Lantaran Lawan Cedera, Tontowi/Liliyana Gagal ke Semifinal
Jum'at, 11 Desember 2015 - 15:49 WIB
Lantaran Lawan Cedera, Tontowi/Liliyana Gagal ke Semifinal
A
A
A
DUBAI - Harapan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk tamil di semifinal BWF Super Series Finals 2015 sudah benar-benar tertutup. Hal tersebut terjadi setelah lawan yang sedianya mereka hadapai mengundurkan diri lantaran cedera.
Rencananya, Tontowi/Liliyana akan melawan pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Namun ketika laga akan dimulai Zhao menyatakan mengundurkan diri karena mengaku cedera.
Berdasarkan peraturan di penyisihan grup, jika salah satu pemain mundur dari pertandingan, maka semua hasil pertandingan dengan pemain tersebut, tidak akan dihitung. Meski kecil, Tontowi/Liliyana sebenarnya masih berpeluang untuk masuk ke semifinal, jika keduanya bisa menang jauh dari Zhang/Zhao.
Sayang di dua pertandingan sebelumnya, Tontowi/Liliyana sudah kalah dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Inggris dan Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah, Hong Kong. Sementara Chris/Gabrielle dan Lee/Chau masing-masing sudah mengantongi satu kemenangan, setelah mengabaikan pertandingan dengan Zhang/Zhao.
“Kalau kami main sebenarnya kan masih ada kans. Tapi kalau dia (Zhang Nan/Zhao Yunlei) nggak main kan semua hitungannya jadi kosong. Tapi karena kami kemarin sudah kalah dengan Hong Kong dan Inggris, jadi hampir dipastikan kami tidak masuk. Tapi ya ini adalah game, apapun bisa terjadi. Kami ambil positifnya aja. Di dua pertandingan kemarin juga permainan kami kurang bagus. Kalau bisa mengevaluasi pertandingan secara keseluruhan, kami belum bisa kembali seperti dulu, seperti saat kami jadi juara dunia atau All England,” kata Liliyana ditemui di Hamdan Sport Complex, Dubai seperti dilansir Badmintonindonesia, Jumat (11/12/2015).
“Performa kami sedang menurun. Walaupun di Indonesian Masters kemarin kami menang, tapi nggak banyak pemain luar yang turun. Mudah-mudahan ini menjadi pertandingan terakhir yang harus dievaluasi. Tahun depan kami bersiap membuka lembaran baru lagi, dengan semangat yang baru, strategi yang baru, dengan fokus yang baru dan persiapan yang baru. Kita lupakan di tahun 2015 ini dan kita mulai lagi untuk persiapan Olimpiade 2016 nanti,” jelas Liliyana lagi.
Rencananya, Tontowi/Liliyana akan melawan pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Namun ketika laga akan dimulai Zhao menyatakan mengundurkan diri karena mengaku cedera.
Berdasarkan peraturan di penyisihan grup, jika salah satu pemain mundur dari pertandingan, maka semua hasil pertandingan dengan pemain tersebut, tidak akan dihitung. Meski kecil, Tontowi/Liliyana sebenarnya masih berpeluang untuk masuk ke semifinal, jika keduanya bisa menang jauh dari Zhang/Zhao.
Sayang di dua pertandingan sebelumnya, Tontowi/Liliyana sudah kalah dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Inggris dan Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah, Hong Kong. Sementara Chris/Gabrielle dan Lee/Chau masing-masing sudah mengantongi satu kemenangan, setelah mengabaikan pertandingan dengan Zhang/Zhao.
“Kalau kami main sebenarnya kan masih ada kans. Tapi kalau dia (Zhang Nan/Zhao Yunlei) nggak main kan semua hitungannya jadi kosong. Tapi karena kami kemarin sudah kalah dengan Hong Kong dan Inggris, jadi hampir dipastikan kami tidak masuk. Tapi ya ini adalah game, apapun bisa terjadi. Kami ambil positifnya aja. Di dua pertandingan kemarin juga permainan kami kurang bagus. Kalau bisa mengevaluasi pertandingan secara keseluruhan, kami belum bisa kembali seperti dulu, seperti saat kami jadi juara dunia atau All England,” kata Liliyana ditemui di Hamdan Sport Complex, Dubai seperti dilansir Badmintonindonesia, Jumat (11/12/2015).
“Performa kami sedang menurun. Walaupun di Indonesian Masters kemarin kami menang, tapi nggak banyak pemain luar yang turun. Mudah-mudahan ini menjadi pertandingan terakhir yang harus dievaluasi. Tahun depan kami bersiap membuka lembaran baru lagi, dengan semangat yang baru, strategi yang baru, dengan fokus yang baru dan persiapan yang baru. Kita lupakan di tahun 2015 ini dan kita mulai lagi untuk persiapan Olimpiade 2016 nanti,” jelas Liliyana lagi.
(bbk)