Rossi Curhat Soal Persekongkolan, Dorna Malah Cuek
Senin, 09 November 2015 - 15:01 WIB
Rossi Curhat Soal Persekongkolan, Dorna Malah Cuek
A
A
A
VALENCIA - Dalam beberapa hari mendatang isu konspirasi yang melibatkan pembalap Spanyol dengan Italia bakal menghiasi sejumlah media di seluruh dunia. Ramalan tentang kontroversi itu semakin tampak menyusul hasil balapan di GP Valencia, Minggu (8/11/2015) malam WIB.
Sulit untuk mendapatkan distorsi informasi tentang isu konspirasi yang sedang hangat saat ini. Namun Valentino Rossi sudah merasakan keganjilan mengenai hal tersebut ketika Dorna Sports dan FIM mengundang seluruh pembalap jelang seri terakhir pada Kamis (5/11/2015) malam waktu setempat. (Baca juga: Komentar Ayah Valentino Rossi Soal GP Valencia)
Menurut Rossi, lonceng alarm tentang isu konspirasi tidak pernah dianggap serius oleh bos Dorna Carmelo Ezpelata. Sehingga ia dengan mudah memprediksi bahwa balapan sudah disetting sedemikian rupa demi menyelamatkan karier pembalap Spanyol.
"Saya berbicara dengan otoritas tertinggi balap motor pada Kamis. Saat itu saya memperkirakan apa yang akan terjadi pada Minggu, namun mereka bilang itu tidak mungkin. Tapi pada akhirnya malah terjadi," sesal Rossi seperti dikutip Tuttomotoriweb, Senin (9/11/2015).
Rossi menambahkan sirkus MotoGP seharusnya bisa mencerna peristiwa ini dan berpikir apakah musim berikutnya akan terus terulang. Jika kekhawatiran itu benar terjadi, kemungkinan impian The Doctor merebut gelar juara dunia kesepuluh sepanjang kariernya bakal urung terlaksana.
"Saya mencintai apa yang saya lakukan, saya tidak akan mengubah rencana masa depan saya atas apa yang terjadi di GP Valencia. Tahun depan seluruh pembalap memiliki tantangan lain dan cobalah untuk menjadi kompetitif dengan Michelin. Tahun ini saya berani, saya melakukan semua yang saya harus lakukan dan tahun depan saya harus mengulang sendiri."
"Sungguh menakjubkan apa yang terjadi. Saya berharap itu benar bahwa saya idolanya, mungkin untuk alasan ini Marc ingin mengalahkan saya. Jujur, Marc adalah masa depan MotoGP, dengan bakat dan usia yang masih muda. Tapi siapa pun yang mengatakan kebohongan untuk sepanjang akhir pekan, setiap kali ia membuka mulut untuk mengatakan serta melakukan segala yang kami bisa untuk menang, mengalahkan Lorenzo, yang merupakan balapan yang penting bagi Honda dan mengaktualisasikan pernyataan itu dalam balapan, maka saya akan tersanjung. Tapi sebaliknya, apa yang ia buat justru merugikan orang lain," kesal Rossi.
Sulit untuk mendapatkan distorsi informasi tentang isu konspirasi yang sedang hangat saat ini. Namun Valentino Rossi sudah merasakan keganjilan mengenai hal tersebut ketika Dorna Sports dan FIM mengundang seluruh pembalap jelang seri terakhir pada Kamis (5/11/2015) malam waktu setempat. (Baca juga: Komentar Ayah Valentino Rossi Soal GP Valencia)
Menurut Rossi, lonceng alarm tentang isu konspirasi tidak pernah dianggap serius oleh bos Dorna Carmelo Ezpelata. Sehingga ia dengan mudah memprediksi bahwa balapan sudah disetting sedemikian rupa demi menyelamatkan karier pembalap Spanyol.
"Saya berbicara dengan otoritas tertinggi balap motor pada Kamis. Saat itu saya memperkirakan apa yang akan terjadi pada Minggu, namun mereka bilang itu tidak mungkin. Tapi pada akhirnya malah terjadi," sesal Rossi seperti dikutip Tuttomotoriweb, Senin (9/11/2015).
Rossi menambahkan sirkus MotoGP seharusnya bisa mencerna peristiwa ini dan berpikir apakah musim berikutnya akan terus terulang. Jika kekhawatiran itu benar terjadi, kemungkinan impian The Doctor merebut gelar juara dunia kesepuluh sepanjang kariernya bakal urung terlaksana.
"Saya mencintai apa yang saya lakukan, saya tidak akan mengubah rencana masa depan saya atas apa yang terjadi di GP Valencia. Tahun depan seluruh pembalap memiliki tantangan lain dan cobalah untuk menjadi kompetitif dengan Michelin. Tahun ini saya berani, saya melakukan semua yang saya harus lakukan dan tahun depan saya harus mengulang sendiri."
"Sungguh menakjubkan apa yang terjadi. Saya berharap itu benar bahwa saya idolanya, mungkin untuk alasan ini Marc ingin mengalahkan saya. Jujur, Marc adalah masa depan MotoGP, dengan bakat dan usia yang masih muda. Tapi siapa pun yang mengatakan kebohongan untuk sepanjang akhir pekan, setiap kali ia membuka mulut untuk mengatakan serta melakukan segala yang kami bisa untuk menang, mengalahkan Lorenzo, yang merupakan balapan yang penting bagi Honda dan mengaktualisasikan pernyataan itu dalam balapan, maka saya akan tersanjung. Tapi sebaliknya, apa yang ia buat justru merugikan orang lain," kesal Rossi.
(sha)