Marquez dan Pedrosa Terus Menggerutu Soal Tunggangan
Sabtu, 26 Maret 2016 - 00:29 WIB
Marquez dan Pedrosa Terus Menggerutu Soal Tunggangan
A
A
A
MADRID - Mengawali musim ini Honda ternyata tidak semulus musim sebelumnya. Setidaknya itulah yang dirasakan dua joki mereka, Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Keduanya terus menggerutu soal tunggangan mereka, RC213V.
Walau masih mengalami kesulitan di seri pembuka di Loisal, Qatar, Marquez bisa menunjukkan kepiawaiannya menjinakan motor. Lain halnya dengan Pedrosa yang terus mengeluh sebelum dan ketika musim pembuka digelar akhir pekan lalu.
Marquez mengakui di awal musim banyak pekerjaan yang harus dilakukan tim pabrikan asal Jepang itu. Semuanya tak lepas dengan adanya perangkat elektronik yang baru diperkenalkan musim ini.
"Kami mengalami kesulitan di musim dingin dan kalau Anda mengatakan, saya akan finis dan naik podium, saya balik bertanya dari mana saya harus masuk?," ucap Marquez dilansir Eurosport, Sabtu (26/3/2016).
Jepang bergulirnya MotoGP 2016, Marquez menuturkan timnya telah bekerja keras, mencobanya sepanjang pekan untuk mencapai kecepatan terbaik. "Kami tahu, kami telah kehilangan banyak di sektor terakhir. Karenanya kami terus mengecek sepanjang pekan ini. Kami banyak kehilangan waktu, bahkan dalam perlombaan. Jadi dengan alasan itu, saya sulit menyalip Dovizioso. Tapi saya puas dengan kinerja Honda," tukas pembalap asal Spanyol itu.
Pendapat yang sama juga dilontarkan Pedrosa yang selisih waktu mencapai 14 detik di belakang empat pembalap terdepan. Tapi ia masih bersyukur karena hasil di Losail tidak seburuk yang diprediksi.
"Jujur, tadinya saya berpikir buruk. Sebab, semua kecepatan dan waktu terbaik saya di tes musim dingin cukup buruk."
"Kami perlu melakukan perubahan pada motor. Dengan begitu saya bisa mencapai kecepatan di lintasan terutama ketika memasuki tikungan," pungkas Pedrosa.
Walau masih mengalami kesulitan di seri pembuka di Loisal, Qatar, Marquez bisa menunjukkan kepiawaiannya menjinakan motor. Lain halnya dengan Pedrosa yang terus mengeluh sebelum dan ketika musim pembuka digelar akhir pekan lalu.
Marquez mengakui di awal musim banyak pekerjaan yang harus dilakukan tim pabrikan asal Jepang itu. Semuanya tak lepas dengan adanya perangkat elektronik yang baru diperkenalkan musim ini.
"Kami mengalami kesulitan di musim dingin dan kalau Anda mengatakan, saya akan finis dan naik podium, saya balik bertanya dari mana saya harus masuk?," ucap Marquez dilansir Eurosport, Sabtu (26/3/2016).
Jepang bergulirnya MotoGP 2016, Marquez menuturkan timnya telah bekerja keras, mencobanya sepanjang pekan untuk mencapai kecepatan terbaik. "Kami tahu, kami telah kehilangan banyak di sektor terakhir. Karenanya kami terus mengecek sepanjang pekan ini. Kami banyak kehilangan waktu, bahkan dalam perlombaan. Jadi dengan alasan itu, saya sulit menyalip Dovizioso. Tapi saya puas dengan kinerja Honda," tukas pembalap asal Spanyol itu.
Pendapat yang sama juga dilontarkan Pedrosa yang selisih waktu mencapai 14 detik di belakang empat pembalap terdepan. Tapi ia masih bersyukur karena hasil di Losail tidak seburuk yang diprediksi.
"Jujur, tadinya saya berpikir buruk. Sebab, semua kecepatan dan waktu terbaik saya di tes musim dingin cukup buruk."
"Kami perlu melakukan perubahan pada motor. Dengan begitu saya bisa mencapai kecepatan di lintasan terutama ketika memasuki tikungan," pungkas Pedrosa.
(bbk)