Momen Kesedihan di Hari Terakhir Djanur Latih Persib
Senin, 11 Januari 2016 - 17:21 WIB
Momen Kesedihan di Hari Terakhir Djanur Latih Persib
A
A
A
BANDUNG - Suasana sedih meronai hari terakhir kebersamaan Djadjang Nurdjaman (Djanur) bersama skuat Persib Bandung. Dalam hitungan hari, Djanur segera melepas statusnya sebagai nakhoda Maung Bandung.
Hal itu seiring dengan kepastian bahwa pelatih asal Majalengka itu akan segera terbang ke Italia, untuk memperdalam ilmu kepelatihannya. Senin (11/1) pagi adalah saat-saat terakhir Djanur mendampingi anak asuhnya menjalani latihan di lapangan futsal, Jalan Supratman, Bandung.
Kendati akan segera ditinggalkan oleh pelatih yang membawa Persib sebagai tim terbaik di Tanah Air. Namun, tidak terlihat para pemain malas-malasan dalam sesi latihan yang berlangsung dari jm 08.00-10.00 WIB.
Dalam latihan tersebut, Djanur yang mengenakan celana pendek dan jaket, terlihat tidak banyak memberikan pengarahan kepada Atep dan kawan-kawan. Instruksi lebih sering diberikan oleh asisten pelatih.
Sementara Djanur terlihat hanya memantau permainan anak asuhnya, sambil sesekali memberikan wejangan ringan. Tidak jarang juga, Djanur terlihat melayani penonton untuk berfoto bersama dari dalam lapangan.
Setelah dirasa cukup, sekitar pukul 10.00 WIB, latihan dihentikan. Semua pemain, termasuk Djanur berkumpul di tengah lapangan, membentuk lingkaran kecil. Sekitar 15 menit, Djanur memberikan sambutan kepada para pemain.
Suasana haru cukup terasa menyelimuti para pemain maung Bandung. Puncaknya, terlihat saat Djanur selesai menyampaikan wejangannya.
Diawali dari Atep, Djanur memeluk satu persatu anak asuhnya. Dengan penuh kasih sayang, Djanur terlihat memeluk erat anak asuhnya dan dibalas dengan pelukan erat dengan mata berkaca-kaca.
''Sebetulnya sudah saya sampaikan salam perpisahan pada pertandingan lalu. Barusan say goodbye sama para pemain, karena saya besok sudah harus berada di Jakarta,”kata Djanur seusai memimpin latihan, Senin (11/1).
Bagi Djanur, prestasi yang diraih Persib, bukan berkat kerja kerasnya semata selaku pelatih. Kekompakan dan kekeluargaan yang tumbuh di tubuh Persib, adalah faktor utama dari sejumlah keberhasilan yang sudah digapai oleh Tim.
''Yang jelas saya harus sampaikan terima kasih kepada pemain, kerja samanya luar biasa selama ini. Menghadirkan prestasi dari seluruh tim, pemain, ofisial, bukan hanya satu elemen saja. Semua sama-sama membangun kekompakan, kekeluargaan, kebersamaan dan disipilin yang tinggi, itu modalnya,”papar dia.
Keberadaan pemain muda di skuat Persib, menjadi perhatian tersendiri bagi dia. Terkait hal tersebut, Djanur berpesan agar maung ngora ini, tidak minder ketika bermain di lapangan, dan berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih senior.
Kemampuan yang dimiliki para pemain muda, lanjut dia, sudah seyogianya dibarengi dengan rasa percaya diri yang besar pada diri mereka.
''Saya berpesan kepada pemain muda, jangan kalah kepercayaan diri. Karena soal talent dan bakat, mereka sudah memiliki,”ungkap dia.
Kendati belum resmi berpisah, namun Djanur sudah merasakan kerinduan yang dalam kepada Persib. Terkait hal itu, Djanur mengaku akan membawa barang-barang yang selama ini identik dengan Persib.
''Ya, pasti sangat saya rindukan. Untuk ngobatinnya, saya bawa Jersey. Meskipun saya belum tahu selama kepelatihan memakai apa. Persib selalu di hati,”tegas dia.
Penjaga gawang Persib, I Made Wirawan mengaku senang dengan pelatihan kepelatihan yang akan dijalani Djanur. Namun demikian, sebagai anak asuhnya yang sudah cukup lama merasakan racikan sang pelatih, Made mengaku bersedih dengan perpisahan itu.
''Yang pasti senang, (karena) bisa dapat pengalaman lagi. Tapi sedih juga, harus berpisah lagi,” jelas dia.
Pergantian pelatih di sebuah tim, lanjut dia, adalah sesuatu yang lumrah. Namun, Made mengaku, selama berkarier sebagai pemain profesional, kebersamaannya dengan Persib dan Djanur adalah pengalaman yang paling berkesan.
''Pergantian pelatih di tim sudah biasa, kita menyikapinya biasa. Tapi ini Pak Djanur sudah tiga tahun bersama, dibikin suasana yang berbeda. Paling berkesan, apalagi sudah memberikan prestasi yang bagus,”jelas Made sambil menegaskan pentingnya menjaga kekompakan.

Hal itu seiring dengan kepastian bahwa pelatih asal Majalengka itu akan segera terbang ke Italia, untuk memperdalam ilmu kepelatihannya. Senin (11/1) pagi adalah saat-saat terakhir Djanur mendampingi anak asuhnya menjalani latihan di lapangan futsal, Jalan Supratman, Bandung.
Kendati akan segera ditinggalkan oleh pelatih yang membawa Persib sebagai tim terbaik di Tanah Air. Namun, tidak terlihat para pemain malas-malasan dalam sesi latihan yang berlangsung dari jm 08.00-10.00 WIB.
Dalam latihan tersebut, Djanur yang mengenakan celana pendek dan jaket, terlihat tidak banyak memberikan pengarahan kepada Atep dan kawan-kawan. Instruksi lebih sering diberikan oleh asisten pelatih.
Sementara Djanur terlihat hanya memantau permainan anak asuhnya, sambil sesekali memberikan wejangan ringan. Tidak jarang juga, Djanur terlihat melayani penonton untuk berfoto bersama dari dalam lapangan.
Setelah dirasa cukup, sekitar pukul 10.00 WIB, latihan dihentikan. Semua pemain, termasuk Djanur berkumpul di tengah lapangan, membentuk lingkaran kecil. Sekitar 15 menit, Djanur memberikan sambutan kepada para pemain.
Suasana haru cukup terasa menyelimuti para pemain maung Bandung. Puncaknya, terlihat saat Djanur selesai menyampaikan wejangannya.
Diawali dari Atep, Djanur memeluk satu persatu anak asuhnya. Dengan penuh kasih sayang, Djanur terlihat memeluk erat anak asuhnya dan dibalas dengan pelukan erat dengan mata berkaca-kaca.
''Sebetulnya sudah saya sampaikan salam perpisahan pada pertandingan lalu. Barusan say goodbye sama para pemain, karena saya besok sudah harus berada di Jakarta,”kata Djanur seusai memimpin latihan, Senin (11/1).
Bagi Djanur, prestasi yang diraih Persib, bukan berkat kerja kerasnya semata selaku pelatih. Kekompakan dan kekeluargaan yang tumbuh di tubuh Persib, adalah faktor utama dari sejumlah keberhasilan yang sudah digapai oleh Tim.
''Yang jelas saya harus sampaikan terima kasih kepada pemain, kerja samanya luar biasa selama ini. Menghadirkan prestasi dari seluruh tim, pemain, ofisial, bukan hanya satu elemen saja. Semua sama-sama membangun kekompakan, kekeluargaan, kebersamaan dan disipilin yang tinggi, itu modalnya,”papar dia.
Keberadaan pemain muda di skuat Persib, menjadi perhatian tersendiri bagi dia. Terkait hal tersebut, Djanur berpesan agar maung ngora ini, tidak minder ketika bermain di lapangan, dan berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih senior.
Kemampuan yang dimiliki para pemain muda, lanjut dia, sudah seyogianya dibarengi dengan rasa percaya diri yang besar pada diri mereka.
''Saya berpesan kepada pemain muda, jangan kalah kepercayaan diri. Karena soal talent dan bakat, mereka sudah memiliki,”ungkap dia.
Kendati belum resmi berpisah, namun Djanur sudah merasakan kerinduan yang dalam kepada Persib. Terkait hal itu, Djanur mengaku akan membawa barang-barang yang selama ini identik dengan Persib.
''Ya, pasti sangat saya rindukan. Untuk ngobatinnya, saya bawa Jersey. Meskipun saya belum tahu selama kepelatihan memakai apa. Persib selalu di hati,”tegas dia.
Penjaga gawang Persib, I Made Wirawan mengaku senang dengan pelatihan kepelatihan yang akan dijalani Djanur. Namun demikian, sebagai anak asuhnya yang sudah cukup lama merasakan racikan sang pelatih, Made mengaku bersedih dengan perpisahan itu.
''Yang pasti senang, (karena) bisa dapat pengalaman lagi. Tapi sedih juga, harus berpisah lagi,” jelas dia.
Pergantian pelatih di sebuah tim, lanjut dia, adalah sesuatu yang lumrah. Namun, Made mengaku, selama berkarier sebagai pemain profesional, kebersamaannya dengan Persib dan Djanur adalah pengalaman yang paling berkesan.
''Pergantian pelatih di tim sudah biasa, kita menyikapinya biasa. Tapi ini Pak Djanur sudah tiga tahun bersama, dibikin suasana yang berbeda. Paling berkesan, apalagi sudah memberikan prestasi yang bagus,”jelas Made sambil menegaskan pentingnya menjaga kekompakan.
(aww)