Pemain Asing Hijrah Ke Malaysia, Ini Sikap Sriwijaya FC
Senin, 14 Desember 2015 - 15:51 WIB
Pemain Asing Hijrah Ke Malaysia, Ini Sikap Sriwijaya FC
A
A
A
PALEMBANG - Asisten Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Hartono Ruslan menyatakan siap berlaga tanpa diperkuat pemain asing. Ini sikap Sriwijaya FC mengingat banyaknya pemain asing yang hijrah ke Malaysia pas matinya kompetisi Liga Indonesia.
''Wajar mereka pindah karena kompetisi di sana berjalan tidak seperti di sini. Dengan kondisi itu kita harus siap berlaga tanpa pemain asing,''kata Hartono.
Menurut mantan asisten pelatih Kas Hartadi ini, pihaknya sudah mulai memantau pergerakan pemain lokal khususnya pemain mudaakan bersinar. Hal itu sebagai langkah untuk mengisi klub Laskar Wong Kito apabila nantinya harus kembali berlaga di turnamen.
''Kita sudah mulai memantau pemain lokal. Sebab mulai dari sekarang semua klub harus siap berlaga dengan hanya berisikan pemain lokal saja,''ungkapnya.
Di sisi lain, dari segigaji yang didapat pemain asing dijelaskan Hartono tidak sesuai dengan pendapatannya. Sebagai pemain profesional wajar apabila semua pemain asing di Indonesia berlahan-lahan mulai mencari negara terdekat untuk pindah dari Indonesia.
''Kita sangat sayangkan kalau (Abdoulaye) Maiga harus pindah ke Malaysia karena dia adalah pemain andalan kami di lini belakang. Tetapi dia pemain profesional pasti memilih tindakan yang profesional juga. Memang Maiga sangat betah bersama klub, namun ia harus mencari nafkah untuk keluarganya,”kata Hartono dengan nada pelan.
Melihat kondisi tersebut Hartono tentunya meminta semua pemain lokal di Indonesia tetap sabar. Karena keadaan itu bisa memancing emosi dan psikologi para pemain khususnya pemain Laskar Wong Kito.
''Pastinya semua pemain kita terpukul melihat keadaan sepak bola di Indonesia sekarang. Turnamen hanya sebagai hiburan semata bagi mereka. Pemain dan kita sebagai pelatih butuh kompetisi,”pungkasnya.
Selain Abdoulaye Youssouf Maiga dan pemain Persib Bandung Makan Konate yang memilih berlaga ke Malaysia Super League (MSL). Beberapa nama impor top berlaga di Indonesia Super League (ISL) seperti Gustavo Lopez dan Alberto Goncalves yang membela Arema Cronus hijrah ke Penang FA. Lalu ada pula bek Mitra Kukar Reinaldo Lobo dan Park Chul Hyung. Emmanuel ''Pacho'' Kenmogne satu paket dengan Issac Pupo ke Kelantan FA. Robertino Pugliara yang kini pendekatan dengan Serawak FA.
Hal itu dikatakan agen pemain asing Francis Yonga mengatakan, semua pemain itu hanya bisa berlaga di kompetisi sesungguhnya. Semua pemain asing yang hijrah ke Malaysia mendapatkan gaji besar dibandingkan memperkuat tim di Indonesia.
''Pacho mendapatkan kontrak Rp 3,2 miliar memperkuat tim Kelantan di Malaysia. Jadi wajar mereka lebih memilih pindah ke Malaysia selain gaji lebih besar di sana kompetisinya juga berjalan,”kata agen berlisensi FIFA ini.
''Wajar mereka pindah karena kompetisi di sana berjalan tidak seperti di sini. Dengan kondisi itu kita harus siap berlaga tanpa pemain asing,''kata Hartono.
Menurut mantan asisten pelatih Kas Hartadi ini, pihaknya sudah mulai memantau pergerakan pemain lokal khususnya pemain mudaakan bersinar. Hal itu sebagai langkah untuk mengisi klub Laskar Wong Kito apabila nantinya harus kembali berlaga di turnamen.
''Kita sudah mulai memantau pemain lokal. Sebab mulai dari sekarang semua klub harus siap berlaga dengan hanya berisikan pemain lokal saja,''ungkapnya.
Di sisi lain, dari segigaji yang didapat pemain asing dijelaskan Hartono tidak sesuai dengan pendapatannya. Sebagai pemain profesional wajar apabila semua pemain asing di Indonesia berlahan-lahan mulai mencari negara terdekat untuk pindah dari Indonesia.
''Kita sangat sayangkan kalau (Abdoulaye) Maiga harus pindah ke Malaysia karena dia adalah pemain andalan kami di lini belakang. Tetapi dia pemain profesional pasti memilih tindakan yang profesional juga. Memang Maiga sangat betah bersama klub, namun ia harus mencari nafkah untuk keluarganya,”kata Hartono dengan nada pelan.
Melihat kondisi tersebut Hartono tentunya meminta semua pemain lokal di Indonesia tetap sabar. Karena keadaan itu bisa memancing emosi dan psikologi para pemain khususnya pemain Laskar Wong Kito.
''Pastinya semua pemain kita terpukul melihat keadaan sepak bola di Indonesia sekarang. Turnamen hanya sebagai hiburan semata bagi mereka. Pemain dan kita sebagai pelatih butuh kompetisi,”pungkasnya.
Selain Abdoulaye Youssouf Maiga dan pemain Persib Bandung Makan Konate yang memilih berlaga ke Malaysia Super League (MSL). Beberapa nama impor top berlaga di Indonesia Super League (ISL) seperti Gustavo Lopez dan Alberto Goncalves yang membela Arema Cronus hijrah ke Penang FA. Lalu ada pula bek Mitra Kukar Reinaldo Lobo dan Park Chul Hyung. Emmanuel ''Pacho'' Kenmogne satu paket dengan Issac Pupo ke Kelantan FA. Robertino Pugliara yang kini pendekatan dengan Serawak FA.
Hal itu dikatakan agen pemain asing Francis Yonga mengatakan, semua pemain itu hanya bisa berlaga di kompetisi sesungguhnya. Semua pemain asing yang hijrah ke Malaysia mendapatkan gaji besar dibandingkan memperkuat tim di Indonesia.
''Pacho mendapatkan kontrak Rp 3,2 miliar memperkuat tim Kelantan di Malaysia. Jadi wajar mereka lebih memilih pindah ke Malaysia selain gaji lebih besar di sana kompetisinya juga berjalan,”kata agen berlisensi FIFA ini.
(aww)