Arema Fokus Dongkrak Level di 8 Besar
Senin, 30 November 2015 - 18:01 WIB
Arema Fokus Dongkrak Level di 8 Besar
A
A
A
MALANG - Arema Cronus mempersiapkan diri secara lebih intensif setelah memastikan diri sebagai salah satu kontestan delapan besar Piala Jenderal Sudirman 2015. Mulai Selasa (1/12), tim mulai fokus menjalani persiapan menuju fase kedua turnamen.
Target Arema di babak delapan besar nanti telah ditetapkan, yakni meningkatkan level performa walau sudah tampil dengan rekor sempurna di fase grup. Pelatih Joko Susilo percaya timnya memiliki potensi yang lebih besar dibanding sebelumnya.
"Saya memberikan apresiasi untuk semua elemen tim karena sudah bekerja keras di fase grup. Tapi saya memiliki keyakinan bahwa potensi maksimal belum tercapai, artinya ada kans untuk meningkatkan level tim untuk lebih baik lagi," tutur Joko.
Dia meminta timnya untuk terus berupaya mencapai level terbaik, apalagi bobot lawan dipastikan bakal memberat di babak selanjutnya. "Semoga segala sesuatunya mendukung, termasuk kondisi kebugaran tim. Tugas kami sekarang lebih berat," tambahnya.
Arema mengakhiri fase grup dengan gemilang, yakni menjadi satu-satunya tim yang selalu menang di empat pertandingan. Progres ini jelas sangat menggembirakan, terutama jika membandingan dengan turnamen sebelumnya yang kesulitan meraih kemenangan.
Rencananya Arema bakal tetap menjadi salah satu tuan rumah di babak delapan besar, sehingga kans untuk minimal konsisten tetap terbuka. Jika standar performa bisa dipertahankan minimal seperti di fase grup, maka diprediksi Arema sulit terbendung.
"Fase grup cukup memuaskan, tapi itu tak akan berarti kalau kami kemudian mengalami penurunan. Ini ujian yang datang dari dalam diri Arema sendiri, bagaimana harus menjaga semangat, mental, serta kualitas teknis. Kami harus bisa," tegas pelatih bersapa Gethuk.
Arema kini tinggal menunggu siapa lawan yang bakal disatroni di babak delapan besar. Pesaing utama Singo Edan dalam beberapa tahun terakhir sudah tersingkir, yakni Persib Bandung. Namun Joko menilai persaingan di babak berikutnya akan tetap berat.
"Masih ada tim besar lainnya yang pastinya sulit dihadapi, misalnya Persipura Jayapura, Mitra Kukar, serta beberap tim yang menunjukkan perkembangan positif. Saya rasa persaingan tidak menjadi ringan walau tak ada Persib," tandas dia.
Arema kini lebih mempunyai waktu untuk memulihkan kondisi beberapa pemain yang sempat cedera, seperti Toni Espinosa dan Kurnia Meiga. Dengan komposisi lebih komplit, maka Joko lebih punya fleksibilitas dalam meramu strateginya sesuai kebutuhan di lapangan.
Target Arema di babak delapan besar nanti telah ditetapkan, yakni meningkatkan level performa walau sudah tampil dengan rekor sempurna di fase grup. Pelatih Joko Susilo percaya timnya memiliki potensi yang lebih besar dibanding sebelumnya.
"Saya memberikan apresiasi untuk semua elemen tim karena sudah bekerja keras di fase grup. Tapi saya memiliki keyakinan bahwa potensi maksimal belum tercapai, artinya ada kans untuk meningkatkan level tim untuk lebih baik lagi," tutur Joko.
Dia meminta timnya untuk terus berupaya mencapai level terbaik, apalagi bobot lawan dipastikan bakal memberat di babak selanjutnya. "Semoga segala sesuatunya mendukung, termasuk kondisi kebugaran tim. Tugas kami sekarang lebih berat," tambahnya.
Arema mengakhiri fase grup dengan gemilang, yakni menjadi satu-satunya tim yang selalu menang di empat pertandingan. Progres ini jelas sangat menggembirakan, terutama jika membandingan dengan turnamen sebelumnya yang kesulitan meraih kemenangan.
Rencananya Arema bakal tetap menjadi salah satu tuan rumah di babak delapan besar, sehingga kans untuk minimal konsisten tetap terbuka. Jika standar performa bisa dipertahankan minimal seperti di fase grup, maka diprediksi Arema sulit terbendung.
"Fase grup cukup memuaskan, tapi itu tak akan berarti kalau kami kemudian mengalami penurunan. Ini ujian yang datang dari dalam diri Arema sendiri, bagaimana harus menjaga semangat, mental, serta kualitas teknis. Kami harus bisa," tegas pelatih bersapa Gethuk.
Arema kini tinggal menunggu siapa lawan yang bakal disatroni di babak delapan besar. Pesaing utama Singo Edan dalam beberapa tahun terakhir sudah tersingkir, yakni Persib Bandung. Namun Joko menilai persaingan di babak berikutnya akan tetap berat.
"Masih ada tim besar lainnya yang pastinya sulit dihadapi, misalnya Persipura Jayapura, Mitra Kukar, serta beberap tim yang menunjukkan perkembangan positif. Saya rasa persaingan tidak menjadi ringan walau tak ada Persib," tandas dia.
Arema kini lebih mempunyai waktu untuk memulihkan kondisi beberapa pemain yang sempat cedera, seperti Toni Espinosa dan Kurnia Meiga. Dengan komposisi lebih komplit, maka Joko lebih punya fleksibilitas dalam meramu strateginya sesuai kebutuhan di lapangan.
(aww)