Mourinho Sengaja Ciptakan Musuh untuk Lindungi Skuat
Minggu, 10 Juli 2016 - 19:49 WIB
Mourinho Sengaja Ciptakan Musuh untuk Lindungi Skuat
A
A
A
MANCHESTER - Pelatih Manchester United (MU) Jose Mourinho punya cara unik untuk membangun timnya. Eks entrenador Real Madrid itu terkadang sengaja menciptakan musuh untuk membela pasukannya.
Mantan striker Inter Milan Diego Milito mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai surat kabar Argentina, La Nacion. Menurut Milito, Mourinho tahu bagaimana melindungi kelompoknya dan selalu membutuhkan musuh untuk menyerang atau membela kelompok.
"Dia tahu bagaimana melindungi tim. Dia selalu membutuhkan musuh untuk menyerang atau membela. Kadang-kadang dia menciptakan musuh untuk tujuan tertentu, termasuk Pep Guardiola," kata Milito, 37 tahun, yang gantung sepatu pada musim panas ini.
Milito paham karakter The Special One, lantaran pernah menjadi pemain inti Inter saat meraih Treble Winner (Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia) musim 2009/2010 bersama pelatih Jose Mourinho. Milito mencetak dua gol di final Liga Champions saat menang 2-0 atas Bayern Muenchen yang dilatih Louis van Gaal. Musim itu Milito mencetak 30 gol dalam 52 pertandingan di semua kompetisi.
Mantan pemain Real Zaragoza dan Genoa itu memuji kekuatan motivasi The Special One. Menurutnya, Mourinho merupakan pemimpin kelompok yang hebat. "Kami bicara tentang pelatih yang berada pada level tertinggi di dunia. Dia selalu memastikan setiap pemain memberikan 100%. Mourinho memiliki kemampuan untuk mengatakan sesuatu dengan kalimat yang tepat dan waktu yang tepat. Dan dia dapat bersikap keras bila diperlukan."
Mourinho resmi menjadi bos United pekan ini dan dalam perkenalannya, dia bersikeras dia tidak ingin mengulang perseteruan dengan pelatih lawan di musim depan.
Pelatih berusia 53 tahun itu sempat terlibat perselisihan dengan bos Arsenal Arsene Wenger pada musim sebelumnya. Sedangkan di Liga Spanyol, saat menjadi pelatih Real Madrid, Mourinho berseteru dengan pelatih Barcelona (saat itu) Pep Guardiola yang kini menjadi pelatih Manchester City.
Mantan striker Inter Milan Diego Milito mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai surat kabar Argentina, La Nacion. Menurut Milito, Mourinho tahu bagaimana melindungi kelompoknya dan selalu membutuhkan musuh untuk menyerang atau membela kelompok.
"Dia tahu bagaimana melindungi tim. Dia selalu membutuhkan musuh untuk menyerang atau membela. Kadang-kadang dia menciptakan musuh untuk tujuan tertentu, termasuk Pep Guardiola," kata Milito, 37 tahun, yang gantung sepatu pada musim panas ini.
Milito paham karakter The Special One, lantaran pernah menjadi pemain inti Inter saat meraih Treble Winner (Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia) musim 2009/2010 bersama pelatih Jose Mourinho. Milito mencetak dua gol di final Liga Champions saat menang 2-0 atas Bayern Muenchen yang dilatih Louis van Gaal. Musim itu Milito mencetak 30 gol dalam 52 pertandingan di semua kompetisi.
Mantan pemain Real Zaragoza dan Genoa itu memuji kekuatan motivasi The Special One. Menurutnya, Mourinho merupakan pemimpin kelompok yang hebat. "Kami bicara tentang pelatih yang berada pada level tertinggi di dunia. Dia selalu memastikan setiap pemain memberikan 100%. Mourinho memiliki kemampuan untuk mengatakan sesuatu dengan kalimat yang tepat dan waktu yang tepat. Dan dia dapat bersikap keras bila diperlukan."
Mourinho resmi menjadi bos United pekan ini dan dalam perkenalannya, dia bersikeras dia tidak ingin mengulang perseteruan dengan pelatih lawan di musim depan.
Pelatih berusia 53 tahun itu sempat terlibat perselisihan dengan bos Arsenal Arsene Wenger pada musim sebelumnya. Sedangkan di Liga Spanyol, saat menjadi pelatih Real Madrid, Mourinho berseteru dengan pelatih Barcelona (saat itu) Pep Guardiola yang kini menjadi pelatih Manchester City.
(sha)