Rossi Tuding Marquez Pembohong Besar
Selasa, 10 November 2015 - 11:56 WIB
Rossi Tuding Marquez Pembohong Besar
A
A
A
VALENCIA - Valentino Rossi yang gagal meraih gelar juara dunia MotoGP 2015 masih menyimpan kekecewaan. Ia tidak bisa menerima kekalahan itu setelah merasa diperlakukan tidak adil terlebih pada Marc Marquez yang ditudingnya sebagai pembohong besar.
Sebenarnya penampilan Rossi di Valencia akhir pekan lalu tidak terlalu buruk. Walau harus berlomba dari posisi paling belakang, The Doctor bisa menyodok ke posisi keempat.
Bahkan peluangnya menjadi juara dunia kala itu masih terbuka kalah saja Marquez tampil bersungguh-sungguh. Peluang Marquez untuk menyalip Jorge Lorenzo yang jadi saingan terberat Rossi bisa dilakukan di berbagai kesempatan. Sayangnya, semua itu tidak dilakukannya.
Tragisnya, di lap terakhir ketika Dani Pedrosa yang merupakan rekan setim Marquez di Repsol Honda ingin mencoba menekan Lorenzo dengan berada di posisi kedua, Marquez terus menghalanginya. Tak ayal Rossi pun menuding kalau Marquez rela mengorbankan dirinya pada Lorenzo sebagai pengawal.
"Marquez adalah masa depan di MotoGP. Dia adalah pembalap berbakat dan masih 22 tahun. Usianya masih panjang untuk meneruskan kariernya. Tapi, akhir pekan lalu dia berkata bohong. Dia mengatakan kalau melakukan semuanya untuk mengalahkan Lorenzo sebab itu penting buat Honda," ucap Rossi di Foxsport, Selasa (10/11/2015).
"Saya pikir itu adalah tendangan bola yang jelas pada semua orang. Kami selalu bangga di MotoGP, sebab saat kami berada di lintasan kami melakukan semuanya. Tapi, itu tidak dilakukan oleh Marquez," pungkasnya.
Sebenarnya penampilan Rossi di Valencia akhir pekan lalu tidak terlalu buruk. Walau harus berlomba dari posisi paling belakang, The Doctor bisa menyodok ke posisi keempat.
Bahkan peluangnya menjadi juara dunia kala itu masih terbuka kalah saja Marquez tampil bersungguh-sungguh. Peluang Marquez untuk menyalip Jorge Lorenzo yang jadi saingan terberat Rossi bisa dilakukan di berbagai kesempatan. Sayangnya, semua itu tidak dilakukannya.
Tragisnya, di lap terakhir ketika Dani Pedrosa yang merupakan rekan setim Marquez di Repsol Honda ingin mencoba menekan Lorenzo dengan berada di posisi kedua, Marquez terus menghalanginya. Tak ayal Rossi pun menuding kalau Marquez rela mengorbankan dirinya pada Lorenzo sebagai pengawal.
"Marquez adalah masa depan di MotoGP. Dia adalah pembalap berbakat dan masih 22 tahun. Usianya masih panjang untuk meneruskan kariernya. Tapi, akhir pekan lalu dia berkata bohong. Dia mengatakan kalau melakukan semuanya untuk mengalahkan Lorenzo sebab itu penting buat Honda," ucap Rossi di Foxsport, Selasa (10/11/2015).
"Saya pikir itu adalah tendangan bola yang jelas pada semua orang. Kami selalu bangga di MotoGP, sebab saat kami berada di lintasan kami melakukan semuanya. Tapi, itu tidak dilakukan oleh Marquez," pungkasnya.
(bbk)