Gagal Ke Final, Arema Rombak Skuat dan Pelatih?
Rabu, 20 Januari 2016 - 15:04 WIB
Gagal Ke Final, Arema Rombak Skuat dan Pelatih?
A
A
A
MALANG - Manajemen Arema Cronus belum memutuskan merombak skuat dan tim pelatih setelah gagal di dua turnamen besar, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman 2015. Bila dicermati, Arema tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam dua turnamen yang diakhiri hingga babak semifinal tersebut.
Dibanding Piala Presiden, hanya ada perubahan pemain asing dan dua pemain lokal saja. Artinya, mayoritas aset Singo Edan tak mengalami perubahan secara drastis. Perubahan tak semuanya efektif, sebab sejauh ini hanya tiga pemain asing yang rutin menempati tim utama Arema, yakni Kiko Insa, Tony Espinosa, dan Esteban Vizcarra. Sedangkan Hermawan hanya sesekali muncul, sementara M Kamri sama sekali tak terpakai.
Manajemen sendiri belum membuat langkah strategis setelah tersingkir di semifinal Piala Jenderal Sudirman. Mereka akan melakukan evaluasi terlebih dulu sebelum membuat kesimpulan terhadap hasil di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.
"Semua akan kami evaluasi, baru menentukan apa langkah yang perlu dilakukan Arema. Kalau berdasarkan penilaian secara kasat mata, Arema terhitung stabil di dua turnamen terakhir. Hanya saja memang kami gagal menembus final sesuai target awal,"papar General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo.
Paling menjadi sorotan adalah posisi pelatih Joko Susilo yang gagal menembus final dalam dua kesempatan. Masih minim pengalaman menjadi problem tersendiri bagi pelatih muda tersebut, terutama dalam membangun mental timnya saat situasi krusial. Soal kelanjutan karir Joko pun, Ruddy belum mau membuat kesimpulan. "Semua akan dipertimbangkan dari banyak aspek, tak hanya soal gagal ke final,"ujarnya.
Arema tampaknya harus berpikir lebih panjang soal status pelatih sekaligus membangun kekuatan. Sebab, seandainya wacana Indonesia Super Competition (ISC) benar-benar terealisasi, maka tentunya Arema membutuhkan persiapan lebih intensif lagi dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Apalagi jika ISC mengharuskan pelatih berlisensi sama dengan ISL.
Tim Arema kemungkinan baru kembali menjalani aktivitas latihan pada minggu terakhir Januari. Sebab, pada awal Februari ada agenda yang menunggu, yakni Trofeo Persija, ekshibisi ke Purwokerto, serta berjibaku di Piala Gubernur Kalimantan Timur.
Dibanding Piala Presiden, hanya ada perubahan pemain asing dan dua pemain lokal saja. Artinya, mayoritas aset Singo Edan tak mengalami perubahan secara drastis. Perubahan tak semuanya efektif, sebab sejauh ini hanya tiga pemain asing yang rutin menempati tim utama Arema, yakni Kiko Insa, Tony Espinosa, dan Esteban Vizcarra. Sedangkan Hermawan hanya sesekali muncul, sementara M Kamri sama sekali tak terpakai.
Manajemen sendiri belum membuat langkah strategis setelah tersingkir di semifinal Piala Jenderal Sudirman. Mereka akan melakukan evaluasi terlebih dulu sebelum membuat kesimpulan terhadap hasil di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.
"Semua akan kami evaluasi, baru menentukan apa langkah yang perlu dilakukan Arema. Kalau berdasarkan penilaian secara kasat mata, Arema terhitung stabil di dua turnamen terakhir. Hanya saja memang kami gagal menembus final sesuai target awal,"papar General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo.
Paling menjadi sorotan adalah posisi pelatih Joko Susilo yang gagal menembus final dalam dua kesempatan. Masih minim pengalaman menjadi problem tersendiri bagi pelatih muda tersebut, terutama dalam membangun mental timnya saat situasi krusial. Soal kelanjutan karir Joko pun, Ruddy belum mau membuat kesimpulan. "Semua akan dipertimbangkan dari banyak aspek, tak hanya soal gagal ke final,"ujarnya.
Arema tampaknya harus berpikir lebih panjang soal status pelatih sekaligus membangun kekuatan. Sebab, seandainya wacana Indonesia Super Competition (ISC) benar-benar terealisasi, maka tentunya Arema membutuhkan persiapan lebih intensif lagi dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Apalagi jika ISC mengharuskan pelatih berlisensi sama dengan ISL.
Tim Arema kemungkinan baru kembali menjalani aktivitas latihan pada minggu terakhir Januari. Sebab, pada awal Februari ada agenda yang menunggu, yakni Trofeo Persija, ekshibisi ke Purwokerto, serta berjibaku di Piala Gubernur Kalimantan Timur.
(aww)