Pelatih Arema Tunggu Nasib dan Minta Maaf
Selasa, 19 Januari 2016 - 15:33 WIB
Pelatih Arema Tunggu Nasib dan Minta Maaf
A
A
A
MALANG - Pelatih Arema Cronus Joko Susilo dalam situasi sulit. Pelatih yang meneruskan tugas mendiang Suharno ini memilih pasrah setelah gagal ke final turnamen Piala Presiden 2015 dan Piala Jenderal Sudirman (PJS). Joko siap menanggung konsekuensi, termasuk kehilangan posisi sebagai pelatih utama.
Joko langsung dipercaya sebagai pelatih kepala dalam dua turnamen besar. Dua tugas yang jelas tidak ringan karena mayoritas turnamen yang diikuti sebelumnya hanya turnamen kecil, kecuali SCM Cup pada Januari 2015.
Dua tugas tersebut nyatanya masih terlalu rumit bagi pelatih yang akrab disapa Gethuk itu, lantaran tak pernah menggapai partai puncak. Terakhir adalah ketika disingkirkan Mitra Kukar melalui adu tendangan penalti dengan skor 2-3 setelah agregat 3-3 di dua pertemuan. (Baca juga: Ini Alasan Arema Gagal Lagi Tembus Final).
"Saya siap menanggung konsekuensi dari kegagalan ke final Piala Jenderal Sudirman. Semuanya saya serahkan ke manajemen, termasuk jika mengembalikan saya ke posisi asisten pelatih. Yang jelas saya sudah sangat bersyukur diberi kesempatan besar di dua turnamen," tutur Joko Susilo.
Joko juga meminta maaf kepada suporter Aremania dan manajemen karena belum mampu memberikan gelar juara untuk Singo Edan. Pelatih asal Cepu, Jawa Tengah, mengatakan sudah memberikan kemampuan maksimal walau hasilnya masih di luar ekspektasi.
Joko diberi wewenang menjadi pelatih kepala setelah Suharno wafat pada Agustus 2015. Dalam dua turnamen besar, manajemen sama sekali belum berhasrat menunjuk pelatih baru karena kemampuan Joko dianggap mumpuni untuk turnamen.
Melihat persentase kemenangan, sejatinya kinerja Joko tak terlalu buruk. Dia Piala Presiden, dia mencatat tiga kali menang, tiga kali seri dan sekali kalah. Persentase kemenangan meningkat di PJS yang memainkan laga lebih banyak.
Dari sembilan laga, Joko memberikan kemenangan tujuh kali dan dua kali kalah termasuk adu pinalti lawan Mitra Kukar. Hanya saja, persentase itu menjadi hambar dalam sebuah turnamen karena ukuran keberhasilan tim sekaliber Arema Cronus adalah menembus final dan juara.
"Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya mohon maaf kalau belum bisa memberikan prestasi sesuai ekspektasi Aremania dan manajemen. Memang tidak mudah meneruskan tugas almarhum Suharno, tapi saya akan terus belajar," demikian Joko Susilo.
Skuad Singo Edan diliburkan setelah menyelesaikan leg kedua semifinal PJS. Belum ada konfirmasi resmi kapan tim bakal kembali berlatih, namun yang pasti sejumlah agenda sudah menunggu awal Februari nanti, termasuk Trofeo Persija dan Piala Gubernur Kalimantan Timur.
Joko langsung dipercaya sebagai pelatih kepala dalam dua turnamen besar. Dua tugas yang jelas tidak ringan karena mayoritas turnamen yang diikuti sebelumnya hanya turnamen kecil, kecuali SCM Cup pada Januari 2015.
Dua tugas tersebut nyatanya masih terlalu rumit bagi pelatih yang akrab disapa Gethuk itu, lantaran tak pernah menggapai partai puncak. Terakhir adalah ketika disingkirkan Mitra Kukar melalui adu tendangan penalti dengan skor 2-3 setelah agregat 3-3 di dua pertemuan. (Baca juga: Ini Alasan Arema Gagal Lagi Tembus Final).
"Saya siap menanggung konsekuensi dari kegagalan ke final Piala Jenderal Sudirman. Semuanya saya serahkan ke manajemen, termasuk jika mengembalikan saya ke posisi asisten pelatih. Yang jelas saya sudah sangat bersyukur diberi kesempatan besar di dua turnamen," tutur Joko Susilo.
Joko juga meminta maaf kepada suporter Aremania dan manajemen karena belum mampu memberikan gelar juara untuk Singo Edan. Pelatih asal Cepu, Jawa Tengah, mengatakan sudah memberikan kemampuan maksimal walau hasilnya masih di luar ekspektasi.
Joko diberi wewenang menjadi pelatih kepala setelah Suharno wafat pada Agustus 2015. Dalam dua turnamen besar, manajemen sama sekali belum berhasrat menunjuk pelatih baru karena kemampuan Joko dianggap mumpuni untuk turnamen.
Melihat persentase kemenangan, sejatinya kinerja Joko tak terlalu buruk. Dia Piala Presiden, dia mencatat tiga kali menang, tiga kali seri dan sekali kalah. Persentase kemenangan meningkat di PJS yang memainkan laga lebih banyak.
Dari sembilan laga, Joko memberikan kemenangan tujuh kali dan dua kali kalah termasuk adu pinalti lawan Mitra Kukar. Hanya saja, persentase itu menjadi hambar dalam sebuah turnamen karena ukuran keberhasilan tim sekaliber Arema Cronus adalah menembus final dan juara.
"Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya mohon maaf kalau belum bisa memberikan prestasi sesuai ekspektasi Aremania dan manajemen. Memang tidak mudah meneruskan tugas almarhum Suharno, tapi saya akan terus belajar," demikian Joko Susilo.
Skuad Singo Edan diliburkan setelah menyelesaikan leg kedua semifinal PJS. Belum ada konfirmasi resmi kapan tim bakal kembali berlatih, namun yang pasti sejumlah agenda sudah menunggu awal Februari nanti, termasuk Trofeo Persija dan Piala Gubernur Kalimantan Timur.
(sha)