Turunkan Pemain Belia, Skenario Arema Tak Berjalan Sempurna
Selasa, 17 November 2015 - 15:12 WIB
Turunkan Pemain Belia, Skenario Arema Tak Berjalan Sempurna
A
A
A
MALANG - Pemain muda tampaknya belum benar-benar memberi dimensi baru bagi skuad Arema Cronus. Junda Irawan dan Dio Permana yang mewakili skuad U-21 kembali hanya mendapat kepercayaan minim di Piala Jenderal Sudirman dan bermain kurang dari 15 menit.
Saat publik menunggu kiprah keduanya lebih lama di lapangan, situasi sama sekali tidak mendukung. Arema justru kecolongan di menit pertama oleh Gaston Cantano. Situasi yang rumit dan memaksa Pelatih Joko Susilo harus menurunkan skuat yang lebih berpengalaman.
Kesempatan untuk mengenyam menit lebih lama pun sementara harus dipendam dalam-dalam oleh dua pemain berbakat tersebut. Padahal sejatinya pertandingan lawan Persipasi Bandung Raya (PBR) idealnya menjadi kans untuk mencatat menit bermain lebih lama seperti pemain muda di tim lainnya.
Joko sendiri menguak, sebenarnya dia ingin memberikan kesempatan bermain lebih lama untuk Dio dan Junda dibanding sebelumnya. Namun dirinya tidak memiliki pilihan selain harus menarik mereka keluar di menit 12 karena timnya butuh bangkit dan mengejar skor.
"Sebelum pertandingan ada keinginan memainkan Dio dan Junda lebih lama dibanding pertandingan sebelumnya. Tapi ternyata situasinya di luar dugaan. Kami tertinggal lebih dulu di menit awal dan harus mengejar skor. Terpaksa saya harus membuat keputusan menarik mereka," jelas Joko Susilo.
Pelatih berusia 44 tahun ini mengaku sudah mempersiapkan dua pemain muda itu sebelumnya dan progresnya positif untuk melahap menit bermain lebih lama. Tapi, kembali lagi, skenario tersebut dirusak oleh gol mengejutkan Gaston Castano walau kemudian Arema bisa menang dengan skor 4-2.
Setelah dua kali melakukan pergantian cepat, pilihan sulit juga dihadapi di pertandingan berikutnya. Akhir pekan nanti Singo Edan menghadapi tim kuat Sriwijaya FC dan kemungkinan adanya pergantian kilat sangat besar karena bobot lawan yang jelas lebih baik dibanding sebelumnya.
Arema sendiri sejauh ini memegang rekor sebagai tim yang paling buru-buru menarik pemain mudanya di PJS. Komparasi paling bagus untuk situasi ini mungkin adalah Persib Bandung, klub yang juga sangat ambisius di berbagai event dan kelasnya selevel dengan Arema.
Saat menghadapi Persela Lamongan di Sidoarjo, Persib masih berani mempertahankan pemain mudanya Gian Zola dan Febri Haryadi selama setengah jam lebih. Di sana situasinya sama, yakni Persib teringgal lebih dulu di menit 13 melalui pemain sayap Persela Zaenal Arifin.
Saat publik menunggu kiprah keduanya lebih lama di lapangan, situasi sama sekali tidak mendukung. Arema justru kecolongan di menit pertama oleh Gaston Cantano. Situasi yang rumit dan memaksa Pelatih Joko Susilo harus menurunkan skuat yang lebih berpengalaman.
Kesempatan untuk mengenyam menit lebih lama pun sementara harus dipendam dalam-dalam oleh dua pemain berbakat tersebut. Padahal sejatinya pertandingan lawan Persipasi Bandung Raya (PBR) idealnya menjadi kans untuk mencatat menit bermain lebih lama seperti pemain muda di tim lainnya.
Joko sendiri menguak, sebenarnya dia ingin memberikan kesempatan bermain lebih lama untuk Dio dan Junda dibanding sebelumnya. Namun dirinya tidak memiliki pilihan selain harus menarik mereka keluar di menit 12 karena timnya butuh bangkit dan mengejar skor.
"Sebelum pertandingan ada keinginan memainkan Dio dan Junda lebih lama dibanding pertandingan sebelumnya. Tapi ternyata situasinya di luar dugaan. Kami tertinggal lebih dulu di menit awal dan harus mengejar skor. Terpaksa saya harus membuat keputusan menarik mereka," jelas Joko Susilo.
Pelatih berusia 44 tahun ini mengaku sudah mempersiapkan dua pemain muda itu sebelumnya dan progresnya positif untuk melahap menit bermain lebih lama. Tapi, kembali lagi, skenario tersebut dirusak oleh gol mengejutkan Gaston Castano walau kemudian Arema bisa menang dengan skor 4-2.
Setelah dua kali melakukan pergantian cepat, pilihan sulit juga dihadapi di pertandingan berikutnya. Akhir pekan nanti Singo Edan menghadapi tim kuat Sriwijaya FC dan kemungkinan adanya pergantian kilat sangat besar karena bobot lawan yang jelas lebih baik dibanding sebelumnya.
Arema sendiri sejauh ini memegang rekor sebagai tim yang paling buru-buru menarik pemain mudanya di PJS. Komparasi paling bagus untuk situasi ini mungkin adalah Persib Bandung, klub yang juga sangat ambisius di berbagai event dan kelasnya selevel dengan Arema.
Saat menghadapi Persela Lamongan di Sidoarjo, Persib masih berani mempertahankan pemain mudanya Gian Zola dan Febri Haryadi selama setengah jam lebih. Di sana situasinya sama, yakni Persib teringgal lebih dulu di menit 13 melalui pemain sayap Persela Zaenal Arifin.
(bbk)