Sentul Batal Gelar MotoGP, Pemerintah Akan Bangun Sirkuit Baru

Kamis, 28 Januari 2016 - 00:01 WIB
Sentul Batal Gelar MotoGP,...
Sentul Batal Gelar MotoGP, Pemerintah Akan Bangun Sirkuit Baru
A A A
JAKARTA - Setelah cukup lama berkoordinasi dengan pengelola Sirkuit Sentul, pemerintah memastikan batal menggelar MotoGP 2017 di lintasan yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Artinya, rencana menggelar lomba balap motor paling prestisius itu akan membuat pemerintah membangun sirkuit baru.

Sentul semula direncanakan bakal menjadi lokasi balap MotoGP pada musim 2017 - 2019 setelah sirkuit sepanjang 4.12 km itu sukses menggelar MotoGP 500cc, 250 cc dan 125 cc pada musim 1996 dan 1997. Tapi sayangnya, Dorna Sport dan Federasi Balap Internasional (FIM) meminta sirkut direnovasi untuk gelaran lomba pada 2017-2019 mendatang.

Renovasi yang diperkirakan membutuhkan dana Rp200 miliar diyakini membuat Presiden Joko Widodo dan pihak istana pesimis. Jokowi mengembalikan draft Keppres yang diajukan Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi pada 11 Januari 2016 lalu, lantaran menilai persiapan Sentul untuk menggelar lomba dianggap belum cukup matang.

Apakah kondisi tersebut membuat Indonesia batal menjadi tuan rumah MotoGP 2017? Kementrian Pemuda dan Olah raga tidak sependapat dengan anggapan tersebut. Juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto kepada Sindonews memastikan pihaknya optimis memperoleh cara untuk menggelar balapan pada 2017.

"Kemenpora otimis balapan tetap digelar. Di luar Sentul, pilihan ada di Jakarta dan Palembang dan satu tempat lain yang belum bisa kami publish. The show must go on, MotoGP tetap jalan tapi tempatnya tidak di Sentul." kata Gatot melalui sambungan telpon.

Palembang, ucap Gatot, memang menjadi salah satu opsi karena lahan kosong yang terdapat di sana adalah Barang Milik Negara (BMN). Rencananya, di sana akan dibangun sirkuit balap motor berstandar yang diminta FIM dan Dorna.

"Kemudian apakah 1 tahun cukup? Itu sangat cukup. Kalau menggelar MotoGP di Jawa Barat, saya tidak tahu. Belum bisa dipublikasikan," ujar Gatot. (Baca juga : Valentino Rossi Ngebet Tampil di Indonesia)

Lebih jauh Gatot mengaku telah berkoordinasi terkait perubahan lokasi lintasan kepada operator MotoGP, Dorna. Pembicaraan perihal kesulitan sirkuit telah berangsung bahkan sejak pekan lalu. "Dorna sudah tahu, Nanti masih akan ada pembahasan lebih lanjut."

Saat ini keputusan untuk melanjutkan Indonesia sebagai tuan rumah balapan, masih berada di tangan Dorna. Jika Indonesia dipandang tidak siap menggelar balapan, negara lain seperti Finlandia, Thailand dan Kazakhstan disebut-sebut berambisi mengisi slot yang semula menjadi milik Indonesia.
(sha)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Morbidelli Punya Jurus...
Morbidelli Punya Jurus Rahasia Kuasai GP Indonesia di Sirkuit Mandalika
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika Akhir Pekan Ini
Jadwal Tes Resmi MotoGP...
Jadwal Tes Resmi MotoGP 2026 Dirilis: Motor Prototipe 850cc Bakal Ikut Mengaspal 
Rekor Jumlah Penonton...
Rekor Jumlah Penonton MotoGP Indonesia dari Tahun ke Tahun
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Berita Terkini
Bocor Surat Gianni Infantino...
Bocor Surat Gianni Infantino untuk Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Isinya Bikin Heboh
39 menit yang lalu
10 Pesepak Bola dengan...
10 Pesepak Bola dengan Kenaikan Followers Instagram Terbanyak Selama Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
10 Klub Sepak Bola Inggris...
10 Klub Sepak Bola Inggris dengan Suporter PalingProblematik
8 jam yang lalu
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
8 jam yang lalu
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
9 jam yang lalu
345 Karateka Ambil Bagian...
345 Karateka Ambil Bagian di Kejuaraan Porkot Jakarta Pusat 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Porprov
15 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved