, dan 2015. Total ia mengoleksi lima gelar setelah sempat jadi juara dunia kelas 250cc pada musim 2006 dan 2007.
Dilarang Balapan
Lorenzo memulai kariernya di kelas balap pada musim 2002 di mana ia berkecimpung di kelas 125cc. Derbi adalah tim profesional pertamanya. Meski demikian, jiwa balapannya sudah muncul sejak usia tiga tahun.
Pembalap yang lahir di Kepulauan Balearic, Mallorca, Spanyol, 4 Mei 1987 itu mengenal mesin sejak usia tiga tahun. Saat itu ia aktif di kejuaraan Minicross. Hingga musim 1997, ia aktif di kejuaraan minicross daerahnya dengan menyabet beberapa gelar.
Musim 2000, Lorenzo naik kelas ke Grand Prix 125cc Spanyol meski usianya baru menginjak 13 tahun. Beruntung ia mendapat dispensasi khusus sehingga semusim berselang bisa naik ke 125cc Eropa di mana ia mencatat sejarah sebagai juara termuda.
Akhirnya, pada musim 2002 ia naik ke pentas dunia setelah direkrut tim Derbi untuk berlaga di kelas 125cc. Meski sempat dihukum karena melanggar usia. Kendati demikian, itu tak menghalangi Lorenzo menunjukkan bakatnya di mana ia meraih kemenangan di kelas 125cc semusim berselang.
Debut Lorenzo pun terus merangkak naik setelahnya. Lorenzo naik ke kelas 250cc di mana ia menyabet dua gelar juara dunia pada musim 2006 dan 2007 sebelum naik kelas ke MotoGP bersama Yamaha semusim berselang. Meski punya awal karier yang sempurna di dunia balap, kekhawatiran tetap muncul dari orang tuanya.
Usut-punya usut, kedua orang tuanya sempat tidak uka melihat sang anak balapan yang dinilai berbahaya. "Jika saya boleh jujur, dia tidak pernah saya izinkan jadi pembalap. Saya tidak pernah setuju," ucap sang ibu Maria.
Hal senada juga dilontarkan sang ayah, Chico Lorenzo, yang khawatir saat anaknya kerap berpergian dengan pesawat untuk balapan kendati dirinya yang menjebloskan Lorenzo ke dunia balap.
"Anak saya terbang dengan jet pribadinya, tetapi perlu diingat dia memiliki banyak bekas sinar-x di tubuhnya dan juga jam di rumah sakit. Ada sisi lainnya yang sangat keras dan sangat sulit dipahami," ungkap Chico dalam wawancaranya musim 2012 lalu.
Namun, Lorenzo bisa meredam kekhawatiran kedua orang tuanya. Gelar juara dunia ketiganya jelas membuat Maria dan Chico bangga punya anak sepertinya.
Lorenzo memenangi seri balap pemungkas di Valencia, Minggu (8/11/2015). Start dari posisi terdepan, ia tak mampu terkejar oleh rival sekaligus rekan satu timnya Valentino Rossi yang hanya finish di posisi keempat. (Baca Juga: Dikawal Marquez, Lorenzo Juara Dunia MotoGP 2015)
Podium pertama yang diraih Lorenzo membuat perolehan poinnya jadi 330, unggul lima poin dari Rossi. Kemenangan tersebut pun mengantar pembalap Spanyol merengkuh gelar ketiganya.
Gelar ini membuat Lorenzo sudah mengoleksi tiga gelar MotoGP pada musim 2010, 2012, dan 2015. Total ia mengoleksi lima gelar setelah sempat jadi juara dunia kelas 250cc pada musim 2006 dan 2007.
Dilarang Balapan
Lorenzo memulai kariernya di kelas balap pada musim 2002 di mana ia berkecimpung di kelas 125cc. Derbi adalah tim profesional pertamanya. Meski demikian, jiwa balapannya sudah muncul sejak usia tiga tahun.
Pembalap yang lahir di Kepulauan Balearic, Mallorca, Spanyol, 4 Mei 1987 itu mengenal mesin sejak usia tiga tahun. Saat itu ia aktif di kejuaraan Minicross. Hingga musim 1997, ia aktif di kejuaraan minicross daerahnya dengan menyabet beberapa gelar.
Musim 2000, Lorenzo naik kelas ke Grand Prix 125cc Spanyol meski usianya baru menginjak 13 tahun. Beruntung ia mendapat dispensasi khusus sehingga semusim berselang bisa naik ke 125cc Eropa di mana ia mencatat sejarah sebagai juara termuda.
Akhirnya, pada musim 2002 ia naik ke pentas dunia setelah direkrut tim Derbi untuk berlaga di kelas 125cc. Meski sempat dihukum karena melanggar usia. Kendati demikian, itu tak menghalangi Lorenzo menunjukkan bakatnya di mana ia meraih kemenangan di kelas 125cc semusim berselang.
Debut Lorenzo pun terus merangkak naik setelahnya. Lorenzo naik ke kelas 250cc di mana ia menyabet dua gelar juara dunia pada musim 2006 dan 2007 sebelum naik kelas ke MotoGP bersama Yamaha semusim berselang. Meski punya awal karier yang sempurna di dunia balap, kekhawatiran tetap muncul dari orang tuanya.
Usut-punya usut, kedua orang tuanya sempat tidak uka melihat sang anak balapan yang dinilai berbahaya. "Jika saya boleh jujur, dia tidak pernah saya izinkan jadi pembalap. Saya tidak pernah setuju," ucap sang ibu Maria.
Hal senada juga dilontarkan sang ayah, Chico Lorenzo, yang khawatir saat anaknya kerap berpergian dengan pesawat untuk balapan kendati dirinya yang menjebloskan Lorenzo ke dunia balap.
"Anak saya terbang dengan jet pribadinya, tetapi perlu diingat dia memiliki banyak bekas sinar-x di tubuhnya dan juga jam di rumah sakit. Ada sisi lainnya yang sangat keras dan sangat sulit dipahami," ungkap Chico dalam wawancaranya musim 2012 lalu.
Namun, Lorenzo bisa meredam kekhawatiran kedua orang tuanya. Gelar juara dunia ketiganya jelas membuat Maria dan Chico bangga punya anak sepertinya.
(bbk)