Antisipasi Serangan Suporter, Tim Diangkut Truk TNI
Minggu, 20 Desember 2015 - 20:37 WIB
Antisipasi Serangan Suporter, Tim Diangkut Truk TNI
A
A
A
SLEMAN - Panitia Pelaksana (Panpel) babak 8 Besar Grup E Piala Jenderal Sudirman belum lakukan evaluasi menyeluruh terkait kerusuhan suporter pada laga hari kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/12). Panpel akan menggelar pertemuan pleno dengan semua pihak termasuk panitia pusat dari Mahaka Sports and Entertainment pada Senin (21/12).
Ketua Panpel Ediyanto menyebut, saat ini evaluasi masih dilakuan oleh setiap bagian kerja panpel. "Belum ada pertemuan, mungkin besok baru akan kita lakukan pertemuan untuk mengevaluasi secara keseluruhan,"kata Ediyanto, Minggu (20/12).
Dari perencanaan yang dilakukannya, pada laga hari ketiga atau hari terakhir babak 8 Besar, setiap bus tim akan diganti. Bus yang akan mengangkut tim dan ofisial dari hotel ke Stadion Maguwoharjo nantinya akan mempergunakan kendaraan milik TNI. Hal tersebut untuk mencegah kembali terjadinya aksi anarkistis perusakan bus dengan pelemparan batu seperti yang dialami bus pengangkut Surabaya United, Sabtu malam. (Baca juga: Bus Surabaya United Hancur Diserang Aremania, Ilham Udin Terluka)
Disinggung mengenai sanksi untuk tim atas kerusuhan yang terjadi, Ediyanto mengaku belum mengetahui secara pasti peraturan yang ditetapkan oleh panitia pusat. Hal tersebut menurutnya, kemungkinan besar baru akan bisa diketahui pada saat digelar pleno evaluasi pelaksanaan pertandingan.
Termasuk kemungkinan adanya penambahan satuan pengamanan baik dari TNI maupun polisi. Hal tersebut mempertimbangkan, di hari kedua pertandingan meski ada peningkatan sweeping pengamanan masih ada benda terlarang yang bisa masuk ke stadion dan menjadi bahan lemparan penonton ke tengah lapangan.
"Penambahan pengamanan belum tahu apakah akan dilakukan atau tidak tergantung pertemuan evaluasi nanti. Tapi yang jelas pengetatan sweeping barang terlarang pasti akan dilakukan," tambah Direktur Kompetisi dan Pertandingan Asprov PSSI DIY tersebut.
Ketua Panpel Ediyanto menyebut, saat ini evaluasi masih dilakuan oleh setiap bagian kerja panpel. "Belum ada pertemuan, mungkin besok baru akan kita lakukan pertemuan untuk mengevaluasi secara keseluruhan,"kata Ediyanto, Minggu (20/12).
Dari perencanaan yang dilakukannya, pada laga hari ketiga atau hari terakhir babak 8 Besar, setiap bus tim akan diganti. Bus yang akan mengangkut tim dan ofisial dari hotel ke Stadion Maguwoharjo nantinya akan mempergunakan kendaraan milik TNI. Hal tersebut untuk mencegah kembali terjadinya aksi anarkistis perusakan bus dengan pelemparan batu seperti yang dialami bus pengangkut Surabaya United, Sabtu malam. (Baca juga: Bus Surabaya United Hancur Diserang Aremania, Ilham Udin Terluka)
Disinggung mengenai sanksi untuk tim atas kerusuhan yang terjadi, Ediyanto mengaku belum mengetahui secara pasti peraturan yang ditetapkan oleh panitia pusat. Hal tersebut menurutnya, kemungkinan besar baru akan bisa diketahui pada saat digelar pleno evaluasi pelaksanaan pertandingan.
Termasuk kemungkinan adanya penambahan satuan pengamanan baik dari TNI maupun polisi. Hal tersebut mempertimbangkan, di hari kedua pertandingan meski ada peningkatan sweeping pengamanan masih ada benda terlarang yang bisa masuk ke stadion dan menjadi bahan lemparan penonton ke tengah lapangan.
"Penambahan pengamanan belum tahu apakah akan dilakukan atau tidak tergantung pertemuan evaluasi nanti. Tapi yang jelas pengetatan sweeping barang terlarang pasti akan dilakukan," tambah Direktur Kompetisi dan Pertandingan Asprov PSSI DIY tersebut.
(aww)