Kalah dari Chievo Timbulkan Perpecahan, Pemain Serang Manajemen Inter
Senin, 22 Agustus 2016 - 17:14 WIB
Kalah dari Chievo Timbulkan Perpecahan, Pemain Serang Manajemen Inter
A
A
A
VERONA - Dua gol mantan pemain AC Milan, Valter Birsa, pada menit ke-49 dan 81 mengantar kemenangan 2-0 buat Chievo Verona atas Inter Milan pada giornata perdana kompetisi Serie A Liga Italia 2016/17, Senin (22/8) dini hari WIB, di Stadio Marc’Antonio Bentegodi.
Hasil itu menempatkan Chievo di urutan ketiga klasemen sementara Serie A, hanya berselisih gol dengan dua klub teratas, AS Roma dan Genoa. Akan tetapi bagi La Beneamata (julukan Inter), kekalahan ini membawa mereka ke posisi dua dari bawah, sekaligus menandai debut butut allenatore anyar mereka, Frank De Boer yang baru menggantikan Roberto Mancini dua pekan silam.
Sejatinya, kekalahan ini agak aneh. Mengapa? Karena I Nerazzurri (julukan lain Inter) menguasai jalannya pertandingan. Dari segi ball possession, tim tamu unggul 60 persen banding 40 persen. Pun dari jumlah tembakan ke gawang, unggul 10 (6 di luar sasaran, 4 tepat sasaran) banding 7 (5 di luar sasaran, 2 tepat sasaran).
Sejumlah pilar Inter pun merasa kecewa berat atas kekalahan ini. Akan tetapi, mereka malah menuding hasil negatif di awal musim 2016-17 diakibatkan oleh buruknya strategi manajemen baru klub.
Perlu diketahui kalau ini merupakan pertandingan resmi kedua Inter di bawah allenatore baru mereka, Frank De Boer, usai klub memutus kontrak Roberto Mancini dua pekan silam.
“Apa yang membuat saya marah? Banyak hal, tapi ini tidak pada tempatnya untuk berbicara tentang mereka,” sembur i portiere Inter, Samir Handanovic, seperti dilaporkan Mediaset Premium.
“Kami tahu level kebugaran kami masih belum bagus, karena kami hanya melakoni tur pramusim dengan setengah kekuatan tim. Tentu saja ini bukan kesalahan pelatih (Frank De Boer), tapi kesalahan mereka yang menjalani organisasi ini,” imbuhnya.
Kiper 32 tahun asal Slovenia itu melanjutkan: “Kami tak selalu menyelesaikan latihan yang dijalankan dan karena itu kami tidak berada dalam kondisi terbaik (untuk memulai musim baru).”
Sedang il difensore Inter, Danilo D’Ambrosio, juga bereaksi keras atas kekalahan timnya dan mewanti-wanti fans agar mereka jangan berharap terlalu banyak dari kekuatan skuat yang ada saat ini.
“Secara fisik Chievo lebih siap dari kami. Tapi selain dari perbedaan itu, mereka punya determinasi. Jika kami dapat mengubah aspek ini, kami bisa meraih sesuatu. Saya berharap kami harus mememiliki mentalitas seperti Juventus, sebagaimana musim lalu mereka bisa kembali kuat setelah mengawali musim dengan kesulitan,” tutur D’Ambrosio.
“Orang-orang harus menyadari bahwa Inter yang memenangkan Treble (tiga gelar dalam semusim) sudah tidak ada dan kami tidak memiliki sejumlah talenta individu yang membuat kami bisa bermain mengandalkan aksi individual di lapangan. Kami harus bermain bersama sebagai tim dan bekerja keras penuh kerendahan hati,” tandas bek 27 tahun asal Napoli itu.
Hasil itu menempatkan Chievo di urutan ketiga klasemen sementara Serie A, hanya berselisih gol dengan dua klub teratas, AS Roma dan Genoa. Akan tetapi bagi La Beneamata (julukan Inter), kekalahan ini membawa mereka ke posisi dua dari bawah, sekaligus menandai debut butut allenatore anyar mereka, Frank De Boer yang baru menggantikan Roberto Mancini dua pekan silam.
Sejatinya, kekalahan ini agak aneh. Mengapa? Karena I Nerazzurri (julukan lain Inter) menguasai jalannya pertandingan. Dari segi ball possession, tim tamu unggul 60 persen banding 40 persen. Pun dari jumlah tembakan ke gawang, unggul 10 (6 di luar sasaran, 4 tepat sasaran) banding 7 (5 di luar sasaran, 2 tepat sasaran).
Sejumlah pilar Inter pun merasa kecewa berat atas kekalahan ini. Akan tetapi, mereka malah menuding hasil negatif di awal musim 2016-17 diakibatkan oleh buruknya strategi manajemen baru klub.
Perlu diketahui kalau ini merupakan pertandingan resmi kedua Inter di bawah allenatore baru mereka, Frank De Boer, usai klub memutus kontrak Roberto Mancini dua pekan silam.
“Apa yang membuat saya marah? Banyak hal, tapi ini tidak pada tempatnya untuk berbicara tentang mereka,” sembur i portiere Inter, Samir Handanovic, seperti dilaporkan Mediaset Premium.
“Kami tahu level kebugaran kami masih belum bagus, karena kami hanya melakoni tur pramusim dengan setengah kekuatan tim. Tentu saja ini bukan kesalahan pelatih (Frank De Boer), tapi kesalahan mereka yang menjalani organisasi ini,” imbuhnya.
Kiper 32 tahun asal Slovenia itu melanjutkan: “Kami tak selalu menyelesaikan latihan yang dijalankan dan karena itu kami tidak berada dalam kondisi terbaik (untuk memulai musim baru).”
Sedang il difensore Inter, Danilo D’Ambrosio, juga bereaksi keras atas kekalahan timnya dan mewanti-wanti fans agar mereka jangan berharap terlalu banyak dari kekuatan skuat yang ada saat ini.
“Secara fisik Chievo lebih siap dari kami. Tapi selain dari perbedaan itu, mereka punya determinasi. Jika kami dapat mengubah aspek ini, kami bisa meraih sesuatu. Saya berharap kami harus mememiliki mentalitas seperti Juventus, sebagaimana musim lalu mereka bisa kembali kuat setelah mengawali musim dengan kesulitan,” tutur D’Ambrosio.
“Orang-orang harus menyadari bahwa Inter yang memenangkan Treble (tiga gelar dalam semusim) sudah tidak ada dan kami tidak memiliki sejumlah talenta individu yang membuat kami bisa bermain mengandalkan aksi individual di lapangan. Kami harus bermain bersama sebagai tim dan bekerja keras penuh kerendahan hati,” tandas bek 27 tahun asal Napoli itu.
(sbn)