Buta Kekuatan Lawan, Praveen/Debby Lolos ke Perempat Final
Kamis, 10 Maret 2016 - 22:35 WIB
Buta Kekuatan Lawan, Praveen/Debby Lolos ke Perempat Final
A
A
A
BIRMINGHAM - Indonesia berhasil meloloskan satu wakilnya di perempat final turnamen bulu tangkis bergengsi All England. Walau buta kekuatan lawannya, Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menorehkan asa setelah menggulingkan pasangan Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara 13-21, 21-14, 21-18.
Praveen/Debby dikatakan buta kekuatan lawannya karena dalam catatan pertemuan selama ini kedua pasangan ini belum pernah bertemu. Meski begitu dalam pertandingan yang berlangsung di Barclaycard Arena, Kamis (10/3/2016), Praveen/Debby yang menempati peringkat delapan dunia sempat keteteran di game pertama.
Beruntung bekal pengalaman selama ini membuat mereka bisa bangkit. Walau terbilang ketat, Praveen/Debby bisa mengamankan tiket perempat final.
Di perempat final, Jumat (11/3/2016), Praveen/Deby dipastikan bertemu dengan pasangan China setelah keduanya bertempur memperebutkan tiket. Mereka yang saling mengalahkan adalah Liu Cheng/Bao Yixin melawan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melaju ke babak perempat final All England 2016. Mereka pun kini tinggal menunggu lawan dari duel antar pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin dan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Peluang Praveen/Debby untuk memenangkan laga ini terbilang terbuka. Jika nanti melawan Liu/Bao, pasangan Merah itu memiliki catatan skor 2-2. Dua kemenangan Praveem/Debby diraih di Taiwan Terbuka 2015 dan Final BWF World Super Series 2015.
Sementara dengan Lu/Huang, Praveen/Debby sementara memimpin rekor pertemuan dengan 2-1. Laga terakhir mereka terjadi di Prancis Terbuka 2015, Praveen/Debby menang 21-18 dan 21-19.
“Kami sudah pernah ketemu. Pernah menang, pernah kalah. Kami tinggal mempersiapkan diri, nonton video pertandingan kami. Sama banyak-banyak komunikasi aja di lapangan,” kata Praveen dikutip Badmintonindonesia.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan secara khusus dari mereka. Cuma memang pemain China punya speed dan power yang kencang,” ungkap Praveen.
Praveen/Debby dikatakan buta kekuatan lawannya karena dalam catatan pertemuan selama ini kedua pasangan ini belum pernah bertemu. Meski begitu dalam pertandingan yang berlangsung di Barclaycard Arena, Kamis (10/3/2016), Praveen/Debby yang menempati peringkat delapan dunia sempat keteteran di game pertama.
Beruntung bekal pengalaman selama ini membuat mereka bisa bangkit. Walau terbilang ketat, Praveen/Debby bisa mengamankan tiket perempat final.
Di perempat final, Jumat (11/3/2016), Praveen/Deby dipastikan bertemu dengan pasangan China setelah keduanya bertempur memperebutkan tiket. Mereka yang saling mengalahkan adalah Liu Cheng/Bao Yixin melawan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melaju ke babak perempat final All England 2016. Mereka pun kini tinggal menunggu lawan dari duel antar pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin dan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Peluang Praveen/Debby untuk memenangkan laga ini terbilang terbuka. Jika nanti melawan Liu/Bao, pasangan Merah itu memiliki catatan skor 2-2. Dua kemenangan Praveem/Debby diraih di Taiwan Terbuka 2015 dan Final BWF World Super Series 2015.
Sementara dengan Lu/Huang, Praveen/Debby sementara memimpin rekor pertemuan dengan 2-1. Laga terakhir mereka terjadi di Prancis Terbuka 2015, Praveen/Debby menang 21-18 dan 21-19.
“Kami sudah pernah ketemu. Pernah menang, pernah kalah. Kami tinggal mempersiapkan diri, nonton video pertandingan kami. Sama banyak-banyak komunikasi aja di lapangan,” kata Praveen dikutip Badmintonindonesia.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan secara khusus dari mereka. Cuma memang pemain China punya speed dan power yang kencang,” ungkap Praveen.
(bbk)