Arema Cetak Rekor Saat Jungkalkan PBR
Selasa, 17 November 2015 - 14:53 WIB
Arema Cetak Rekor Saat Jungkalkan PBR
A
A
A
MALANG - Arema Cronus sukses melenggang dengan mudah di laga kedua Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015 dengan menjungkalkan Persipasi Bandung Raya (PBR) 4-2, Senin (16/11) malam. Arema bukan saja mengantongi poin sempurna dari dua laga, tetapi mereka juga mencetak beberapa rekor sekaligus.
Rekor pertama adalah kemenangan besar secara beruntun. Kemenangan dengan empat gol secara beruntun merupakan rekor baru sepanjang mengikuti turnamen tahun ini. Secara khusus, kemenangan itu merupakan dua kemenangan terbesar sejak pelatih Joko Susilo meneruskan tugas mendiang Suharno.
Pada laga pembuka PJS lalu, Singo Edan sukses melumat Persegres Gresik United dengan skor 4-1. Kemenangan ini seakan memupus anggapan bahwa Cristian Gonzales kesulitan menang dengan skor telak sejak ditinggal Suharno, walau selalu memeragakan permainan ofensif.
Rekor kedua ditorehkan centre back Kiko Insa. Pemain anyar asal Italia ini selalu mencetak dua gol di dua laga perdananya bersama Arema. Sebelumnya tidak ada centre back yang demikian tajam justru di saat sedang beradaptasi dengan atmosfir Kanjuruhan serta pola permainan Singo Edan.
Rekor lain adalah pergantian pemain secara dini. Dikejutkan gol cepat Gaston Castano di menit pertama, Joko Susilo tak tahan untuk menarik gelandang Dio Permana dan full back Junda Irawan. Pergantian cepat dua pemain belia ini mengulang momen yang sama ketika menghadapi Persegres.
Sudah cukup? Belum. Masih ada lagi rekor lainnya. Arema mendapatkan pinalti berturut-turut dalam dua laga pembuka turnamen. Pada laga kontra Persegres, pinalti diselesaikan dengan baik oleh Samsul Arif. Sementara saat lawan PBR, giliran Cristian Gonzales yang menuntaskannya dengan sempurna.
Rekor lainnya dan menjadi rekor negatif, mungkin adalah catatan tak pernah clean sheet di babak penyisihan turnamen sejak dipegang Joko Susilo. Di Piala Presiden silam, Arema selalu kecolongan satu gol di tiap laga. Ternyata ini masih berlanjut di PJS, karena Arema sudah kebobolan tiga gol di dua laga.
Tapi bagaimana pun masih perlu ditunggu apakah rekor kemasukan ini akan berlanjut di laga babak penyisihan berikutnya. Arema masih menyisakan dua pertandingan, yakni kontra Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Yang jelas Joko sudah tersenyum lebar dengan pancapaian timnya.
"Jelas saya senang karena tim menunjukkan ketajaman dalam dua pertandingan. Namun kami justru punya tantangan besar, bagaimana menjaga tren kemenangan ini agar tetap berlanjut. Belum saat berpuas diri karena kami perlu melihat bagaimana di laga berikutnya," ujar Joko Susilo.
Rekor pertama adalah kemenangan besar secara beruntun. Kemenangan dengan empat gol secara beruntun merupakan rekor baru sepanjang mengikuti turnamen tahun ini. Secara khusus, kemenangan itu merupakan dua kemenangan terbesar sejak pelatih Joko Susilo meneruskan tugas mendiang Suharno.
Pada laga pembuka PJS lalu, Singo Edan sukses melumat Persegres Gresik United dengan skor 4-1. Kemenangan ini seakan memupus anggapan bahwa Cristian Gonzales kesulitan menang dengan skor telak sejak ditinggal Suharno, walau selalu memeragakan permainan ofensif.
Rekor kedua ditorehkan centre back Kiko Insa. Pemain anyar asal Italia ini selalu mencetak dua gol di dua laga perdananya bersama Arema. Sebelumnya tidak ada centre back yang demikian tajam justru di saat sedang beradaptasi dengan atmosfir Kanjuruhan serta pola permainan Singo Edan.
Rekor lain adalah pergantian pemain secara dini. Dikejutkan gol cepat Gaston Castano di menit pertama, Joko Susilo tak tahan untuk menarik gelandang Dio Permana dan full back Junda Irawan. Pergantian cepat dua pemain belia ini mengulang momen yang sama ketika menghadapi Persegres.
Sudah cukup? Belum. Masih ada lagi rekor lainnya. Arema mendapatkan pinalti berturut-turut dalam dua laga pembuka turnamen. Pada laga kontra Persegres, pinalti diselesaikan dengan baik oleh Samsul Arif. Sementara saat lawan PBR, giliran Cristian Gonzales yang menuntaskannya dengan sempurna.
Rekor lainnya dan menjadi rekor negatif, mungkin adalah catatan tak pernah clean sheet di babak penyisihan turnamen sejak dipegang Joko Susilo. Di Piala Presiden silam, Arema selalu kecolongan satu gol di tiap laga. Ternyata ini masih berlanjut di PJS, karena Arema sudah kebobolan tiga gol di dua laga.
Tapi bagaimana pun masih perlu ditunggu apakah rekor kemasukan ini akan berlanjut di laga babak penyisihan berikutnya. Arema masih menyisakan dua pertandingan, yakni kontra Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Yang jelas Joko sudah tersenyum lebar dengan pancapaian timnya.
"Jelas saya senang karena tim menunjukkan ketajaman dalam dua pertandingan. Namun kami justru punya tantangan besar, bagaimana menjaga tren kemenangan ini agar tetap berlanjut. Belum saat berpuas diri karena kami perlu melihat bagaimana di laga berikutnya," ujar Joko Susilo.
(bbk)