Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang
Senin, 09 November 2015 - 18:18 WIB
Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang
A
A
A
MALANG - Turnamen Piala Jenderal Soedirman (PJS) 2015 dibuka di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/11/2015). Lima tim dari Grup Malang, yakni tuan rumah Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Persipasi Bandung Raya (PBR), dan Persegres Gresik United akan berjibaku memperebutkan tiket 8 besar.
Ada dua tim yang menjadi sorotan di grup maut tersebut, yakni Arema Cronus dan Sriwijaya FC. Dua tim ini merupakan semifinalis di Piala Presiden 2015 dan lolos mewakili grup yang dihelat di Malang saat itu. Tak heran bila kedua tim kembali diunggulkan untuk lolos ke babak 8 besar. Apalagi penggawa kedua tim tak terlalu banyak mengalami perubahan, baik pemain maupun pelatih.
Sangat berbeda dengan tiga kontestan lainya, Persegres, PBR, dan Persija datang ke Malang dengan kekuatan baru. Paling mencolok adalah posisi pelatih. Persegres memakai Widodo C Putro setelah di Piala Presiden lalu menggunakan jasa Liestiadi. Persija juga menunjuk Bambang Nurdiansyah menggantikan Rahmad Darmawan.
PBR ke Malang dengan memperkenalkan pelatih anyar Pieter Huistra. Perubahan tersebut sebenarnya tak mencerminkan sebuah kemapanan, apalagi waktu yang dimiliki pelatih-pelatih anyar tersebut sangat singkat untuk membangun kekuatan yang kompetitif.
Lantas bagaimana prediksi di grup ini? Berikut paparannya.
Arema Cronus (Prediksi: Juara grup)
![Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang]()
Arema ditinggal tiga pemain asing yang berjibaku di Piala Presiden, yakni Fabiano Beltrame, Lancine Kone, dan Morimakan Koita. Walau kehilangan aset penting, kedatangan pemain asing anyar diperkirakan bisa menutup posisi mereka, yakni Esteban Vizcarra, Kiko Insa, dan Toni Espinosa. Aset lokal juga masih komplet tanpa ada satu pun pemain utama yang hilang. Kendati di turnamen sebelumnya hanya lolos sebagai runner-up, kualitas tim dan status tuan rumah layak dipertimbangkan. Satu-satunya yang menjadi pengganjal mungkin adalah taktik pelatih Joko Susilo yang seringkali terlalu mudah diantisipasi lawan. Frustrasi menghadapi pertahanan tebal, serta terlalu mudah kecolongan lewat serangan cepat.
Sriwijaya FC (Prediksi: Runner-up)
![Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang]()
Laskar Wong Kito bakal menjajal peruntungan kedua kalinya di Stadion Kanjuruhan, setelah sukses menjadi juara grup pada Piala Presiden 2015 silam di stadion ini. Hampir sama dengan Arema, skuad arahan Benny Dolo masih memakai muka-muka lama. Hasil gemilang di Piala Presiden tentu mendongkrak kepercayaan diri Patrich Wanggai dkk. Jika minimal bisa mengulang performa di turnamen sebelumnya, Sriwijaya menjadi salah kandidat utama yang bakal lolos langsung dari fase grup. Kemapanan teknis serta mental yang terus berkembang membuat tim asal Sumatera Selatan layak ditunggu kiprahnya di turnamen ini dan mereka memiliki potensi menjadi juara grup atau paling logis adalah runner-up.
Persija Jakarta (Prediksi: Peringkat 3)
![Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang]()
Persija Jakarta adalah klub besar. Masih banyak pemain berkualitas yang tertarik bergabung walau belakangan situasi finansial kurang bagus. Sayang, Persija belum sepenuhnya mapan sepanjang mengikuti turnamen pada 2015. Tim ini memiliki misi memperbaiki catatan di turnamen sebelumnya, ketika mereka langsung tersingkir di fase grup. Pelatih anyar Bambang Nurdianyah punya tugas berat walau berhasil mendatangkan M Roby, Rafael Maitimo, Emmanuel Kenmogne dan beberapa pemain bagus lain. Perubahan konsep kepelatihan dari Rahmad Darmawan ke Bambang Nurdiansyah harus dicerna secepat mungkin. Ada peluang bagi Persija untuk mengejutkan, termasuk minimal menjadi runner-up. Namun mental mereka masih layak dipertanyakan dan bakal susah payah menggoyang Arema dan Sriwijaya FC.
Persipasi Bandung Raya (Prediksi: Peringkat 4)
![Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang]()
Memakai pelatih anyar Pieter Huistra, Persipasi berada di jajaran kuda hitam Grup Malang. Sebenarnya tim ini memiliki aset yang tak jelek-jelek amat, ada Kim Jeffrey Kurniawan, Leonard Tupamahu, Gavin Kwan Ansit, Oktovianus Maniani, hingga Gaston Castano. Namun semuanya kembali pada bagaimana Huistra membangun tim ini dalam waktu singkat. Sedangkan sebelumnya Dejan Antonic butuh waktu panjang untuk mematangkan timnya ketika masih bernama Pelita Bandung Raya. Dari aset tim maupun tradisi, Persipasi jelas masih berada di bawah Arema, Sriwijaya FC dan Persija. Hanya kejutan luar biasa yang bisa membuat tim ini lolos dari fase grup, walaupun dengan status runner-up terbaik.
Persegres Gresik United (Prediksi: Peringkat 5)
![Tuan Rumah Favorit: Ini Prediksi Peluang di Grup Malang]()
Persegres adalah tim paling apa adanya di antara kontestan lain Grup Malang. Hanya mengandalkan pemain lokal tanpa satu pun pemain asing. Logikanya, ketika tim besar saja memakai pemain asing, bagaimana dengan tim medioker yang datang dengan aset terbatas. Melihat daftar skuat yang didaftarkan Persegres ke PJS, rasanya target lolos dari fase grup terlalu muluk buat mereka. Hanya keberuntungan luar biasa yang bisa mewujudkan itu, selain tentunya kerja ekstra keras. Berat bagi Widodo C Putro untuk menuntut timnya bisa mengimbangi kekuatan lawan yang jauh mentereng. Bayang-bayang kegagalan di Piala Presiden dengan menjadi juru kunci klasemen grup terus menguntit Persegres di PJS.
Ada dua tim yang menjadi sorotan di grup maut tersebut, yakni Arema Cronus dan Sriwijaya FC. Dua tim ini merupakan semifinalis di Piala Presiden 2015 dan lolos mewakili grup yang dihelat di Malang saat itu. Tak heran bila kedua tim kembali diunggulkan untuk lolos ke babak 8 besar. Apalagi penggawa kedua tim tak terlalu banyak mengalami perubahan, baik pemain maupun pelatih.
Sangat berbeda dengan tiga kontestan lainya, Persegres, PBR, dan Persija datang ke Malang dengan kekuatan baru. Paling mencolok adalah posisi pelatih. Persegres memakai Widodo C Putro setelah di Piala Presiden lalu menggunakan jasa Liestiadi. Persija juga menunjuk Bambang Nurdiansyah menggantikan Rahmad Darmawan.
PBR ke Malang dengan memperkenalkan pelatih anyar Pieter Huistra. Perubahan tersebut sebenarnya tak mencerminkan sebuah kemapanan, apalagi waktu yang dimiliki pelatih-pelatih anyar tersebut sangat singkat untuk membangun kekuatan yang kompetitif.
Lantas bagaimana prediksi di grup ini? Berikut paparannya.
Arema Cronus (Prediksi: Juara grup)

Arema ditinggal tiga pemain asing yang berjibaku di Piala Presiden, yakni Fabiano Beltrame, Lancine Kone, dan Morimakan Koita. Walau kehilangan aset penting, kedatangan pemain asing anyar diperkirakan bisa menutup posisi mereka, yakni Esteban Vizcarra, Kiko Insa, dan Toni Espinosa. Aset lokal juga masih komplet tanpa ada satu pun pemain utama yang hilang. Kendati di turnamen sebelumnya hanya lolos sebagai runner-up, kualitas tim dan status tuan rumah layak dipertimbangkan. Satu-satunya yang menjadi pengganjal mungkin adalah taktik pelatih Joko Susilo yang seringkali terlalu mudah diantisipasi lawan. Frustrasi menghadapi pertahanan tebal, serta terlalu mudah kecolongan lewat serangan cepat.
Sriwijaya FC (Prediksi: Runner-up)

Laskar Wong Kito bakal menjajal peruntungan kedua kalinya di Stadion Kanjuruhan, setelah sukses menjadi juara grup pada Piala Presiden 2015 silam di stadion ini. Hampir sama dengan Arema, skuad arahan Benny Dolo masih memakai muka-muka lama. Hasil gemilang di Piala Presiden tentu mendongkrak kepercayaan diri Patrich Wanggai dkk. Jika minimal bisa mengulang performa di turnamen sebelumnya, Sriwijaya menjadi salah kandidat utama yang bakal lolos langsung dari fase grup. Kemapanan teknis serta mental yang terus berkembang membuat tim asal Sumatera Selatan layak ditunggu kiprahnya di turnamen ini dan mereka memiliki potensi menjadi juara grup atau paling logis adalah runner-up.
Persija Jakarta (Prediksi: Peringkat 3)

Persija Jakarta adalah klub besar. Masih banyak pemain berkualitas yang tertarik bergabung walau belakangan situasi finansial kurang bagus. Sayang, Persija belum sepenuhnya mapan sepanjang mengikuti turnamen pada 2015. Tim ini memiliki misi memperbaiki catatan di turnamen sebelumnya, ketika mereka langsung tersingkir di fase grup. Pelatih anyar Bambang Nurdianyah punya tugas berat walau berhasil mendatangkan M Roby, Rafael Maitimo, Emmanuel Kenmogne dan beberapa pemain bagus lain. Perubahan konsep kepelatihan dari Rahmad Darmawan ke Bambang Nurdiansyah harus dicerna secepat mungkin. Ada peluang bagi Persija untuk mengejutkan, termasuk minimal menjadi runner-up. Namun mental mereka masih layak dipertanyakan dan bakal susah payah menggoyang Arema dan Sriwijaya FC.
Persipasi Bandung Raya (Prediksi: Peringkat 4)

Memakai pelatih anyar Pieter Huistra, Persipasi berada di jajaran kuda hitam Grup Malang. Sebenarnya tim ini memiliki aset yang tak jelek-jelek amat, ada Kim Jeffrey Kurniawan, Leonard Tupamahu, Gavin Kwan Ansit, Oktovianus Maniani, hingga Gaston Castano. Namun semuanya kembali pada bagaimana Huistra membangun tim ini dalam waktu singkat. Sedangkan sebelumnya Dejan Antonic butuh waktu panjang untuk mematangkan timnya ketika masih bernama Pelita Bandung Raya. Dari aset tim maupun tradisi, Persipasi jelas masih berada di bawah Arema, Sriwijaya FC dan Persija. Hanya kejutan luar biasa yang bisa membuat tim ini lolos dari fase grup, walaupun dengan status runner-up terbaik.
Persegres Gresik United (Prediksi: Peringkat 5)

Persegres adalah tim paling apa adanya di antara kontestan lain Grup Malang. Hanya mengandalkan pemain lokal tanpa satu pun pemain asing. Logikanya, ketika tim besar saja memakai pemain asing, bagaimana dengan tim medioker yang datang dengan aset terbatas. Melihat daftar skuat yang didaftarkan Persegres ke PJS, rasanya target lolos dari fase grup terlalu muluk buat mereka. Hanya keberuntungan luar biasa yang bisa mewujudkan itu, selain tentunya kerja ekstra keras. Berat bagi Widodo C Putro untuk menuntut timnya bisa mengimbangi kekuatan lawan yang jauh mentereng. Bayang-bayang kegagalan di Piala Presiden dengan menjadi juru kunci klasemen grup terus menguntit Persegres di PJS.
(sha)