Sriwijaya FC Bahas Nasib Klub dengan 18 Tim ISL pada 12 Februari
Senin, 08 Februari 2016 - 05:06 WIB
Sriwijaya FC Bahas Nasib Klub dengan 18 Tim ISL pada 12 Februari
A
A
A
PALEMBANG - Denyut nadi turnamen di tahun 2016 yang masih belum terasa disikapi manajemen Sriwijaya FC (SFC) dengan tenang. Kendati bakal merugi jika tidak ada turnamen musim ini, manajemen Laskar Wong Kito tidak bisa berbuat banyak.
Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menjabarkan, gaji pemain sudah dibayarkan sesuai kontrak kerja dari bulan Februari untuk kebutuhan turnamen. Namun molornya turnamen tidak membuat pihaknya takut merugi karena kondisi tersebut. "Mau bagaimana lagi, kita juga butuh mempersiapkan tim,"kata Faisal.
Pasca gagal meraih dua trofi turnamen besutan Mahaka Sports and Entertainment Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, jajaran manajemen jorjoran merogoh kocek untuk mendatangkan pemain bintang. Alhasil, tiga pemain asing berkualitas dan eks bintang Sriwijaya FC kembali didatangkan dengan banderol selangit.
"Memang kita sangat siap dari klub-klub lain. Juga bukan berarti kita akan rugi dengan kondisi seperti sekarang. Bagi kami (manajemen) mempersiapkan tim terbaik musim 2016 adalah target utama,"terang Faisal lagi.
Disinggung seandainya turnamen benar-benar batal digelar. Hal itu seiringan dengan penolakan keras Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), tentu SFC terancam merugi hingga komplain dari para sponsor yang memberikan suntikan dana segar. Dijawab Faisal semua tidak akan berakhir seperti itu.
"Makanya kami para klub tergabung dalam 18 klub ISL berencana berkumpul pada tanggal 12 Februari di Jakarta. Salah satunya membahas persoalan tersebut. Serta membahas nasib klub ke depan seperti apa. Semoga dari pertemuan itu akan ada hasil yang baik untuk semua klub,"pungkasnya.
Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menjabarkan, gaji pemain sudah dibayarkan sesuai kontrak kerja dari bulan Februari untuk kebutuhan turnamen. Namun molornya turnamen tidak membuat pihaknya takut merugi karena kondisi tersebut. "Mau bagaimana lagi, kita juga butuh mempersiapkan tim,"kata Faisal.
Pasca gagal meraih dua trofi turnamen besutan Mahaka Sports and Entertainment Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, jajaran manajemen jorjoran merogoh kocek untuk mendatangkan pemain bintang. Alhasil, tiga pemain asing berkualitas dan eks bintang Sriwijaya FC kembali didatangkan dengan banderol selangit.
"Memang kita sangat siap dari klub-klub lain. Juga bukan berarti kita akan rugi dengan kondisi seperti sekarang. Bagi kami (manajemen) mempersiapkan tim terbaik musim 2016 adalah target utama,"terang Faisal lagi.
Disinggung seandainya turnamen benar-benar batal digelar. Hal itu seiringan dengan penolakan keras Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), tentu SFC terancam merugi hingga komplain dari para sponsor yang memberikan suntikan dana segar. Dijawab Faisal semua tidak akan berakhir seperti itu.
"Makanya kami para klub tergabung dalam 18 klub ISL berencana berkumpul pada tanggal 12 Februari di Jakarta. Salah satunya membahas persoalan tersebut. Serta membahas nasib klub ke depan seperti apa. Semoga dari pertemuan itu akan ada hasil yang baik untuk semua klub,"pungkasnya.
(aww)