Arema Gugup Dipaksa Turunkan Pemain Muda
Senin, 09 November 2015 - 17:17 WIB
Arema Gugup Dipaksa Turunkan Pemain Muda
A
A
A
MALANG - Pekerjaan rumah Arema Cronus belum rampung jelang Piala Jenderal Soedirman (PJS) 2015 digelar, Selasa (10/11/2015). Regulasi turnamen yang mewajibkan minimal dua pemain U-21 dilibatkan di setiap pertandingan, membuat kemapanan komposisi tim Singo Edan terusik.
Keterlibatan pemain U-21 tak sekadar sebagai pemain pengganti, melainkan sebagai starter. Tentu saja kebijakan itu bisa menjadi problem Arema yang kerap mengandalkan pemain senior dalam berbagai ajang dan sangat jarang memakai pemain muda.
Pemain muda terakhir yang menghiasai skuad Arema adalah Ahmad Nufiandani yang kini memperkuat PS TNI. Setelah Dani meninggalkan Malang, praktis tak ada pemain muda andalan. Turnamen Piala Presiden 2015 lalu bisa menjadi contoh bahwa skuad belia tak berguna di tim utama.
Dio Permana, Junda Irawan, kiper Utam Rusdiana, sama sekali tak mendapat kesempatan bersanding dengan Ahmad Bustomi dkk. Kebetulan hanya tiga pemain tersebut yang mewakili status U-21 berdasar daftar pemain yang telah dikirimkan Arema saat pendaftaran PJS.
"Ini masih menjadi pemikiran saya, bagaimana melibatkan mereka di tim utama. Tidak banyak pemain U-21 yang ada di tim yang ikut Piala Jenderal Soedirman karena pengumuman regulasi itu juga cukup mendadak. Semoga pemain-pemain muda bisa langsung memberikan nuansa positif untuk tim," harap Joko Susilo.
Dia tidak meragukan kemampuan individu yang dimiliki Dio, Junda dan Utam, namun tetap saja pengalaman mereka masih minim di tim utama. Joko pun melakukan persiapan kilat sejak regulasi diumumkan akhir pekan lalu dengan melibatkan pemain muda.
Dio Permana adalah pemain tengah dengan kemampuan menonjol dan sempat menjadi bagian Tim Nasional U-19. Diprediksi bakal menjadi pemain besar, bakatnya sudah tercium sejak menjadi bagian Persema Malang kala bermain di Indonesian Premier League (IPL).
Jika memasang Dio, maka harus ada salah satu pemain senior di lini tengah yang tersingkir. Di sektor ini, Arema identik dengan nama Ahmad Bustomi, Ferry Aman Saragih, Hendro Siswanto, Gede Sukadana dan Juan Revi, plus pemain asing. Dio Permana bertipikal pemain tengah murni.
Sementara Junda Irawan adalah pemain berposisi bek kiri. Jika memainkan pemain yang pernah magang di Brisbane Roar ini, maka Joko Susilo harus meninggalkan Johan Alfarizie dan Benny Wakyudi yang berposisi sama. Junda sendiri belum pernah mendapat porsi bermain yang mencukupi di tim utama.
Terakhir adalah Utam Rusdiana yang menjadi kiper keempat Arema. Tampaknya sulit menempatkannya di bawah mistar karena jelas Arema perlu sosok berpengalaman sekaliber Kurnia Meiga dan Kadek Wardana. Bahkan dengan kiper berpengalaman pun Arema sempat kesulitan mencatat clean sheet.
Bagaimana pun, regulasi ini menarik dan ibarat 'rejeki nomplok' bagi pemain-pemain muda yang kesulitan mendapat tempat. Terutama di tim seperti Arema yang selalu berambisi merengkuh gelar sehingga memaksa mereka meminggirkan pemain-pemain belia potensial.
Diturunkan menjadi starter jelas merupakan pengalaman sangat berharga, ketika menjadi pemain pengganti pun bahkan sangat sulit. Sekaligus ini menjadi tantangan baru bagi pelatih dalam menyatukan pemain senior dengan pemain muda.
Keterlibatan pemain U-21 tak sekadar sebagai pemain pengganti, melainkan sebagai starter. Tentu saja kebijakan itu bisa menjadi problem Arema yang kerap mengandalkan pemain senior dalam berbagai ajang dan sangat jarang memakai pemain muda.
Pemain muda terakhir yang menghiasai skuad Arema adalah Ahmad Nufiandani yang kini memperkuat PS TNI. Setelah Dani meninggalkan Malang, praktis tak ada pemain muda andalan. Turnamen Piala Presiden 2015 lalu bisa menjadi contoh bahwa skuad belia tak berguna di tim utama.
Dio Permana, Junda Irawan, kiper Utam Rusdiana, sama sekali tak mendapat kesempatan bersanding dengan Ahmad Bustomi dkk. Kebetulan hanya tiga pemain tersebut yang mewakili status U-21 berdasar daftar pemain yang telah dikirimkan Arema saat pendaftaran PJS.
"Ini masih menjadi pemikiran saya, bagaimana melibatkan mereka di tim utama. Tidak banyak pemain U-21 yang ada di tim yang ikut Piala Jenderal Soedirman karena pengumuman regulasi itu juga cukup mendadak. Semoga pemain-pemain muda bisa langsung memberikan nuansa positif untuk tim," harap Joko Susilo.
Dia tidak meragukan kemampuan individu yang dimiliki Dio, Junda dan Utam, namun tetap saja pengalaman mereka masih minim di tim utama. Joko pun melakukan persiapan kilat sejak regulasi diumumkan akhir pekan lalu dengan melibatkan pemain muda.
Dio Permana adalah pemain tengah dengan kemampuan menonjol dan sempat menjadi bagian Tim Nasional U-19. Diprediksi bakal menjadi pemain besar, bakatnya sudah tercium sejak menjadi bagian Persema Malang kala bermain di Indonesian Premier League (IPL).
Jika memasang Dio, maka harus ada salah satu pemain senior di lini tengah yang tersingkir. Di sektor ini, Arema identik dengan nama Ahmad Bustomi, Ferry Aman Saragih, Hendro Siswanto, Gede Sukadana dan Juan Revi, plus pemain asing. Dio Permana bertipikal pemain tengah murni.
Sementara Junda Irawan adalah pemain berposisi bek kiri. Jika memainkan pemain yang pernah magang di Brisbane Roar ini, maka Joko Susilo harus meninggalkan Johan Alfarizie dan Benny Wakyudi yang berposisi sama. Junda sendiri belum pernah mendapat porsi bermain yang mencukupi di tim utama.
Terakhir adalah Utam Rusdiana yang menjadi kiper keempat Arema. Tampaknya sulit menempatkannya di bawah mistar karena jelas Arema perlu sosok berpengalaman sekaliber Kurnia Meiga dan Kadek Wardana. Bahkan dengan kiper berpengalaman pun Arema sempat kesulitan mencatat clean sheet.
Bagaimana pun, regulasi ini menarik dan ibarat 'rejeki nomplok' bagi pemain-pemain muda yang kesulitan mendapat tempat. Terutama di tim seperti Arema yang selalu berambisi merengkuh gelar sehingga memaksa mereka meminggirkan pemain-pemain belia potensial.
Diturunkan menjadi starter jelas merupakan pengalaman sangat berharga, ketika menjadi pemain pengganti pun bahkan sangat sulit. Sekaligus ini menjadi tantangan baru bagi pelatih dalam menyatukan pemain senior dengan pemain muda.
(sha)