Level Arema Harus di Atas Sriwijaya FC!
Jum'at, 20 November 2015 - 15:21 WIB
Level Arema Harus di Atas Sriwijaya FC!
A
A
A
MALANG - Arema Cronus belum mencapai performa puncaknya di dua laga Piala Jenderal Sudirman 2015. Jika mengacu pada penilaian pelatih, Arema masih bisa mencapai level terbaik dan itu perlu ditunjukkan pada laga ketiga turnamen.
Kebetulan, lawan yang bakal dihadapi adalah seteru berat yakni Sriwijaya FC. Melihat bagaimana pertemuan keduanya, Arema wajib menunjukkan level permainan terbaik agar bisa meneruskan tren positif. Sebab, potensi adanya ganjalan sangat terbuka.
Sriwijaya FC sendiri telah melewati tes awal dengan hasil positif setelah mengalahkan Persegres Gresik United 1-0. Kendati hanya meraih kemenangan tipis, bagaimana pun mereka sanggup mencatat clean sheet. Satu hal yang belum pernah dilakukan Arema selama Piala Jenderal Sudirman.
"Tidak bisa ditawar lagi, tim harus berupaya mencapai peak performance. Saya rasa itu sudah saatnya dilakukan karena semua pemain sudah beradaptasi di dua pertandingan sebelumnya. Apalagi bobot lawan juga akan sangat berbeda," jelas Joko Susilo, pelatih Arema Cronus.
Walau sebelumnya mencatat kemenangan dengan empat gol di masing-masing laga, Joko tak yakin timnya akan kembali semulus itu. Sempat menyaksikan laga Sriwijaya FC kontra Persegres, dia menilai tim asal Sumatera Selatan itu cukup mampu mempertahankan kualitasnya.
"Dari pertandingan lawan Persegres, terlihat Sriwijaya FC cukup stabil mempertahankan kualitas tim walau ada beberapa wajah baru. Arema harus berusaha agar levelnya di atas Sriwijaya FC. Semua aspek harus di atas mereka, baik motivasi maupun secara teknis,"beber Joko.
Arema Cronus memang menyimpan stamina lebih bagus karena memiliki masa recovery yang lebih panjang. Kendati begitu tim Singo Edan bukan tanpa kekhawatiran. Kondisi penyerang Cristian Gonzales yang mengalami cedera tangan masih terus dipantau staf pelatih.
Bahkan belum ada yang bisa memberikan garansi striker veteran ini bisa bermain lawan Sriwijaya FC, termasuk Joko Susilo sendiri. "Cristian masih cedera tangannya saat lawan Persipasi Bandung Raya. Masih perlu menunggu perkembangan dia sebelum membuat keputusan," jelas Joko.
Kondisi pemain bersapa El Loco tersebut pantas mencemaskan. Arema tidak memiliki pemain dengan atribut spesial sebagai centre forward atau penyerang tengah yang menyamai Cristian Gonzales. Stok striker yang ada lebih cenderung cocok sebagai penyerang sayap.
Samsul Arif dan Sunarto adalah opsi paling logis sebagai pengganti jika El Loco diistirahatkan. Persoalannya dua pemain itu hampir tidak pernah mengemban tugas sebagai target man, karena mobilitasnya lebih cocok diterapkan di bagian sayap.
Kebetulan, lawan yang bakal dihadapi adalah seteru berat yakni Sriwijaya FC. Melihat bagaimana pertemuan keduanya, Arema wajib menunjukkan level permainan terbaik agar bisa meneruskan tren positif. Sebab, potensi adanya ganjalan sangat terbuka.
Sriwijaya FC sendiri telah melewati tes awal dengan hasil positif setelah mengalahkan Persegres Gresik United 1-0. Kendati hanya meraih kemenangan tipis, bagaimana pun mereka sanggup mencatat clean sheet. Satu hal yang belum pernah dilakukan Arema selama Piala Jenderal Sudirman.
"Tidak bisa ditawar lagi, tim harus berupaya mencapai peak performance. Saya rasa itu sudah saatnya dilakukan karena semua pemain sudah beradaptasi di dua pertandingan sebelumnya. Apalagi bobot lawan juga akan sangat berbeda," jelas Joko Susilo, pelatih Arema Cronus.
Walau sebelumnya mencatat kemenangan dengan empat gol di masing-masing laga, Joko tak yakin timnya akan kembali semulus itu. Sempat menyaksikan laga Sriwijaya FC kontra Persegres, dia menilai tim asal Sumatera Selatan itu cukup mampu mempertahankan kualitasnya.
"Dari pertandingan lawan Persegres, terlihat Sriwijaya FC cukup stabil mempertahankan kualitas tim walau ada beberapa wajah baru. Arema harus berusaha agar levelnya di atas Sriwijaya FC. Semua aspek harus di atas mereka, baik motivasi maupun secara teknis,"beber Joko.
Arema Cronus memang menyimpan stamina lebih bagus karena memiliki masa recovery yang lebih panjang. Kendati begitu tim Singo Edan bukan tanpa kekhawatiran. Kondisi penyerang Cristian Gonzales yang mengalami cedera tangan masih terus dipantau staf pelatih.
Bahkan belum ada yang bisa memberikan garansi striker veteran ini bisa bermain lawan Sriwijaya FC, termasuk Joko Susilo sendiri. "Cristian masih cedera tangannya saat lawan Persipasi Bandung Raya. Masih perlu menunggu perkembangan dia sebelum membuat keputusan," jelas Joko.
Kondisi pemain bersapa El Loco tersebut pantas mencemaskan. Arema tidak memiliki pemain dengan atribut spesial sebagai centre forward atau penyerang tengah yang menyamai Cristian Gonzales. Stok striker yang ada lebih cenderung cocok sebagai penyerang sayap.
Samsul Arif dan Sunarto adalah opsi paling logis sebagai pengganti jika El Loco diistirahatkan. Persoalannya dua pemain itu hampir tidak pernah mengemban tugas sebagai target man, karena mobilitasnya lebih cocok diterapkan di bagian sayap.
(aww)