Dalam 80 Hari, Liverpool Kehilangan Dua Trofi
Kamis, 19 Mei 2016 - 04:25 WIB
Dalam 80 Hari, Liverpool Kehilangan Dua Trofi
A
A
A
BASEL - Pelatih Liverpool Juergen Klopp boleh jadi sebagai sosok paling sakit hati musim ini. Betapa tidak, dalam 80 hari mantan pelatih Borussia Dortmund kehilangan dua trofi dalam debutnya sebagai pelatih The Reds.
Trofi pertama yang lepas dari genggaman Klopp adalah Piala Liga Inggris 2015/2016 atau Piala Capital One. Lolos ke final, The Reds harus merelakan trofi jatuh ke tangan Manchester City. Tragisnya, Liverpool menyerah lewat adu penalti.
Di gelar di stadion kebanggaan Inggris, Wembley, pada 28 Februari 2016, Liverpool bermain imbang 1-1 hingga babak waktu tambahan. Gol gelandang City Fernandinho pada menit ke-49 dibalas Philippe Coutinho menit ke-83.
Namun, di babak adu penalti Liverpool demam panggung. Hanya Emre Can yang berhasil mencetak gol sedangkan Lucas Leiva, Coutinho, dan Adam Lallana gagal. Kiper City Willy Caballero tampil bagus dalam babak ini. Sedangkan City, hanya Fernandinho yang gagal, sedangkan Jesus Navas, Sergio Aguero, dan Yaya Toure sukses menjebol gawang Simon Mignolet.
Kini, Liverpool kehilangan trofi kedua. Kali ini di Stadion St Jakob-Park, Basel, Swiss, Rabu (18/5/2016) atau Kamis (19/5/2016) dini hari WIB. The Reds kehilangan trofi Liga Europa 2015/2016 setelah menyerah 1-3 dari Sevilla. (Baca juga: Kalahkan Liverpool, Sevilla Hat-trick Juara Liga Europa).
Gol Liverpool dicetak Daniel Sturridge pada menit ke-35. Namun, Sevilla membalas di babak kedua melalui aksi Kevin Gameiro pada menit ke-46 dan Jorge Andujar Moreno alias Coke pada menit ke-64 dan 70.
Total, sebagai pelatih Juergen Klopp kini sudah kehilangan lima trofi major setelah kalah di lima final terakhir. Kekalahan pertama Klopp pada final Liga Champions 2012/2013 saat masih menangani Borussia Dortmund. Dortmund dikalahkan Bayern Muenchen 1-2. Setelah itu, kalah 0-2 di final DFB-Pokal 2014, juga dari Bayern.
Pada 2015, Klopp membawa Dortmund ke final DFB-Pokal, namun dikalahkan Wolfsburg 1-3. Lalu, di final Piala Liga Inggris 2016 dan Liga Eruopa 2015/2016.
Trofi pertama yang lepas dari genggaman Klopp adalah Piala Liga Inggris 2015/2016 atau Piala Capital One. Lolos ke final, The Reds harus merelakan trofi jatuh ke tangan Manchester City. Tragisnya, Liverpool menyerah lewat adu penalti.
Di gelar di stadion kebanggaan Inggris, Wembley, pada 28 Februari 2016, Liverpool bermain imbang 1-1 hingga babak waktu tambahan. Gol gelandang City Fernandinho pada menit ke-49 dibalas Philippe Coutinho menit ke-83.
Namun, di babak adu penalti Liverpool demam panggung. Hanya Emre Can yang berhasil mencetak gol sedangkan Lucas Leiva, Coutinho, dan Adam Lallana gagal. Kiper City Willy Caballero tampil bagus dalam babak ini. Sedangkan City, hanya Fernandinho yang gagal, sedangkan Jesus Navas, Sergio Aguero, dan Yaya Toure sukses menjebol gawang Simon Mignolet.
Kini, Liverpool kehilangan trofi kedua. Kali ini di Stadion St Jakob-Park, Basel, Swiss, Rabu (18/5/2016) atau Kamis (19/5/2016) dini hari WIB. The Reds kehilangan trofi Liga Europa 2015/2016 setelah menyerah 1-3 dari Sevilla. (Baca juga: Kalahkan Liverpool, Sevilla Hat-trick Juara Liga Europa).
Gol Liverpool dicetak Daniel Sturridge pada menit ke-35. Namun, Sevilla membalas di babak kedua melalui aksi Kevin Gameiro pada menit ke-46 dan Jorge Andujar Moreno alias Coke pada menit ke-64 dan 70.
Total, sebagai pelatih Juergen Klopp kini sudah kehilangan lima trofi major setelah kalah di lima final terakhir. Kekalahan pertama Klopp pada final Liga Champions 2012/2013 saat masih menangani Borussia Dortmund. Dortmund dikalahkan Bayern Muenchen 1-2. Setelah itu, kalah 0-2 di final DFB-Pokal 2014, juga dari Bayern.
Pada 2015, Klopp membawa Dortmund ke final DFB-Pokal, namun dikalahkan Wolfsburg 1-3. Lalu, di final Piala Liga Inggris 2016 dan Liga Eruopa 2015/2016.
(sha)