Sinyal Positif Arema di Jalur Juara
Senin, 23 November 2015 - 14:39 WIB
Sinyal Positif Arema di Jalur Juara
A
A
A
MALANG - Arema Cronus membuktikan tekad untuk lebih menjanjikan di Piala Jenderal Sudirman 2015. Terbukti, hingga laga ketiga, Arema sukses mencatat kesempurnaan dengan tiga kali kemenangan sekaligus menjadi kontestan pertama yang lolos ke babak berikutnya.
Pada periode yang sama di turnamen sebelumnya, yakni Piala Presiden 2015, Singo Edan masih tersengal-sengal dan kesulitan mendapat kemenangan. Di turnamen tersebut Ahmad Bustomi dkk hanya sekali menang dan dua kali seri.
Produktivitas juga irit dengan torehan lima gol dalam tiga laga, sekaligus selalu kebobolan. Di Piala Jenderal Sudirman, catatan tersebut meningkat secara signifikan. Dengan jumlah pertandingan yang sama, Arema sudah mengemas sembilan angka dari tiga hasil sempurna.
Produktivitas juga lebih menggembirakan. Mereka sukses menjebol jala lawan 10 kali, serta kebobolan tiga kali. Positifnya, tim asuhan Joko Susilo sudah bisa steril dari kecolongan alias mendapat clean sheet saat mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 pada Minggu (22/11) malam.
Progres ini tentu membuat Joko Susilo tersenyum walau masih banyak laga lebih berat yang harus dilakoni. Paling tidak dia kini yakin bahwa timnya sudah di jalur yang benar untuk berprogres lebih baik lagi. Faktanya, dari berbagai aspek Singo Edan menunjukkan peningkatan positif.
"Ini kerja keras semua elemen. Kami berkomitmen untuk memperbaiki permainan dari pertandingan ke pertandingan dan saya rasa kami sudah melakukannya. Kini tim punya tantangan untuk meneruskan episode positif ini, bahkan kalau bisa dinaikkan lagi,"tutur Joko Susilo.
Salah satu faktor yang membuat Arema sementara ini memuaskan adalah start yang positif di turnamen dan adanya pemain baru yang sesuai kebutuhan. Pemain menurutnya langsung bisa panas ketika turnamen dimulai, yakni dengan mengempaskan Persegres Gresik United kemudian Persipasi Bandung Raya.
"Tak bisa diabaikan juga adalah bagaimana tim ini memulai turnamen. Pemain langsung percaya diri dan tancap gas, pemain baru juga cepat beradaptasi serta memberi kontribusi besar. Saya senang melihat perkembangan tim ini dan semoga menjadi sinyal positif (dalam mengejar target juara)," sambungnya.
Lebih meyakinkan lagi, catatan sempurna itu dilalui dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Sejumlah pemain dibelit cedera, seperti Cristian Gonzales, Purwaka Yudhi dan Dendi Santoso. Rotasi yang dilakukan Joko sejauh ini tidak sampai menggoyahkan keseimbangan tim.
Pada periode yang sama di turnamen sebelumnya, yakni Piala Presiden 2015, Singo Edan masih tersengal-sengal dan kesulitan mendapat kemenangan. Di turnamen tersebut Ahmad Bustomi dkk hanya sekali menang dan dua kali seri.
Produktivitas juga irit dengan torehan lima gol dalam tiga laga, sekaligus selalu kebobolan. Di Piala Jenderal Sudirman, catatan tersebut meningkat secara signifikan. Dengan jumlah pertandingan yang sama, Arema sudah mengemas sembilan angka dari tiga hasil sempurna.
Produktivitas juga lebih menggembirakan. Mereka sukses menjebol jala lawan 10 kali, serta kebobolan tiga kali. Positifnya, tim asuhan Joko Susilo sudah bisa steril dari kecolongan alias mendapat clean sheet saat mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 pada Minggu (22/11) malam.
Progres ini tentu membuat Joko Susilo tersenyum walau masih banyak laga lebih berat yang harus dilakoni. Paling tidak dia kini yakin bahwa timnya sudah di jalur yang benar untuk berprogres lebih baik lagi. Faktanya, dari berbagai aspek Singo Edan menunjukkan peningkatan positif.
"Ini kerja keras semua elemen. Kami berkomitmen untuk memperbaiki permainan dari pertandingan ke pertandingan dan saya rasa kami sudah melakukannya. Kini tim punya tantangan untuk meneruskan episode positif ini, bahkan kalau bisa dinaikkan lagi,"tutur Joko Susilo.
Salah satu faktor yang membuat Arema sementara ini memuaskan adalah start yang positif di turnamen dan adanya pemain baru yang sesuai kebutuhan. Pemain menurutnya langsung bisa panas ketika turnamen dimulai, yakni dengan mengempaskan Persegres Gresik United kemudian Persipasi Bandung Raya.
"Tak bisa diabaikan juga adalah bagaimana tim ini memulai turnamen. Pemain langsung percaya diri dan tancap gas, pemain baru juga cepat beradaptasi serta memberi kontribusi besar. Saya senang melihat perkembangan tim ini dan semoga menjadi sinyal positif (dalam mengejar target juara)," sambungnya.
Lebih meyakinkan lagi, catatan sempurna itu dilalui dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Sejumlah pemain dibelit cedera, seperti Cristian Gonzales, Purwaka Yudhi dan Dendi Santoso. Rotasi yang dilakukan Joko sejauh ini tidak sampai menggoyahkan keseimbangan tim.
(aww)