Rencana Marquez Soal Gaya Balapnya Musim Depan
Sabtu, 21 November 2015 - 07:05 WIB
Rencana Marquez Soal Gaya Balapnya Musim Depan
A
A
A
RUFEA - Marc Marquez mulai memikirkan bagaimana gaya balapannya untuk musim balap di masa mendatang. Disela-sela kegiatannya mengajari anak kecil berlatih sepeda motor di kamp motorcross miliknya di Rufea, Spanyol, pembalap Repsol Honda itu mengaku bakal lebih seimbang jika di atas lintasan.
Gaya balapan Marquez memang sempat mendapat banyak kritikan sejak musim lalu. Manuver yang terlalu agresif nan berbahaya bagi diri sendiri dan juga pembalap lain membuat The Baby Alien kerap dikritik meski sukses menghadirkan dua gelar juara dunia. (Baca Juga: Marquez Sengaja Belajar Bermanuver Ekstrem)
Musim ini, Marquez pun kehilangan gelarnya setelah banyak mengalami crash dan merelakan pembalap Yamaha Jorge Lorenzo jadi yang terbaik. Saat disinggung soal rencana gaya balapannya musim depan, pembalap berusia 22 tahun menyebut bakal lebih seimbang yakni berpikir cerdas di lintasan namun tetap agresif di atas kuda besinya.
"Sangat jelas, terkadang akan lebih mudah memenangkan kejuaraan dengan (gaya) bijaksana dan konservatif bukannya berani mengambil risiko dan memberikan seratus persen, tetapi pada akhirnya anda harus melakukan kompromi. Pembalap konservatif mungkin berpikir empat dari lima poin akan sangat berharga di akhir musim, sedangkan bila anda terlalu memaksakan, itu berisiko kecelakaan dan membuang 25 poin," ungkap Marquez dilansir MCN, Sabtu (21/11/2015).
"Jadi anda harus menemukan keseimbangan yang tepat. Saya memenangi dua gelar MotoGP dengan selalu memberikan seratus persen dan selalu pergi untuk menang. Tapi dalam kejuaraan saat ini terlalu banyak mendapatkan nol poin. Jika anda merasa baik dan motor juga demikian, maka lebih baik bisa agresif, berani, serta balapan penuh risiko dan dengan cara ini saya pikir anda akan meraih lebih banyak gelar," tutupnya. (Baca Juga: (Baca Juga: Ini Pembalap MotoGP Paling Sering Jatuh di 2015)
Gaya balapan Marquez memang sempat mendapat banyak kritikan sejak musim lalu. Manuver yang terlalu agresif nan berbahaya bagi diri sendiri dan juga pembalap lain membuat The Baby Alien kerap dikritik meski sukses menghadirkan dua gelar juara dunia. (Baca Juga: Marquez Sengaja Belajar Bermanuver Ekstrem)
Musim ini, Marquez pun kehilangan gelarnya setelah banyak mengalami crash dan merelakan pembalap Yamaha Jorge Lorenzo jadi yang terbaik. Saat disinggung soal rencana gaya balapannya musim depan, pembalap berusia 22 tahun menyebut bakal lebih seimbang yakni berpikir cerdas di lintasan namun tetap agresif di atas kuda besinya.
"Sangat jelas, terkadang akan lebih mudah memenangkan kejuaraan dengan (gaya) bijaksana dan konservatif bukannya berani mengambil risiko dan memberikan seratus persen, tetapi pada akhirnya anda harus melakukan kompromi. Pembalap konservatif mungkin berpikir empat dari lima poin akan sangat berharga di akhir musim, sedangkan bila anda terlalu memaksakan, itu berisiko kecelakaan dan membuang 25 poin," ungkap Marquez dilansir MCN, Sabtu (21/11/2015).
"Jadi anda harus menemukan keseimbangan yang tepat. Saya memenangi dua gelar MotoGP dengan selalu memberikan seratus persen dan selalu pergi untuk menang. Tapi dalam kejuaraan saat ini terlalu banyak mendapatkan nol poin. Jika anda merasa baik dan motor juga demikian, maka lebih baik bisa agresif, berani, serta balapan penuh risiko dan dengan cara ini saya pikir anda akan meraih lebih banyak gelar," tutupnya. (Baca Juga: (Baca Juga: Ini Pembalap MotoGP Paling Sering Jatuh di 2015)
(akr)