Gagal Rebut Juara Umum, DKI Jakarta Pulang dengan Kepala Tegak
Kamis, 29 September 2016 - 13:22 WIB
Gagal Rebut Juara Umum, DKI Jakarta Pulang dengan Kepala Tegak
A
A
A
BANDUNG - Berada di posisi ketiga dalam daftar peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat, diterima dengan lapangan dada Kontingen DKI Jakarta. Gagal mempertahankan gelar juara umum tidak begitu dipersoalkan.
Pada PON XIX Jawa Barat, DKI Jakarta harus puas di posisi tiga dengan raihan 132 emas, 124 perak dan 118 perunggu. Adapun pemuncak klasemen adalah kontingen tuan rumah, Jawa Barat dengan raihan 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.
Ketua KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian menegaskan kontingennya tetap bisa kembali ke Jakarta dengan kepala tegak meski tidak mampu mempertahankan predikat juara umum. "DKI Jakarta tidak kalah, namun dipaksa kalah oleh sistem,"kata pria yang akrab dipanggil Eyi seperti dilansir laman resmi PB PON, Kamis (29/9/2016).
Eyi menuturkan sepanjang perjalanan PON XIX, penampilan atlet asal ibukota negara sebenarnya tidaklah buruk. Namun, katanya, sisi nonteknis yang jauh dari nilai sportivitas kerap mengalahkan perjuangan para atlet.
Meski begitu, Eyi mengapresiasi perjuangan semua atlet. Medali yang diraih merupakan buah kerja keras serta perjuangan hebat ditengah banyaknya ragam intimidasi. "Mereka telah bekerja keras, pantang mundur, meskipun mendapatkan intimidasi. Tugas kita adalah bekerja dan berjuang keras. Kita tidak memiliki hak menentukan hasil,"katanya.
Eyi menegaskan, meski banyak kendala di lapangan, kontingen DKI Jakarta tetap bertanding dengan fair dan sportif. Untuk itu, usai PON XIX, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai peristiwa dan pencapaian prestasi.
Sesuai dengan jadwal, sebagian besar kontingen DKI Jakarta dan ofisial akan kembali Jakarta dengan membawa bangga atas prestasi yang diraih. Meski predikat juara umum PON terlepas karena target awalnya lebih tinggi yaitu untuk prestasi SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade.
Pada PON XIX Jawa Barat, DKI Jakarta harus puas di posisi tiga dengan raihan 132 emas, 124 perak dan 118 perunggu. Adapun pemuncak klasemen adalah kontingen tuan rumah, Jawa Barat dengan raihan 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu.
Ketua KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian menegaskan kontingennya tetap bisa kembali ke Jakarta dengan kepala tegak meski tidak mampu mempertahankan predikat juara umum. "DKI Jakarta tidak kalah, namun dipaksa kalah oleh sistem,"kata pria yang akrab dipanggil Eyi seperti dilansir laman resmi PB PON, Kamis (29/9/2016).
Eyi menuturkan sepanjang perjalanan PON XIX, penampilan atlet asal ibukota negara sebenarnya tidaklah buruk. Namun, katanya, sisi nonteknis yang jauh dari nilai sportivitas kerap mengalahkan perjuangan para atlet.
Meski begitu, Eyi mengapresiasi perjuangan semua atlet. Medali yang diraih merupakan buah kerja keras serta perjuangan hebat ditengah banyaknya ragam intimidasi. "Mereka telah bekerja keras, pantang mundur, meskipun mendapatkan intimidasi. Tugas kita adalah bekerja dan berjuang keras. Kita tidak memiliki hak menentukan hasil,"katanya.
Eyi menegaskan, meski banyak kendala di lapangan, kontingen DKI Jakarta tetap bertanding dengan fair dan sportif. Untuk itu, usai PON XIX, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai peristiwa dan pencapaian prestasi.
Sesuai dengan jadwal, sebagian besar kontingen DKI Jakarta dan ofisial akan kembali Jakarta dengan membawa bangga atas prestasi yang diraih. Meski predikat juara umum PON terlepas karena target awalnya lebih tinggi yaitu untuk prestasi SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade.
(bbk)