Dituduh Gunakan Doping, Juventus Terancam Kehilangan Gelar Lagi

Jum'at, 08 April 2016 - 11:26 WIB
Dituduh Gunakan Doping,...
Dituduh Gunakan Doping, Juventus Terancam Kehilangan Gelar Lagi
A A A
TURIN - Persiapan Juventus jelang laga tandang kontra AC Milan di Giuseppe Meazza diganggu berita miring. La Vecchia Signora dituduh memaksa para pemainnya memakai doping pada awal 2000-an.

Tudingan itu diutarakan mantan tim medis Swedia, Ulf Karlsson. Dia menyatakan ada kemungkinan besar Juventus melakukan praktik illegal untuk meningkatkan kemampuan armadanya. Dia menilai di era 2000-an, personel Si Nyonya Tua punya “budaya” mengkonsumsi doping.

Karlsson mengaku punya cukup bukti atas tuduhannya. Dia menyebut Zlatan Ibrahimovic dan Albin Ekdal sebagai contohnya. Ibrahimovic pernah mengisi lini depan Juventus (2004-2006), dan kini membela Paris Saint Germain (PSG). Ekdal juga sempat jadi gelandang Bianconeri (2008-2010), dan sekarang berkarir di Hamburger SV.

Karlsson meyakini pada periode itu Ibra dan Ekdal memakai doping untuk menambah bobot tubuhnya. Pasalnya, berat tubuh mereka naik cukup drastis dalam waktu singkat. Itu sulit dilakukan tanpa bantuan doping atau sejenisnya.

“Zlatan Ibrahimovic bisa menambah berat badannya hingga 10 kg hanya dalam waktu enam bulan. Saya rasa saat itu dia memakai doping. Setidaknya itu yang saya percayai. Bobot Albin Ekdal juga naik delapan kg ketika dia masih membela Juventus,” jelas Karlsson.

Karlsson mendapat kesimpulan itu karena pernah memeriksa kesehatan Ibrahimovic dan Ekdal ketika dipanggil timnas Swedia. “Saya rasa itu budaya yang ada di Juventus. Mereka sebelumnya punya dokter yang dihukum 22 bulan,” tambah Karlsson.

Tuduhan Karlsson bisa membuat Juventus dalam masalah besar. Selain dapat mencoreng reputasi, isi lemari kaca jawara Liga Italia itu bisa berkurang. Pasalnya, mereka pernah merebut Scudetto pada 2001/2002 dan 2002/2003.

Jika pada periode itu pemainnya terbukti memakai doping, bukan tidak mungkin gelar tersebut dianulir seperti yang menimpa trofi 2004/2004 dan 2005/2006. Dua gelar itu dicabut karena Juventus terbukti terlibat manipulasi pertandingan.
(mir)
Berita Terkait
Pedih! Kena Comeback...
Pedih! Kena Comeback Benfica, Juventus Derita Rekor Terburuk Dalam Sejarah
Juventus Villages Pamerkan...
Juventus Villages Pamerkan Trofi Kemenangan 'La Vecchia Signora'
Edgar Davids Sapa Penggemar...
Edgar Davids Sapa Penggemar di Juventus Villages
Duel Bologna Vs Juventus...
Duel Bologna Vs Juventus Tuntas 3-3
Napoli Sikat Juventus...
Napoli Sikat Juventus 2-1
Del Piero Konfirmasi...
Del Piero Konfirmasi Sedang Dirawat di Rumah Sakit
Berita Terkini
Luke Vickery Resmi Jadi...
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
2 jam yang lalu
Fakta Unik Piala Dunia...
Fakta Unik Piala Dunia 2026: Pertama Sejak 44 Tahun, Partai Final Tanpa Pemain Bayern Munich
3 jam yang lalu
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA Buntut Selebrasi Pemain di Spanduk Politik
6 jam yang lalu
Bellingham Tampar Pemain...
Bellingham Tampar Pemain Argentina karena Selebrasi Provokatif, Laga Semifinal Minim Sportivitas
7 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved