Persegres Kalah Telak, Wasit Dianggap Berat Sebelah
Rabu, 11 November 2015 - 09:50 WIB
Persegres Kalah Telak, Wasit Dianggap Berat Sebelah
A
A
A
MALANG - Pelatih Persegres Gresik United, Widodo C Putro kecewa dengan jalannya pertandingan di laga pembuka Piala Jenderal Sudirman. Tampil di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/11/2015) malam, anak asuh Widodo dibantai 1-4 oleh Arema Cronus.
Menurut Widodo, kepemimpinan wasit agak berat sebelah. Ia mempertanyakan keputusan sang pengadil yang memberikan hadiah penalti untuk kubu tuan rumah.
"Saya pernah menjadi pemain, pelatih Timnas Indonesia, sudah pengalaman dan tahu mana offside, mana hands ball. Tapi di pertandingan tadi tidak ada itu. Mana katanya ada perubahan," kata Widodo dengan nada kecewa.
Meski demikian, ia mau berbesar hati menerima kekalahan timnya. Hasil di laga tersebut jadi bahan evaluasi Widodo jelang hadapi pertandingan berikutnya di babak penyisihan grup A Piala Jenderal Sudirman.
"Saya menerima kekalahan ini. Sejak babak pertama, Arema hanya dapat peluang satu kali lewat bola mati, tapi gol. Sedangkan kami beberapa kali, tapi tidak gol," ucapnya.
"Ini evaluasi bagi kami, karena sebenarnya ada beberapa kombinasi bagus dari pemain kami, namun kurang bisa dimaksimalkan menjadi gol. Tapi inilah sepakbola, menguras emosi dan menguras daya pikir," pungkas mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Menurut Widodo, kepemimpinan wasit agak berat sebelah. Ia mempertanyakan keputusan sang pengadil yang memberikan hadiah penalti untuk kubu tuan rumah.
"Saya pernah menjadi pemain, pelatih Timnas Indonesia, sudah pengalaman dan tahu mana offside, mana hands ball. Tapi di pertandingan tadi tidak ada itu. Mana katanya ada perubahan," kata Widodo dengan nada kecewa.
Meski demikian, ia mau berbesar hati menerima kekalahan timnya. Hasil di laga tersebut jadi bahan evaluasi Widodo jelang hadapi pertandingan berikutnya di babak penyisihan grup A Piala Jenderal Sudirman.
"Saya menerima kekalahan ini. Sejak babak pertama, Arema hanya dapat peluang satu kali lewat bola mati, tapi gol. Sedangkan kami beberapa kali, tapi tidak gol," ucapnya.
"Ini evaluasi bagi kami, karena sebenarnya ada beberapa kombinasi bagus dari pemain kami, namun kurang bisa dimaksimalkan menjadi gol. Tapi inilah sepakbola, menguras emosi dan menguras daya pikir," pungkas mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
(bep)