Persegres Hadapi Situasi Sulit Pasca Dikalahkan Arema
Rabu, 11 November 2015 - 16:39 WIB
Persegres Hadapi Situasi Sulit Pasca Dikalahkan Arema
A
A
A
MALANG - Persegres Gresik United tak hanya meneruskan tradisi start buruk di turnamen selama 2015. Dikalahkan Arema Cronus 1-4 pada laga pembukaan Grup A Piala Jenderal Sudirman (PJS), Selasa (10/11/2015), juga menyulitkan langkah tim besutan Widodo C Putro itu untuk melaju ke fase knock-out.
Kekalahan 1-4 lebih buruk dibandingkan saat membuka Piala Presiden 2015, yang dikalahkan PSM Makassar 0-3. Di Stadion Kanjuruhan, Persegres tidak berdaya menghadapi determinasi Samsul Arif dkk. Ditambah kinerja wasit yang beberapa kali salah mengambil keputusan, salah satunya memberi penalti untuk Arema, lengkap sudah penderitaan Laskar Jaka Samudra.
Sudah begitu bek FX Yanuar diusir dikartu merah wasit untuk handsball yang sebenarnya tak pernah dilakukannya dan absen di laga kedua nanti. Persegres tak hanya merosot dari sisi skor akhir dibanding turnamen sebelumnya, tapi juga kehilangan keberuntungan walau sempat mencetak satu gol.
Apa yang diinginkan Pelatih Widodo C Putro setelah start buruk ini? "Saya ingin tim tetap berpikir positif. Bagaimana pun kami masih bisa memberikan ancaman dan mencetak gol. Arema menang mudah ketika kami kehilangan satu pemain," kata Widodo.
Disebutnya, situasi ini belum saatnya membuat tim pesimistis dalam menatap laga berikutnya. "Saya masih percaya dengan kemampuan tim ini. Memang sangat mengecewakan kalah 1-4, tapi saya menilai penampilan pemain cukup bagus di bawah tekanan suporter Aremania," sambungnya.
Widodo masih memiliki waktu sepekan lebih sebelum melakoni laga pada 19 November mendatang. Sialnya, lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya FC yang levelnya jelas di atas Persegres. Sungguh situasi yang rumit bagi tim kebanggaan Kota Pudak.
Kapten Persegres Bima Sakti berujar, kualitas tim sebenarnya tidak terlalu buruk pada laga perdana kontra Arema. Terjadinya fakta yang terjadi di luar skenario membuat timnya kalah dengan skor telak, paling mencolok kartu merah untuk FX Yanuar yang dianggap handsball di kotak terlarang.
"Saya rasa Persegres sudah bermain maksimal, sayangnya ada hal yang di luar dugaan seperti kartu merah dan pinalti. Kami harus secepatnya melupakan kekalahan ini dan berusaha agar mendapat hasil sebaliknya di pertandingan berikutnya," tutur pemain paling senior di Persegres.
Kekalahan 1-4 lebih buruk dibandingkan saat membuka Piala Presiden 2015, yang dikalahkan PSM Makassar 0-3. Di Stadion Kanjuruhan, Persegres tidak berdaya menghadapi determinasi Samsul Arif dkk. Ditambah kinerja wasit yang beberapa kali salah mengambil keputusan, salah satunya memberi penalti untuk Arema, lengkap sudah penderitaan Laskar Jaka Samudra.
Sudah begitu bek FX Yanuar diusir dikartu merah wasit untuk handsball yang sebenarnya tak pernah dilakukannya dan absen di laga kedua nanti. Persegres tak hanya merosot dari sisi skor akhir dibanding turnamen sebelumnya, tapi juga kehilangan keberuntungan walau sempat mencetak satu gol.
Apa yang diinginkan Pelatih Widodo C Putro setelah start buruk ini? "Saya ingin tim tetap berpikir positif. Bagaimana pun kami masih bisa memberikan ancaman dan mencetak gol. Arema menang mudah ketika kami kehilangan satu pemain," kata Widodo.
Disebutnya, situasi ini belum saatnya membuat tim pesimistis dalam menatap laga berikutnya. "Saya masih percaya dengan kemampuan tim ini. Memang sangat mengecewakan kalah 1-4, tapi saya menilai penampilan pemain cukup bagus di bawah tekanan suporter Aremania," sambungnya.
Widodo masih memiliki waktu sepekan lebih sebelum melakoni laga pada 19 November mendatang. Sialnya, lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya FC yang levelnya jelas di atas Persegres. Sungguh situasi yang rumit bagi tim kebanggaan Kota Pudak.
Kapten Persegres Bima Sakti berujar, kualitas tim sebenarnya tidak terlalu buruk pada laga perdana kontra Arema. Terjadinya fakta yang terjadi di luar skenario membuat timnya kalah dengan skor telak, paling mencolok kartu merah untuk FX Yanuar yang dianggap handsball di kotak terlarang.
"Saya rasa Persegres sudah bermain maksimal, sayangnya ada hal yang di luar dugaan seperti kartu merah dan pinalti. Kami harus secepatnya melupakan kekalahan ini dan berusaha agar mendapat hasil sebaliknya di pertandingan berikutnya," tutur pemain paling senior di Persegres.
(sha)