Lolos ke Semifinal, Praveen/Debby Bayar Sakit Hati Tontowi/Liliyana
Jum'at, 11 Desember 2015 - 16:38 WIB
Lolos ke Semifinal, Praveen/Debby Bayar Sakit Hati Tontowi/Liliyana
A
A
A
DUBAI - Praveen Jordan/Liliyana Natsir membayar sakit hati seniornya Tontowi Ahmad/Liliyana yang gagal ke semifinal BWF Super Series Finals 2015. Praveen/Debby memastikan menyegel tempat di babak empat besar setelah mengalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, 21-8, 21-18.
Meski bertanding dengan beban harus memenangkan laga, penampilan Praveen/Debby terlihat sangat lepas. Sejak awal pasangan nasional itu terus mendominasi perolehan poin. Namun, mereka sempat melemah di game dalam pertandingan yang digelar di Hamdan Spors Complex, Dubai, Jumat (11/12/2015).
Beruntung semangat tinggi bisa membalikkan keadaan dan mengejar angka dari 4-11 menjadi 16-14. Akhirnya Indonesia bisa memastikan satu tiket setelah memenangkan duel dengan skor akhir 21-18.
“Di game pertama kami main dengan enjoy. Jadi kalau sudah enjoy mau main seperti apa juga bisa masuk. Lawan juga terus ketekan dari awal. Di game kedua kami menang angin, sementara bola mereka kebanyakan nge-rem. Jadi kami suka terlambat setengah langkah, bola kami juga banyak nangung. Tapi setelah poin 11 ada beberapa pola yang kami ubah, ternyata membuahkan hasil,” kata Debby dilansir Badmintonindonesia.
Praveen/Debby masih posisi sebagai juara grup atau runner up grup. Hal tersebut ditentukan oleh pertandingan lainnya di Grup B, antara Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, Korea dan Liu Cheng/Bao Yixin, China
Siapa pun yang akan jadi lawan, Praveen/Debby menyatakan kesiapannya. “Dengan semua pemain kami sebenarnya punya peluang. Tinggal gimana nanti di lapangan kami bisa fokus atau tidak,” ujar Debby.
“Besok tinggal siapa yang lebih besar rasa ingin menangnya saja. Untuk strategi akan kami bicarakan menyusul dengan pelatih nanti,” tambah Praveen.
Meski bertanding dengan beban harus memenangkan laga, penampilan Praveen/Debby terlihat sangat lepas. Sejak awal pasangan nasional itu terus mendominasi perolehan poin. Namun, mereka sempat melemah di game dalam pertandingan yang digelar di Hamdan Spors Complex, Dubai, Jumat (11/12/2015).
Beruntung semangat tinggi bisa membalikkan keadaan dan mengejar angka dari 4-11 menjadi 16-14. Akhirnya Indonesia bisa memastikan satu tiket setelah memenangkan duel dengan skor akhir 21-18.
“Di game pertama kami main dengan enjoy. Jadi kalau sudah enjoy mau main seperti apa juga bisa masuk. Lawan juga terus ketekan dari awal. Di game kedua kami menang angin, sementara bola mereka kebanyakan nge-rem. Jadi kami suka terlambat setengah langkah, bola kami juga banyak nangung. Tapi setelah poin 11 ada beberapa pola yang kami ubah, ternyata membuahkan hasil,” kata Debby dilansir Badmintonindonesia.
Praveen/Debby masih posisi sebagai juara grup atau runner up grup. Hal tersebut ditentukan oleh pertandingan lainnya di Grup B, antara Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, Korea dan Liu Cheng/Bao Yixin, China
Siapa pun yang akan jadi lawan, Praveen/Debby menyatakan kesiapannya. “Dengan semua pemain kami sebenarnya punya peluang. Tinggal gimana nanti di lapangan kami bisa fokus atau tidak,” ujar Debby.
“Besok tinggal siapa yang lebih besar rasa ingin menangnya saja. Untuk strategi akan kami bicarakan menyusul dengan pelatih nanti,” tambah Praveen.
(bbk)