Fisik 4 Pemain di Timnas U-19 Jadi Perhatian Serius
Kamis, 01 September 2016 - 17:12 WIB
Fisik 4 Pemain di Timnas U-19 Jadi Perhatian Serius
A
A
A
YOGYAKARTA - Pelatih fisik tim nasional Indonesia U-19, Muchtar Hendra Hasibuan terus memperhatikan peningkatan kondisi empat pemain yakni Jujun Saefuloh, Muhammad Dimas Drajad, Satria Tama Hardiyanto dan Andy Setyo Nugroho. Menurutnya, keempat pemain tersebut belum memiliki kondisi stabil. Hal itu bisa dilihat dari hasil tes fisik volume oksigen maksimal (VO2Max) yang lebih rendah dibandingkan 16 pemain lainnya.
"Ada latihan tambahan buat empat pemain yang hasil tesnya di bawah 55, seperti Jujun, Dimas, Satria Tama, dan Andy. Dari awal pemusatan latihan kami memang genjot ke sana. Terendah Jujun dengan 52.2 (mm/Hg)," ujar Muchtar seusai latihan di Stadion Atletik dan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (1/9/2016).
"Banyak faktor sebenarnya (yang menyebabkan hasil tes rendah). Mereka latihan tidak kurang, volume intensitas sama, cuma permasalahannya kita tidak tahu sebelum tes mereka ngapain. Entah pola istirahat maupun pola makannya sehari sebelum tes," jelasnya.
Masih menurut Muchtar, persiapan yang mepet membuat para pemain sulit menaikkan hasil tes hingga 60 mm/Hg. Jika ingin mencapai hasil tersebut, skuat Garuda Jaya harus fokus latihan daya tahan selama tiga bulan.
Pagi ini, timnas hanya menjalani latihan ringan. Hal tersebut diberikan agar mereka tidak stres dan terbebani jelang Piala AFF U-19.
"Pagi ini lebih ke recovery, latihan ringan saja. Rencananya nanti malam mau ajak mereka nonton bioskop supaya tidak stres," ungkap pelatih kepala timnas, Eduard Tjong.
"Ada latihan tambahan buat empat pemain yang hasil tesnya di bawah 55, seperti Jujun, Dimas, Satria Tama, dan Andy. Dari awal pemusatan latihan kami memang genjot ke sana. Terendah Jujun dengan 52.2 (mm/Hg)," ujar Muchtar seusai latihan di Stadion Atletik dan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (1/9/2016).
"Banyak faktor sebenarnya (yang menyebabkan hasil tes rendah). Mereka latihan tidak kurang, volume intensitas sama, cuma permasalahannya kita tidak tahu sebelum tes mereka ngapain. Entah pola istirahat maupun pola makannya sehari sebelum tes," jelasnya.
Masih menurut Muchtar, persiapan yang mepet membuat para pemain sulit menaikkan hasil tes hingga 60 mm/Hg. Jika ingin mencapai hasil tersebut, skuat Garuda Jaya harus fokus latihan daya tahan selama tiga bulan.
Pagi ini, timnas hanya menjalani latihan ringan. Hal tersebut diberikan agar mereka tidak stres dan terbebani jelang Piala AFF U-19.
"Pagi ini lebih ke recovery, latihan ringan saja. Rencananya nanti malam mau ajak mereka nonton bioskop supaya tidak stres," ungkap pelatih kepala timnas, Eduard Tjong.
(bep)