Kalahkan Petenis Junior, Sunu Wahyu Melenggang ke Final PGN Gubernur DKI Open 2016
Sabtu, 06 Agustus 2016 - 19:12 WIB
Kalahkan Petenis Junior, Sunu Wahyu Melenggang ke Final PGN Gubernur DKI Open 2016
A
A
A
JAKARTA - Sunu Wahyu Jati akhirnya melangkah ke final turnamen tenis PGN Gubernur DKI Open 2016 setelah di semifinal mengalahkan petenis junior Antony Susanto. Di partai puncak unggulan pertama tersebut akan menghadapi Aditya Hari Sasongko dari Yogyakarta.
Kemenangan yang diperoleh tim Piala Davis Indonesia itu diraih dengan susah payah. Walau terbilang junior Antony sempat memberikan perlawanan. Bahkan gigihnya perlawanan yang diberikan, Antony sempat mendapatkan perawatan medis akibat asam lambung.
Pengalaman yang akhirnya bisa membawa Sunu meraih tiket final. Setelah bermain selama dua jam lebih, Sunu akhirnya menang dengan skor akhir 6-7 (9/11), 6-0, 6-3.
Usai pertandingan Antony mengungkapkan persoalan medis yang dialaminya. Menurutnya, ia terlalu banyak minum pengganti cairan tubuh.
"Saya coba untuk bermain rileks namun perut sudah tidak tahan kemudian minum obat maag. Di set ketiga saya coba untuk bermain fight lagi, tapi kalah juga. Kalah pengalaman. Tidak apa-apa kalah yang penting jangan sampai kalah oleh pemain junior,” terang Antony Susanto
Sunu pun memberikan apresiasi atas penampilan Antony. Menurutnya, Antony bermain sangat bagus sekali. "Tapi mungkin saya lebih siap saja, lima persen lebih siap dari Antony. Sebaliknya untuk persiapan mental saya kurang siap,” ungkap Sunu.
Di final Sunu akan berhadapan dengan Aditya yang merupakan rekan latihnya di Piala Davis. "Saya harus lebih siap," tegasnya.
Aditya sendiri menyegel partai puncak setelah menumbangkan rekan sedaerahnya, M Rifki dua set langsung 6-2, 6-u3. Aditya menuturkan kemenangannya tak lepas dari pengamatannya atas permainan Rifki. “Saya sudah lihat permainan Rifki kemarin. Dia bermain bagus . Dari awal memang sengaja saya terus tekan, dia sempat beri perlawanan, tapi saya terus fokus," paparnya.
Di bagian putri akan bertemu unggulan kedua Deria Nur Haliza dari DKI Jakarta melawan petenis Jawa Timur, Aldila Suciadi. Deria maju ke final setelah menundukkan rekan sedarahnya Fitriani Sabatini dalam pertarungan ketat tiga set 7-6, 3-6 dan 6-3.
Sedangkan Aldila Suciadi maju ke final setelah di empat besar membuat kejutan menang 6-3, 6-3 atas unggulan pertama Septiana Nur Zahiroh dari Papua.
Kemenangan yang diperoleh tim Piala Davis Indonesia itu diraih dengan susah payah. Walau terbilang junior Antony sempat memberikan perlawanan. Bahkan gigihnya perlawanan yang diberikan, Antony sempat mendapatkan perawatan medis akibat asam lambung.
Pengalaman yang akhirnya bisa membawa Sunu meraih tiket final. Setelah bermain selama dua jam lebih, Sunu akhirnya menang dengan skor akhir 6-7 (9/11), 6-0, 6-3.
Usai pertandingan Antony mengungkapkan persoalan medis yang dialaminya. Menurutnya, ia terlalu banyak minum pengganti cairan tubuh.
"Saya coba untuk bermain rileks namun perut sudah tidak tahan kemudian minum obat maag. Di set ketiga saya coba untuk bermain fight lagi, tapi kalah juga. Kalah pengalaman. Tidak apa-apa kalah yang penting jangan sampai kalah oleh pemain junior,” terang Antony Susanto
Sunu pun memberikan apresiasi atas penampilan Antony. Menurutnya, Antony bermain sangat bagus sekali. "Tapi mungkin saya lebih siap saja, lima persen lebih siap dari Antony. Sebaliknya untuk persiapan mental saya kurang siap,” ungkap Sunu.
Di final Sunu akan berhadapan dengan Aditya yang merupakan rekan latihnya di Piala Davis. "Saya harus lebih siap," tegasnya.
Aditya sendiri menyegel partai puncak setelah menumbangkan rekan sedaerahnya, M Rifki dua set langsung 6-2, 6-u3. Aditya menuturkan kemenangannya tak lepas dari pengamatannya atas permainan Rifki. “Saya sudah lihat permainan Rifki kemarin. Dia bermain bagus . Dari awal memang sengaja saya terus tekan, dia sempat beri perlawanan, tapi saya terus fokus," paparnya.
Di bagian putri akan bertemu unggulan kedua Deria Nur Haliza dari DKI Jakarta melawan petenis Jawa Timur, Aldila Suciadi. Deria maju ke final setelah menundukkan rekan sedarahnya Fitriani Sabatini dalam pertarungan ketat tiga set 7-6, 3-6 dan 6-3.
Sedangkan Aldila Suciadi maju ke final setelah di empat besar membuat kejutan menang 6-3, 6-3 atas unggulan pertama Septiana Nur Zahiroh dari Papua.
(bbk)