Honda Minta Marquez Lupakan Rossi
Selasa, 17 November 2015 - 19:35 WIB
Honda Minta Marquez Lupakan Rossi
A
A
A
MILAN - Honda sepertinya tak mau Marc Marquez berlarut-larut memikirkan perseteruannya dengan Valentino Rossi. Karenanya, tim pabrikan asal Jepang itu meminta Marquez segera melupakan konflik dengan cara berlibur dan menenangkan diri.
Team Prinsipal Honda, Livio Suppo menuturkan dengan terus berlarut-larutnya persoalan ini Marquez sendiri yang akan mengalami kerugian. Sebab, makin lama 'permusuhan' antara keduanya sudah melibatkan para penggemar. Bisa dipastikan Marquez akan kalah mengingat basis massa yang kurang banyak dibandingkan Rossi yang sudah melegenda di MotoGP.
"Pergilah berlibur dan bersantai. Saya pikir, tidak ada lagi yang harus kami tambahkan, terutama Marquez. Jika orang percaya pada kami, kami bersyukur. Kalau mereka tidak senang, saya pikir sekarang saatnya menjadi gentleman," tutur Suppo dilansir Crash, Selasa (17/11/2015).
Suppo menuturkan sangat sedih dengan kondisi saat ini. Menurutnya, Marquez telah berusaha menjadi pemenang di seri terakhir di Valencia. "Dia sosok yang bersih dan Anda adalah jadi orang bodoh kalau melakukan dengan sengaja (melepaskan kesempatan jadi pemenang) di hari Minggu itu. Saya belum pernah melihat Marquez begitu kecewa."
Tapi, lanjutnya, insiden Sepang ternyata masih terbawa sampai Valencia. "Puncaknya ketika Dani (Pedrosa) yang memberikan perlawanan di akhir lap, semua orang berpikir kalau kami membuat masalah dan membuat Valentino (Rossi) mudah menuduh kami bersekongkol."
Sekali lagi Suppo menegaskan kalau publik dalam kondisi serius dan tanpa tekanan pasti akan memahami kondisi sebenarnya. "Sangat gila buat Marquez jika tidak mencoba mengalahkan Lorenzo di Valencia," imbuh Suppo.
"Kalau pun Marquez berhasil meraih posisi pertama dan Jorge di posisi kedua serta Pedrosa di tempat ketiga, tetap saja Jorge juaranya sebab angkanya sama dengan Rossi," lanjutnya.
Akhirnya, Suppo meminta semua pihak untuk tidak melanjutkan kontroversi ini. "Saya harap semuanya berhenti dan tidak menilainya hitam putih."
Team Prinsipal Honda, Livio Suppo menuturkan dengan terus berlarut-larutnya persoalan ini Marquez sendiri yang akan mengalami kerugian. Sebab, makin lama 'permusuhan' antara keduanya sudah melibatkan para penggemar. Bisa dipastikan Marquez akan kalah mengingat basis massa yang kurang banyak dibandingkan Rossi yang sudah melegenda di MotoGP.
"Pergilah berlibur dan bersantai. Saya pikir, tidak ada lagi yang harus kami tambahkan, terutama Marquez. Jika orang percaya pada kami, kami bersyukur. Kalau mereka tidak senang, saya pikir sekarang saatnya menjadi gentleman," tutur Suppo dilansir Crash, Selasa (17/11/2015).
Suppo menuturkan sangat sedih dengan kondisi saat ini. Menurutnya, Marquez telah berusaha menjadi pemenang di seri terakhir di Valencia. "Dia sosok yang bersih dan Anda adalah jadi orang bodoh kalau melakukan dengan sengaja (melepaskan kesempatan jadi pemenang) di hari Minggu itu. Saya belum pernah melihat Marquez begitu kecewa."
Tapi, lanjutnya, insiden Sepang ternyata masih terbawa sampai Valencia. "Puncaknya ketika Dani (Pedrosa) yang memberikan perlawanan di akhir lap, semua orang berpikir kalau kami membuat masalah dan membuat Valentino (Rossi) mudah menuduh kami bersekongkol."
Sekali lagi Suppo menegaskan kalau publik dalam kondisi serius dan tanpa tekanan pasti akan memahami kondisi sebenarnya. "Sangat gila buat Marquez jika tidak mencoba mengalahkan Lorenzo di Valencia," imbuh Suppo.
"Kalau pun Marquez berhasil meraih posisi pertama dan Jorge di posisi kedua serta Pedrosa di tempat ketiga, tetap saja Jorge juaranya sebab angkanya sama dengan Rossi," lanjutnya.
Akhirnya, Suppo meminta semua pihak untuk tidak melanjutkan kontroversi ini. "Saya harap semuanya berhenti dan tidak menilainya hitam putih."
(bbk)